BREAKING NEWS
 

ATI Dorong Ekosistem Investasi Jalan Tol yang Sehat dan Berkelanjutan

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Kamis, 13 Agustus 2026 09:46 WIB
Ketua Umum ATI Rivan A. Purwantono menyampaikan pandangan dalam FGD investasi jalan tol untuk mendorong ekosistem infrastruktur yang sehat dan berkelanjutan, Rabu (12/8/2026). Dok ATI

RM.id  Rakyat Merdeka - Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) mendorong terciptanya ekosistem investasi jalan tol yang sehat dan berkelanjutan untuk memperbesar peran swasta, sekaligus mengurangi ketergantungan pembangunan jalan tol terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ketua Umum ATI Rivan A. Purwantono mengatakan, kepastian regulasi menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga daya tarik investasi di sektor jalan tol serta memberikan kepastian bagi investor dalam mengambil keputusan investasi jangka panjang.

“Orientasi kami di ATI adalah mewujudkan industri jalan tol yang terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi, serta didukung oleh iklim investasi yang sehat dan tata kelola yang efektif,” kata Rivan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penyelarasan Ekosistem Infrastruktur Jalan Tol untuk Pembangunan Indonesia yang Berkelanjutan”, Rabu (12/8/2026).

Menurut Rivan, industri jalan tol kini telah berkembang dari sekadar penyedia infrastruktur fisik menjadi bagian dari ekosistem transportasi dan pembangunan nasional, termasuk mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, pertumbuhan ekonomi, dan pengembangan wilayah.

Karena itu, peningkatan kualitas pelayanan dan keselamatan pengguna jalan harus berjalan seiring dengan keberlanjutan iklim investasi dan penyelarasan kebijakan.

Baca juga : DBS dan MMI Hadirkan Inovasi Layanan Wealth Management

“Kita ingin membangun ekosistem jalan tol yang menciptakan nilai secara berkelanjutan bagi pengguna jalan, negara, maupun pelaku industri,” ujarnya.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan tol yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, badan usaha jalan tol, dunia usaha, asosiasi, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah, Badan Usaha Jalan Tol, dunia usaha, asosiasi, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan harus bergerak dalam arah yang sama,” sambung Dody.

Adsense

Menurut dia, pembangunan jalan tol tidak hanya berkaitan dengan penyediaan infrastruktur transportasi, tetapi juga menghubungkan kegiatan produksi dengan pasar dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Yang kita sambungkan bukan hanya jalan, tetapi menyambungkan produksi dengan pasar, investasi dengan pekerjaan, dan pertumbuhan dengan kesejahteraan,” ujarnya.

Baca juga : Investasi Makin Canggih, Teknologi Digital Bantu Tekan Risiko Investor

Sementara itu, mantan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menilai keterlibatan swasta semakin penting di tengah besarnya kebutuhan pembangunan dan keterbatasan ruang fiskal pemerintah.

“Di tengah kebutuhan pembangunan yang besar dan ruang fiskal yang perlu dikelola secara optimal, keterlibatan swasta menjadi semakin penting,” ucap Dody.

Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri juga menilai partisipasi swasta dalam pembangunan dan pembiayaan infrastruktur semakin penting karena ruang APBN terbatas.

Menurut Chatib, pemerintah perlu melakukan deregulasi, memberikan kemudahan perizinan, serta memastikan komitmen yang telah disepakati dengan pemegang konsesi dalam kontrak tetap dipenuhi.

“Untuk menarik minat dan partisipasi swasta, yang dapat dilakukan adalah melakukan deregulasi, kemudahan perizinan dan yang sangat penting adalah memastikan bahwa pemerintah dan otoritas terkait senantiasa memenuhi komitmen yang telah disepakati,” ujarnya.

Baca juga : Kadin Kalbar-Jatim Teken MoU, Fokus Perkuat UMKM dan Investasi

Kepala Kajian Transportasi, Real Estate, dan Studi Perkotaan LPEM FEB UI Muhammad Halley Yudhistira mengatakan, percepatan pembangunan jalan tol membutuhkan dukungan modal swasta karena kebutuhan investasi melampaui kapasitas pembiayaan publik.

“Karena kebutuhan modalnya melampaui kapasitas pembiayaan publik, percepatan pembangunan bergantung pada peran swasta,” sebutnya.

Saat ini, panjang jalan tol yang telah beroperasi mencapai lebih dari 3.115 kilometer dengan akumulasi investasi sekitar Rp 668 triliun. Nilai investasi tersebut diproyeksikan mendekati Rp 1.000 triliun.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense