Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Indonesia-Australia Perkuat Kerja Sama Pembinaan Atlet Muda
- Persija Alihkan Fokus ke Persiapan Musim 2026/2027
- Pramono Siapkan 1.000 Mushaf Al-Quran Untuk Peringatan ke 500 Tahun Kota Jakarta
- KMP Putri Yasmin Terbakar di Perairan Sekotong, Tim SAR Evakuasi Penumpang
- Shin Tae-yong Fokus Benahi Fisik dan Taktik Persija
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa (11/8/2026) melemah 0,24 persen ke level Rp 17.797 per dolar AS. Posisi tersebut dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp 17.755 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia bervariasi terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia melemah 0,05 persen, dolar Hong Kong turun 0,004 persen, sedangkan won Korea Selatan menguat 0,15 persen.
Yen Jepang menguat 0,07 persen, dolar Taiwan naik 0,07 persen, baht Thailand menguat 0,06 persen, dan dolar Singapura naik 0,02 persen.
Baca juga : Rupiah Awal Pekan Menguat Ke Rp 17.821 Per Dolar AS
Indeks dolar AS terhadap mata uang utama lainnya melemah 0,03 persen ke level 99,67. Sementara itu, rupiah terhadap poundsterling Inggris menguat 0,10 persen ke level Rp 23.933, terhadap euro stagnan di level Rp 20.551, dan terhadap dolar Australia menguat 0,15 persen ke level Rp 12.567.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah berpotensi menguat, salah satunya didukung pengajuan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) oleh Presiden Prabowo Subianto kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Surat Presiden (Surpres) terkait pengajuan tersebut telah diserahkan kepada pimpinan DPR. “Dari sisi global, harapan tercapainya kesepakatan antara Iran dan Oman yang dapat berujung pada pembukaan kembali Selat Hormuz,” katanya dalam riset harian, Selasa (11/8/2026).
Baca juga : Cadev Turun Sedikit, Tapi Aman
Menurut Ibrahim, meredanya kekhawatiran terhadap inflasi Amerika Serikat (AS) turut mendorong pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed).
“Dengan angka ketenagakerjaan yang lemah, hal ini semakin mengurangi ekspektasi bahwa Fed akan menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang,” jelasnya.
Pasar juga mencermati rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk Juli pada Rabu (12/8/2026). Data tersebut menjadi salah satu indikator penting bagi pelaku pasar dalam memperkirakan arah kebijakan suku bunga Fed.
Baca juga : Rupiah Tergelincir Ke Rp 17.933, Pasar Pantau Ketegangan Timur Tengah
Ibrahim memproyeksikan rupiah bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat pada rentang Rp 17.700 hingga Rp 17.750 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya