BREAKING NEWS
 

Restrukturisasi Pertamina Subholding Upstream, SP Minta PDSI Diperkuat

Reporter & Editor :
FAZRY
Jumat, 14 Agustus 2026 11:10 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Serikat Pekerja PT Pertamina Drilling Services Indonesia (SP PDSI) menyoroti proses transformasi dan penyederhanaan struktur (streamlining) yang tengah berlangsung di lingkungan Pertamina Subholding Upstream (SHU).

SP PDSI menegaskan bahwa restrukturisasi tersebut harus berorientasi pada penciptaan nilai tambah bisnis, serta penguatan kapasitas pengeboran nasional dengan menempatkan PDSI sebagai entitas utama atau National Drilling Champion.

Ketua Umum SP PDSI, Rahmat Wijaya, menyatakan bahwa kegiatan pengeboran merupakan titik kritis dalam rantai bisnis hulu migas yang menentukan keberhasilan pencapaian target produksi nasional.

Baca juga : Pertamina Drilling Torehkan Kinerja Gemilang, Rig PDSI#15.3 Temukan Minyak dan Gas

Tanpa keandalan di sektor ini, keberlanjutan produksi migas dan ketahanan energi nasional dinilai akan sangat rentan.

"Transformasi organisasi merupakan kebutuhan agar perusahaan semakin adaptif. Namun, keberhasilan streamlining tidak boleh diukur sekadar dari berapa banyak struktur yang dikurangi atau organisasi yang dilebur, melainkan dari nilai tambah yang dihasilkan bagi Pertamina secara keseluruhan. Keputusan yang diambil harus berpijak pada rasionalitas bisnis, efisiensi operasional, dan keandalan jangka panjang," ujar Rahmat dalam siaran pers yang diterima Jumat (7/8/2026).

Adsense

Rasionalitas Bisnis dan Efisiensi SP PDSI menilai penguatan PDSI sebagai konsolidator utama bisnis pengeboran di lingkungan Pertamina memiliki dasar bisnis (business case) yang kuat.

Baca juga : PEP Adera Field Terapkan Batch Drilling Onshore, Tingkatkan Produksi Migas

Saat ini, PDSI mengoperasikan 58 unit rig—salah satu armada pengeboran terbesar di Asia Tenggara—yang didukung standar HSSE, kemampuan engineering, serta akumulasi kompetensi operasional selama puluhan tahun.

"Skala operasi sebesar 58 rig ini memberikan economies of scale yang nyata bagi Pertamina. Keunggulannya mencakup efisiensi biaya operasional, optimalisasi utilisasi aset, standardisasi keselamatan kerja, hingga fleksibilitas mobilisasi rig di seluruh wilayah hulu migas Indonesia. Memperkuat dan mengkonsolidasikan fungsi pengeboran ke dalam satu wadah yang fokus seperti PDSI adalah bentuk efisiensi itu sendiri," kata Rahmat.

Selain itu, SP PDSI menekankan pentingnya memandang pekerja dan kompetensi pengeboran sebagai sumber keunggulan kompetitif (competitive advantage), bukan sekadar komponen biaya (cost center).

Baca juga : Patra Drilling Contractor Perluas Pasar dan Kembangkan Energi Bersih

Pengalaman dan modal intelektual insan pengeboran Pertamina dianggap sebagai aset strategis bangsa yang harus dijaga melalui pusat keunggulan (center of excellence).

"Perjuangan kami bukan sekadar membela nama atau struktur organisasi, melainkan menjaga keberlangsungan kompetensi pengeboran nasional. Memperkuat PDSI sebagai National Drilling Champion berarti memperkuat daya saing Pertamina dan memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga. Kami siap menjadi mitra strategis manajemen untuk mewujudkan transformasi yang objektif, profesional, dan memberikan nilai maksimal bagi negara," tutup Rahmat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense