Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Indonesia-Australia Perkuat Kerja Sama Pembinaan Atlet Muda
- Persija Alihkan Fokus ke Persiapan Musim 2026/2027
- Pramono Siapkan 1.000 Mushaf Al-Quran Untuk Peringatan ke 500 Tahun Kota Jakarta
- KMP Putri Yasmin Terbakar di Perairan Sekotong, Tim SAR Evakuasi Penumpang
- Shin Tae-yong Fokus Benahi Fisik dan Taktik Persija
Rupiah Tertekan Ke Rp 17.872, Pasar Cermati Inflasi AS
Rabu, 12 Agustus 2026 09:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu pagi dibuka melemah 0,06 persen atau 11 poin ke level Rp 17.872 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp 17.861 per dolar AS.
Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS berlangsung bervariasi. Yuan China melemah 0,01 persen, ringgit Malaysia menguat 0,01 persen, dolar Singapura naik 0,08 persen, yen Jepang melemah 0,05 persen, dan won Korea Selatan turun 0,28 persen.
Baca juga : Rupiah Tertekan Pagi Ini, Melemah Ke Rp 17.797
Indeks dolar AS terhadap mata uang utama lainnya menguat 0,03 persen ke level 99,74. Sementara itu, rupiah terhadap poundsterling Inggris menguat 0,06 persen ke level Rp 24.075, terhadap euro stagnan di Rp 19.988, dan terhadap dolar Australia menguat 0,04 persen ke level Rp 12.600.
Analis pasar uang Lukman Leong mengatakan nilai tukar rupiah berpotensi bergerak konsolidatif pada perdagangan hari ini. Pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi perkembangan geopolitik di Timur Tengah serta sikap investor yang cenderung menunggu sejumlah sentimen.
Baca juga : Rupiah Awal Pekan Menguat Ke Rp 17.821 Per Dolar AS
“Laporan dari Pakistan menunjukkan proses menuju kesepakatan damai kembali memperlihatkan perkembangan positif. Namun, Iran menegaskan Selat Hormuz belum akan dibuka sebelum sejumlah persyaratan terpenuhi,” jelas Lukman, Rabu (12/8/2026).
Di sisi lain, investor cenderung bersikap wait and see menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) pada Rabu malam.
Baca juga : Cadev Turun Sedikit, Tapi Aman
Dari dalam negeri, pelaku pasar juga akan mencermati pengumuman hasil tinjauan indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berpotensi memengaruhi sentimen terhadap aset Indonesia.
Lukman memproyeksikan rupiah bergerak dalam rentang Rp 17.750 hingga Rp 18.850 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya