BREAKING NEWS
 

Akses Pembiayaan Makin Diperluas

Target Kredit UMKM Kini Dipatok Rp 2.000 Triliun

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Kamis, 13 Agustus 2026 06:30 WIB
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) berbincang dengan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman (kedua kanan), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi (kedua kiri), dan Wakil Ketua Komisi XI DPR Muhammad Hanif Dhakiri usai melakukan penandatanganan nota kesepahaman antara OJK dan Kementerian UMKM dalam UMKM Finance Summit 2026 di Jakarta, Selasa (11/8/2026). ANTARA FOTO/INDRIANTO EKO SUWARSO/TOM

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menargetkan pembiayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) meningkat menjadi Rp 2.000 triliun. Penyaluran kredit UMKM didorong tumbuh lebih agresif pada 2026 dengan memperluas akses pembiayaan, sekaligus mendorong pelaku usaha naik kelas.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pembiayaan UMKM saat ini berada di kisaran Rp 1.500 triliun. Angka itu masih dapat ditingkatkan. Terutama dengan memperluas pembiayaan kepada kelompok usaha yang berada di antara UMKM dan perusahaan besar.

“Kalau dari KUR (Kredit Usaha Rakyat) kami siram Rp 370 triliun sampai Rp 400 triliun,” kata Airlangga, dalam UMKM Finance Summit di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Menurut Airlangga, pembiayaan UMKM tidak seharusnya hanya terkonsentrasi pada kredit berskala kecil. Pemerintah juga perlu mendorong pembiayaan bagi usaha yang telah berkembang agar mampu naik ke level berikutnya.

Total kredit perbankan saat ini mencapai sekitar Rp 9.000 triliun. Dengan porsi ideal pembiayaan UMKM sebesar 30 persen, potensi pembiayaan sektor tersebut sebenarnya dapat mencapai Rp 3.000 triliun.

Namun, Pemerintah menilai peningkatan dari Rp 1.500 triliun menjadi Rp 3.000 triliun terlalu besar jika dilakukan sekaligus. Karena itu, target Rp 2.000 triliun dipilih sebagai sasaran antara.

Baca juga : Tinjau Lahan 100 Hektare Di Tangerang, Pram: Ciangir Bukan Bantargebang Baru

Airlangga juga menyoroti persoalan hollow in the middle, yakni kelompok usaha yang berada di antara UMKM dan perusahaan besar, tetapi belum memiliki akses pembiayaan dan pasar yang memadai untuk berkembang.

Menurut dia, kelompok usaha tersebut perlu mendapat perhatian agar kesenjangan antara perusahaan yang telah mengakses pasar modal dan usaha yang masih bergantung pada pembiayaan nonpasar modal dapat dipersempit.

“Yang tengah yang kosong ini, harus didorong untuk naik ke atas,” ucapnya.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman siap menyusun sejumlah skenario untuk mengerek pembiayaan UMKM hingga Rp 2.000 triliun pada tahun depan.

Maman mengatakan, tantangan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bersama, khususnya dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk menentukan langkah yang diperlukan agar target pembiayaan dapat direalisasikan.

Adsense

Meski Pemerintah mendorong ekspansi pembiayaan, Maman mengingatkan agar peningkatan kredit tidak sekadar mengejar pertumbuhan nominal.

Baca juga : Infantino Dibela Trump

Menurut dia, akses pembiayaan harus berjalan beriringan dengan kemampuan UMKM memproduksi dan menjual barang. Jika tidak, tambahan kredit justru berpotensi menjadi masalah baru bagi pelaku usaha maupun industri perbankan.

“Jangan sampai malah jadi kredit macet. Barangnya nggak laku, retur dan dampaknya kredit macet menjadi tinggi,” kata Maman.

Dengan demikian, Pemerintah tidak hanya perlu membuka akses kredit. Tapi juga memastikan UMKM memiliki pasar yang cukup untuk menyerap produk yang dihasilkan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, masih terdapat ruang besar untuk memperluas pembiayaan UMKM. Penyaluran kredit kepada UMKM dari keseluruhan industri jasa keuangan telah mencapai Rp 1.948 triliun.

“Ini terus menunjukkan pertumbuhan,” ujar Friderica.

Kendati begitu, tantangan pembiayaan UMKM tidak berhenti pada ketersediaan dana. Salah satu kendala utama adalah rendahnya kemampuan pelaku usaha menyusun laporan keuangan.

Baca juga : National Bank Open 2026, Gauff Lolos Semifinal Tanpa Cucuran Keringat

Bos OJK yang akrab disapa Kiki itu mengungkapkan, baru 3,51 persen unit usaha yang memiliki laporan keuangan. Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah ketika Pemerintah ingin meningkatkan pembiayaan UMKM hingga Rp 2.000 triliun.

“Tanpa pencatatan keuangan yang memadai, pelaku usaha akan lebih sulit dinilai kelayakan kreditnya oleh lembaga keuangan,” ujar Kiki.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Perekonomian Haryo Limanseto menambahkan, penguatan akses pembiayaan dan peningkatan kapasitas menjadi kunci untuk mendorong UMKM naik kelas.

Menurut Haryo, Pemerintah terus mendorong ekosistem pembiayaan yang inklusif agar semakin banyak UMKM dapat mengakses pembiayaan, meningkatkan produktivitas dan naik kelas secara berkelanjutan. DIR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Kamis, 13 Agustus 2026 dengan judul "Akses Pembiayaan Makin Diperluas Target Kredit UMKM Kini Dipatok Rp 2.000 Triliun"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense