Dark/Light Mode

Investasi Makin Canggih, Teknologi Digital Bantu Tekan Risiko Investor

Rabu, 12 Agustus 2026 16:42 WIB
Foto: Ist
Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat turut mengubah cara masyarakat berinvestasi. Pemanfaatan teknologi kini dapat membantu investor meracik strategi investasi untuk menangkap peluang sekaligus mengendalikan risiko sesuai dengan profil masing-masing.

“Penggunaan teknologi digital membuat keputusan transaksi menjadi terukur, berdasarkan mitigasi risiko sesuai profil investor,” ujar Direktur Utama PT Smartin Advisor Sistem (SAS) Odang Supriatna dalam workshop jurnalis bertema Pemanfaatan Teknologi dalam Mitigasi dan Menangkap Peluang Investasi di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Workshop tersebut menghadirkan sejumlah pembicara, yakni Chief Technology Officer Smartin Ervan Chandra Gunawan, Presiden Direktur ACM Mercantile Exchange Arwandi J Setiabudi, Market Analyst Dupoin Futures Indonesia Geraldo Kofit, dan Product Marketing Supervisor Bittime Fini Charisa.

Kegiatan tersebut digelar melalui kolaborasi Smartin, ACM Mercantile Exchange, Bittime, dan Dupoin Futures Indonesia sebagai upaya meningkatkan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi dalam investasi sekaligus pentingnya mitigasi risiko.

Odang menjelaskan, SAS merupakan perusahaan penasihat berjangka yang menjalankan kegiatan berdasarkan izin dan pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta persetujuan Bank Indonesia (BI).

Smartin juga mengembangkan lisensi pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi berupa expert advisor (EA) untuk membantu investor dalam menjalankan strategi perdagangan secara lebih terukur.

Menurut dia, produk SAS mencakup layanan penasihat investasi komoditas, valuta asing (forex), kripto, serta saham berupa indeks saham Amerika Serikat. Layanan tersebut didukung sejumlah perangkat seperti EA, kecerdasan buatan (AI), sinyal perdagangan, indikator, dan edukasi.

Odang mengatakan, Smartin menawarkan dua EA, yakni Tradingmatic Bot dan Quadran EA. Tradingmatic Bot dapat digunakan pada platform MetaTrader 4 (MT4) dengan strategi single shoot, lot tetap, serta stop loss (SL) dan target price(TP) yang diukur berdasarkan indikator khusus.

Sementara Quadran EA dapat digunakan pada MetaTrader 5 (MT5) dengan menerapkan strategi smart breakout trading. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu investor menjalankan strategi perdagangan secara lebih sistematis.

Baca juga : Kadin Kalbar-Jatim Teken MoU, Fokus Perkuat UMKM dan Investasi

Untuk layanan sinyal berbasis AI, Smartin menawarkan Gold Mind AI dan Finsfree. Gold Mind AI menyediakan sinyal berdasarkan data secara real time dan mesin AI yang menggunakan berbagai indikator untuk menghasilkan sinyal beli atau jual, lengkap dengan TP dan SL, serta terintegrasi dengan platform MT5.

Adapun Finsfree merupakan layanan analisis berbasis multiindikator AI yang dapat memberikan sinyal beli atau jual beserta SL dan TP. Layanan tersebut dapat digunakan untuk 29 pasangan mata uang (pair) dan tujuh time frame.

Selain teknologi otomatis dan AI, Smartin menyediakan indikator sebagai alat bantu analisis teknikal yang ditampilkan pada grafik perdagangan. Indikator tersebut dapat membantu investor membaca kondisi pasar sebelum mengambil keputusan.

Smartin juga menyediakan edukasi yang mencakup proses sistematis untuk mentransfer pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman mengenai mekanisme pasar, analisis, manajemen risiko, serta disiplin dalam perdagangan.

“Ada beberapa benefit layanan kami bagi masyarakat, yakni memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar investasi dan keuangan, menciptakan lapangan kerja dan ekosistem, mengenali investasi yang benar dan legal, serta terhindar dari investasi bodong atau scam,” kata Odang.

Dia menegaskan, Smartin memberikan jasa edukasi, informasi, dan rekomendasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. SAS juga membantu klien mengambil keputusan investasi secara terukur berdasarkan mitigasi risiko serta melakukan transaksi secara aman, terkelola, dan dengan pengendalian risiko.

Pentingnya Literasi

Presiden Direktur ACM Mercantile Exchange Arwandi J Setiabudi mengatakan, perusahaan penasihat berjangka memiliki peran penting dalam ekosistem perdagangan di pasar terorganisir seperti bursa atau exchange. “Penasihat berjangka adalah pihak netral yang memberikan nasihat investasi kepada pelaku pasar dalam bentuk edukasi dan know how. Hal ini sangat penting untuk mengembangkan pasar di negara berkembang seperti Indonesia,” ujarnya.

Menurut dia, ACM yang juga merupakan pihak netral dalam ekosistem perdagangan mendukung keberadaan penasihat berjangka. Kolaborasi dengan berbagai pihak diperlukan untuk mengembangkan industri perdagangan sekaligus meningkatkan literasi investor.

Baca juga : Menko Airlangga Dorong Diversifikasi Pembiayaan

Arwandi menekankan, investasi dan risiko merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Prinsip high risk high returndan low risk low return menunjukkan bahwa tingkat risiko menjadi salah satu aspek utama yang harus diperhatikan investor.

Menurut dia, tujuan investasi pada dasarnya adalah meningkatkan aset. Namun, sebelum mengejar keuntungan (return), investor perlu menempatkan mitigasi risiko sebagai prioritas.

“Mitigasi risiko yang paling dasar adalah financial literacy, yang merupakan salah satu peran utama dari penasihat berjangka untuk mengedukasi pasar,” katanya.

Dia menegaskan, keputusan investasi pada akhirnya tetap berada di tangan investor. Karena itu, seluruh pelaku usaha dalam ekosistem perdagangan memiliki tanggung jawab untuk memberikan literasi keuangan yang memadai kepada masyarakat.

Langkah awal yang dapat dilakukan investor adalah mengikuti sesi edukasi yang bersifat netral dan bermanfaat. Edukasi tersebut diharapkan memberikan pembekalan yang cukup sehingga investor mampu mengambil keputusan sesuai dengan profil risikonya.

Teknologi untuk Kelola Risiko

Dupoin Futures Indonesia menyambut baik kolaborasi dengan Smartin dalam workshop jurnalis tersebut. Sinergi antara pelaku industri, penyedia teknologi, dan media dinilai penting untuk meningkatkan literasi keuangan digital sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat mengenai investasi yang aman dan bertanggung jawab.

Direktur Marketing Dupoin Futures Indonesia Taufan mengatakan, mitigasi risiko merupakan aspek mendasar dalam setiap keputusan investasi. Investor tidak hanya perlu memahami potensi keuntungan, tetapi juga harus mengetahui risiko agar dapat mengambil keputusan sesuai dengan profil risikonya.

“Mitigasi risiko merupakan aspek mendasar dalam setiap keputusan investasi. Selain memahami potensi keuntungan, investor juga perlu memahami risiko agar dapat mengambil keputusan yang lebih bijak dan sesuai dengan profil risikonya,” ungkapnya.

Baca juga : OJK Luncurkan ETF Emas, Perluas Pilihan Investasi Masyarakat

Dia mengatakan Dupoin Futures mengedepankan edukasi, pemanfaatan teknologi, serta kepatuhan terhadap regulasi sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko. Perusahaan juga mendukung pemanfaatan teknologi seperti AI dan EA untuk membantu analisis dan pengambilan keputusan selama digunakan secara bijak dan disertai manajemen risiko yang baik.

Sementara itu, Product Marketing Supervisor Bittime Fini Charisa mengatakan teknologi memiliki peran yang semakin penting dalam membantu investor memahami dan mengelola risiko di pasar aset digital. Namun, teknologi tidak berarti menghilangkan risiko, melainkan membantu membuat proses perdagangan lebih terstruktur dan transparan.

Menurut dia, teknologi juga dapat membantu pengguna mengambil keputusan berdasarkan informasi yang lebih baik. Di sisi lain, perkembangan teknologi membuat pilihan produk aset digital semakin beragam.

Saat ini, pengguna tidak hanya dapat memperdagangkan aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum, tetapi juga memperoleh akses ke aset berbasis real world assets (RWA), seperti tokenized US Stocks.

“Karena pilihan aset dan produk semakin beragam, edukasi dan pemahaman terhadap karakteristik serta risiko setiap produk menjadi semakin penting. Jadi, teknologi dan edukasi harus berjalan beriringan untuk membangun ekosistem aset digital yang lebih sehat,” katanya.

Fini menegaskan AI maupun automated trading merupakan alat yang dapat membantu proses analisis dan pengambilan keputusan, tetapi tidak menjamin keuntungan maupun menghilangkan risiko perdagangan.

Terlebih, pasar aset kripto memiliki tingkat volatilitas yang tinggi sehingga pengguna tetap perlu memahami cara kerja strategi yang digunakan, termasuk potensi kerugian yang mungkin terjadi.

“Karena itu, dari perspektif Bittime, kami selalu melihat teknologi sebagai enabler, bukan sebagai pengganti pemahaman investor. Pengguna tetap perlu memahami profil risiko, karakteristik aset, serta mekanisme produk yang digunakan sebelum melakukan transaksi,” ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.