Dark/Light Mode

7 Pekerja Berhasil Dievakuasi, Ini Pernyataan Lengkap Dirut PTFI Tony Wenas

Senin, 6 Oktober 2025 12:39 WIB
Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas. Foto: PTFI
Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas. Foto: PTFI

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak tujuh pekerja tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia (PTFI) yang menjadi korban longsor di Grasberg Block Cave, Mimika, akhirnya berhasil ditemukan seluruhnya. Seluruh korban dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia setelah 27 hari pencarian nonstop.

Tim tanggap darurat PT Freeport Indonesia (PTFI) menuntaskan operasi penyelamatan di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC), Tembagapura, Mimika. Lima jenazah terakhir ditemukan pada Minggu (5/10).

Seluruh korban langsung dibawa ke RS Tembagapura untuk proses identifikasi, sebelum diterbangkan ke Timika. Dari sana, empat jenazah diberangkatkan ke Jakarta, sementara satu dimakamkan di Kuala Kencana, Papua Tengah.

Kelima korban yang baru ditemukan adalah Saverius Magai, Holong Gembira Silaban, Dadang Hermanto, Balisang Telile, dan Victor Manuel Bastida Ballesteros. Mereka merupakan pekerja PT Redpath Indonesia, kontraktor Freeport di area tambang bawah tanah.

Dua korban lainnya, pekerja PT Cita Contract, telah ditemukan lebih dulu pada 20 September 2025. Dengan demikian, seluruh tujuh pekerja yang terjebak dalam insiden longsor telah berhasil dievakuasi.

Pihak kepolisian memastikan seluruh jenazah ditemukan dalam kondisi utuh, hanya terjepit di antara material basah di dalam terowongan tambang. Operasi dilakukan sangat hati-hati karena lokasi curam dan volume longsoran mencapai sekitar 800.000 ton.

Baca juga : Lagi! 19 Jenazah Dievakuasi Dari Reruntuhan Ponpes Al Khoziny

Upaya pencarian dilakukan sejak 8 September 2025 malam, segera setelah peristiwa luncuran material basah terjadi di area kerja. Selama hampir sebulan, tim penyelamat Freeport bekerja tanpa henti bersama Kementerian ESDM, Forkopimda Mimika, Basarnas, dan BPBD.

Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas menyebut operasi ini sebagai misi kemanusiaan yang penuh risiko. “Selama 27 hari kami bekerja siang dan malam tanpa henti dengan risiko keselamatan yang sangat tinggi,” ujar Tony Wenas.

Ia mengatakan, seluruh korban merupakan bagian dari keluarga besar Freeport. Perusahaan, kata dia, merasakan duka mendalam atas kehilangan para pekerja tersebut.

Seluruh jenazah kini telah diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga masing-masing. Empat korban diterbangkan ke Jakarta untuk dimakamkan di kampung halaman, sementara satu dimakamkan di Papua sesuai permintaan keluarga.

Berikut ini pernyataan lengkap Dirut PT Freeport Indonesia Tony Wenas:

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Baca juga : PT JIEP Berikan Penghargaan dan Perkuat Kepatuhan Dengan Mitra Strategis

Setelah bekerja selama 27 hari yang penuh tantangan siang dan malam secara terus-menerus tanpa henti dengan risiko keselamatan yang sangat tinggi.

Akhirnya pada hari Minggu 5 Oktober 2025, tim penyelamat PT Freeport Indonesia bekerja sama dengan Kementerian ESDM, Forkopimda Mimika, Basarnas, dan BPBD berhasil menemukan dan mengevakuasi lima rekan kerja kami dari insiden luncuran material basah di Tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave.

Namun dengan rasa duka yang mendalam saya sampaikan bahwa mereka ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Kelima rekan tersebut telah teridentifikasi oleh pihak kepolisian dan tim medis. Dan saya sebutkan namanya dengan hormat adalah Saverius Magai, Kolong Silaban, Dadang Hermanto, Balisang Telile, dan Victor Bastida Ballesteros.

Yang semuanya adalah karyawan kontraktor Freeport Indonesia yaitu PT Redpath Indonesia. Dengan penemuan ini, seluruh tujuh rekan kerja kami yang terdampak insiden memilukan tersebut telah ditemukan dan proses penyelamatan telah selesai.

Selanjutnya jenazah akan dibawa ke Jakarta untuk kemudian diantar ke kampung halaman masing-masing kecuali jenazah saudara Saverius Magai yang berasal dari Papua Tengah akan dimakamkan di Kuala Kencana.

Bagi saya pribadi mereka bukan hanya rekan kerja tapi bagian dari keluarga besar Freeport Indonesia. Kehilangan ini meninggalkan duka yang mendalam, dan kami bersama-sama merasakan kesedihan yang dirasakan oleh keluarga mereka.

Baca juga : Menpora Erick Sederhanakan Regulasi, 191 Permen Dipangkas Jadi 20 Saja

Kepergian saudara-saudara kami ini merupakan suatu kehilangan yang sangat besar dan menjadikan bagi keluarga besar Freeport. Atas nama pribadi dan perusahaan saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan yang telah berada di Tembagapura sejak tanggal 14 September 2025.

Saya juga ingin menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada tim penyelamat Freeport Indonesia dan seluruh pihak terkait yang telah bekerja tanpa lelah siang malam dengan mengerahkan seluruh keahlian dan keberanian mereka untuk menemukan seluruh rekan kerja kita.

Proses penyelamatan yang membutuhkan waktu yang cukup panjang dengan tantangan lokasi dan volume material basah yang cukup jumlahnya mencapai sekitar 800.000 ton. Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan baik tenaga, pikiran, maupun doa. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menguatkan kita semua dalam menghadapi masa sulit ini.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Shalom. Om Santi Santi Santi Om Namo Buddhaya.”

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.