Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bidik Pendapatan Rp 3 Triliun
Patra Drilling Contractor Perluas Pasar dan Kembangkan Energi Bersih
Kamis, 20 Maret 2025 11:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Patra Drilling Contractor (PDC), anak perusahaan PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) yang berada di bawah Subholding Hulu Pertamina, menargetkan pendapatan di atas Rp 3 triliun pada tahun 2025.
Sebelumnya, pada tahun 2024, PDC berhasil membukukan pendapatan (unaudited) sebesar Rp 2,88 triliun.
Direktur Utama Patra Drilling Contractor Faried Iskandar menyatakan, perusahaan telah menerapkan berbagai strategi untuk mencapai target tersebut.
Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah memperluas pasar di luar Pertamina Group dengan mengikuti tender di beberapa perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), seperti Medco Energy, British Petroleum (BP), dan PetroChina.
"Bekerja di luar Pertamina Group menjadi salah satu bentuk diversifikasi bisnis bagi PDC," ujar Faried.
Baca juga : Yanuar Arif Wibowo: Kebijakan Ini Bertujuan Baik
Saat ini, pasar terbesar PDC masih berasal dari Pertamina Drilling, diikuti oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang menjadi klien terbesar kedua untuk pekerjaan sipil, suplai material, serta pemeliharaan pipa.
Selain itu, PDC juga melayani klien besar lainnya seperti PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES), serta Regional 3 dan Regional 4.
Fokus pada Energi Bersih
Selain melakukan diversifikasi bisnis, PDC juga berfokus pada pengembangan energi bersih. Perusahaan turut serta dalam pengembangan teknologi Carbon Capture Storage (CCS) dan Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS) sebagai bagian dari komitmen terhadap energi berkelanjutan.
"Kami sudah mulai melibatkan para insinyur muda untuk mengikuti program CCS dan CCUS. Salah satu inisiatif kami adalah memanfaatkan gas suar atau flare gas yang selama ini terbakar menjadi bahan bakar gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) maupun gas alam terkompresi (Compressed Natural Gas/CNG) sebagai alternatif pengganti bahan bakar solar," jelas Faried.
Efisiensi sebagai Prioritas
PDC juga mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya efisiensi di berbagai sektor.
Baca juga : Barelang Jadi Kawasan Transmigrasi Terintegrasi
Efisiensi menjadi faktor utama dalam upaya perusahaan meningkatkan daya saing serta memberikan layanan terbaik bagi industri minyak dan gas bumi (migas).
Direktur Keuangan Patra Drilling Contractor Fitra Adriza menjelaskan, langkah efisiensi dilakukan dengan memperbaiki proses bisnis, agar lebih optimal.
Salah satu contoh implementasi efisiensi terlihat dalam bisnis Food and Lodging Services (FLS) yang dikelola PDC.
"Agar lebih efisien, kini kami mencari suplai bahan dari hub-hub terdekat dengan lokasi proyek katering PDC. Kami berkoordinasi langsung dengan penyuplai setempat agar kebutuhan operasional dapat terpenuhi dengan lebih cepat dan biaya lebih rendah," kata Fitra.
Program efisiensi ini tetap mempertimbangkan kesepakatan dengan klien.
Baca juga : Bank Mandiri Siapkan Uang Tunai Rp 31,6 Triliun Periode Ramadan Dan Idul Fitri
Selain mengikuti arahan atau permintaan klien, PDC juga secara aktif menerapkan efisiensi atas inisiatif sendiri.
"Dari sisi klien, efisiensi ini membantu menurunkan biaya operasional yang mereka keluarkan. Sementara bagi PDC, efisiensi membuka peluang untuk meningkatkan keuntungan," tutup Fitra.
Dengan strategi diversifikasi bisnis, fokus pada energi bersih, serta penerapan efisiensi, PDC optimistis dapat mencapai target pendapatan yang lebih tinggi di tahun 2025.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya