RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada Jumat (14/8/2026) pagi dibuka menguat tipis 0,02 persen atau tiga poin ke level Rp 17.874 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp 17.877 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia terhadap dolar AS bervariasi. Dolar Taiwan menguat 0,43 persen, won Korea Selatan naik 0,4 persen, yen Jepang menguat 0,04 persen, dan yuan China naik 0,01 persen, sedangkan baht Thailand melemah 0,11 persen dan dolar Hong Kong turun 0,001 persen.
Baca juga : Rupiah Melemah Ke Rp 17.881, Pasar Cermati Sentimen Global
Indeks dolar AS terhadap mata uang utama lainnya melemah 0,06 persen ke level 99,79. Sementara itu, rupiah melemah 0,04 persen terhadap poundsterling Inggris menjadi Rp 24.060, stagnan terhadap euro di level Rp 20.004, dan melemah 0,03 persen terhadap dolar Australia menjadi Rp 12.589.
Analis pasar uang Lukman Leong mengatakan nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak konsolidatif dengan peluang penguatan yang terbatas terhadap dolar AS.
Baca juga : Rupiah Tertekan Ke Rp 17.872, Pasar Cermati Inflasi AS
“Hal tersebut dikarenakan dolar AS terkoreksi setelah data inflasi dan pekerjaan AS lebih lemah. Investor masih cenderung wait and see mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang memberikan gambaran beragam,” kata Lukman, Jumat (14/8/2026).
Dari dalam negeri, investor juga mencermati pidato Presiden Prabowo Subianto terkait Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 yang dijadwalkan disampaikan pada Jumat sore.
Baca juga : Rupiah Tertekan Pagi Ini, Melemah Ke Rp 17.797
Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak dalam rentang Rp 17.800 hingga Rp 17.900 per dolar AS pada perdagangan sepanjang hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.