BREAKING NEWS
 

Freeport Indonesia Juara Umum IMERC 2026, Rescuer Diuji Hadapi Kondisi Darurat

Reporter & Editor :
FAZRY
Selasa, 11 Agustus 2026 19:59 WIB
Aksi rescuer melakukan penyelamatan vertikal dengan mengevakuasi korban menggunakan tandu dalam simulasi kompetisi IMERC 2026 di Balikpapan.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Freeport Indonesia kembali meraih piala bergilir Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026, setelah menjadi juara umum kompetisi tanggap darurat yang mempertemukan 24 Emergency Response Team (ERT) dari Indonesia dan Australia.

Freeport Indonesia menempati posisi teratas klasemen akhir. Posisi kedua diraih PT Berau Coal, sedangkan PT Cipta Kridatama berada di peringkat ketiga.

Pengumuman pemenang dilakukan dalam penutupan IMERC 2026 di Ballroom Hotel Platinum Balikpapan, Minggu (9/8/2026).

Selama empat hari, para peserta diuji melalui delapan kategori yang mensimulasikan berbagai kondisi darurat.

Tantangan tersebut meliputi penyelamatan kecelakaan lalu lintas, ruang terbatas, penyelamatan vertikal, pemadaman kebakaran struktural, penyelamatan bawah air, hingga kemampuan individu.

Mengusung tema "Face Up", IMERC 2026 dengan host PT Putra Perkasa Abadi (PPA) mengajak seluruh peserta untuk senantiasa siap menghadapi berbagai tantangan keselamatan yang semakin kompleks melalui peningkatan kompetensi, keterampilan, dan semangat untuk terus belajar.

Baca juga : Pengamat: Wajar Freeport Ajukan Perpanjangan IUPK Dari Sekarang

Semangat tersebut tidak hanya ditujukan bagi Emergency Response Team, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya budaya keselamatan, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Dr. Ing. Tri Winarno, mengatakan IMERC dirancang sebagai ruang bagi para rescuer untuk mengasah kemampuan sekaligus belajar dari tim lain.

“IMERC menjadi proses pembelajaran bersama dalam mengasah kemampuan teknis, memperkuat koordinasi, menguji pengambilan keputusan, serta membangun kepercayaan antara anggota tim,” ujar Tri Winarno.

Ia menekankan, pengalaman selama kompetisi tidak boleh berhenti di arena. Kemampuan yang diperoleh perlu dibawa kembali ke perusahaan dan diterapkan untuk memperkuat sistem keselamatan serta kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat.

“Pada akhirnya keberhasilan sebuah tim tanggap darurat tidak hanya diukur dari capaian pada arena kompetisi, tetapi dari kesiapan dan kemampuan ketika keadaan darurat betul-betul terjadi,” katanya.

Adsense

Dalam kompetisi tahun ini, Freeport Indonesia menjadi yang terbaik pada empat kategori, yakni Under Water Rescue & Recovery, Individual Skill, Road Crash Rescue, dan Structural Fire Fighting.

Baca juga : Komisi XIII: Praktik Bisnis Berbasis HAM di Freeport Patut Dicontoh

PT Cipta Kridatama meraih posisi pertama pada Fire Fighter Combat Challenge. Sementara itu, PT Vale Indonesia menjadi juara Confined Space Rescue.

Dua kategori lainnya, Theory Test dan Vertical Rescue, masing-masing dimenangkan PT Berau Coal.

Sejumlah penghargaan khusus juga diberikan. PT Petrosea Tbk meraih Best Team Spirit dan Best Team Safety.

Best Captain serta Best Medic diberikan kepada PT Freeport Indonesia, sedangkan Northern Star Resources meraih Best SCBA.

Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengatakan kompetensi merupakan ukuran yang lebih penting daripada sekadar kemenangan dalam kompetisi.

“Kemenangan terbesar dari kegiatan ini bukan semata-mata siapa yang akan menjadi juara, tetapi bagaimana kita mampu membentuk rescuer Indonesia yang semakin kompeten, tangguh, profesional dan siap melaksanakan tugas di lapangan,” ujar Yudhi Bramantyo.

Baca juga : Freeport Setor Rp75 T ke Negara, Tiap Kabupaten di Papua Tengah Dapat Rp137,2 M

Menurut Yudhi, penguatan kapasitas rescuer membutuhkan kolaborasi pemerintah, industri, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat.

Ia juga menyatakan dukungan Basarnas terhadap keberlanjutan IMERC sebagai wadah peningkatan kompetensi dan jejaring emergency response.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Garuda Rescue Nusantara, Dr. Joko Tri Raharjo, mengatakan berakhirnya kompetisi justru menjadi momentum bagi peserta untuk menerapkan pengalaman yang diperoleh selama IMERC.

“Pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh selama IMERC diharapkan dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk terus meningkatkan kompetensi dan memperkuat kesiapsiagaan, baik di tempat tugas masing-masing dan juga bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Joko Tri.

Ia menegaskan, Garuda Rescue Nusantara akan terus mengembangkan IMERC sebagai platform kolaborasi dan pembelajaran untuk membangun ekosistem tanggap darurat yang andal, profesional, adaptif, dan berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense