Dark/Light Mode

Tingkatkan Penerimaan Devisa

Pariwisata Dan Investasi Mesin Utama Ekonomi

Sabtu, 8 Agustus 2026 06:45 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Dok. Kemenko Perekonomian
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Dok. Kemenko Perekonomian

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah fokus untuk meningkatkan investasi dan sektor pariwisata pada triwulan III-2026. Langkah ini menjadi strategi utama untuk menjaga, sekaligus mendorong laju pertumbuhan ekonomi nasional menjelang akhir tahun.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

“Kuartal selanjutnya investasi tetap kita dorong. Kemudian, industri yang terkait dengan pariwisata juga terus kita genjot,” kata Airlangga.

Baca juga : PAN Sulbar Buka Ruang Penyampaian Gagasan

Pemerintah menilai, investasi tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Selain investasi, industri pariwisata dipandang memiliki potensi besar untuk memacu aktivitas ekonomi.

Airlangga mencontohkan Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai daerah dengan pertumbuhan sektor pariwisata yang kuat dan makin menjadi destinasi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, jumlah perjalanan wisatawan Nusantara sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai 630,41 juta perjalanan.

Baca juga : Gejolak Ekonomi Global Belum Surut, OJK: Sektor Keuangan Masih Tahan Banting

Capaian ini menjadi yang tertinggi untuk periode triwulan II sejak 2019 atau sebelum pandemi Covid-19.

BPS mencatat, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali pada Juni 2026 mencapai 605.013 kunjungan, naik 4,63 persen dibandingkan Mei 2026.

Di NTB, jumlah perjalanan wisman pada Juni 2026 mencapai 1.368.707 orang, tumbuh 2,73 persen secara bulanan.

Baca juga : AS Dan Indonesia Sinergi Perkuat Benteng Siber

Sedangkan kunjungan wisman ke NTT pada Juni 2026 mencapai 29.152 kunjungan. Melonjak 40,73 persen secara tahunan (year on year) dan naik 19,85 persen secara bulanan (month on month).

“Nusa Tenggara dan Bali itu tumbuh di atas pertumbuhan nasional. Sektor yang terkait dengan pariwisata ini terbukti bisa menggeliat dan kita bisa dorong ini untuk low hanging fruit (sasaran yang mudah dicapai),” jelasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.