Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PEP Adera Field Terapkan Batch Drilling Onshore, Tingkatkan Produksi Migas
Kamis, 9 Oktober 2025 08:06 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina EP (PEP) Adera Field, bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 Sumatra, mencatat terobosan baru di sektor hulu migas dengan menerapkan teknologi Batch Drilling Onshore di Lapangan Benuang.
Teknologi ini baru pertama kali dilakukan di PHR Regional I Sumatra. Dan terbukti meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Batch Drilling merupakan metode pengeboran di mana beberapa sumur dibor dari satu lokasi atau wellpad. Proses pengerjaan dilakukan berurutan tanpa perlu membongkar dan memasang kembali rig.
Perpindahan rig dilakukan secara horizontal dengan sistem skidding atau walking system, sehingga pekerjaan menjadi lebih cepat, hemat biaya, dan aman.
Sejak mulai berproduksi pada 2 September 2025, penerapan Batch Drilling di Lapangan Adera menunjukkan hasil signifikan.
Hingga 5 Oktober 2025, produksi mencapai 3.388 barel minyak per hari (BOPD), melampaui target awal 1.200 BOPD, dengan rata-rata produksi harian sebesar 1.552 BOPD.
Capaian ini menegaskan efektivitas inovasi tersebut dalam meningkatkan kinerja produksi migas nasional.
Baca juga : PEP dan PHE Zona 4 Kembali Naikkan Produksi, Energi Sumsel Terjaga
Dari sisi investasi, metode Batch Drilling mampu menekan biaya pengeboran hingga 15 persen, setara 4,938 juta dolar Amerika Serikat, serta menghemat 66 hari waktu operasi.
Efisiensi ini memungkinkan lebih banyak sumur dibor dalam jangka waktu yang sama. Selain memberikan keuntungan ekonomi, penerapan Batch Drilling juga berdampak positif pada aspek operasional dan lingkungan.
Metode ini mengurangi aktivitas alat berat seperti lifting dan rigging, menghemat penggunaan air permukaan untuk pengeboran, serta mempermudah pengelolaan limbah pada lokasi sumur yang berdekatan (clustered wellpad).
PHR menilai inovasi ini sebagai langkah penting menuju transformasi operasi migas yang lebih adaptif dan progresif.
Melalui Batch Drilling, perusahaan berharap mampu menghadapi proyek dengan kompleksitas tinggi dan menjadi agen perubahan dalam pengelolaan energi nasional yang efisien dan berkelanjutan.
General Manager Zona 4, Djudjuwanto, mengatakan keberhasilan penerapan Batch Drilling menjadi bukti kolaborasi efektif antara tim PHR dan mitra kerja dalam menghadirkan operasi migas yang efisien dan andal.
“Metode ini mampu memangkas waktu pengeboran secara signifikan tanpa mengurangi aspek keselamatan kerja. Inovasi seperti ini menjadi bagian dari upaya kami untuk terus meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasi di wilayah kerja Regional 1 Sumatra,” ujar Djudjuwanto.
Baca juga : PTPN IV Tegaskan Kebun Teh Simalungun Tak Akan Dikonversi
Ia menambahkan, penerapan teknologi tersebut juga selaras dengan komitmen PHR dalam mendukung ketahanan energi nasional dan penerapan prinsip keberlanjutan di sektor hulu migas.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI), Avep Disasmita, menegaskan bahwa rig di Lapangan Benuang merupakan milik PDSI.
Keberhasilan ini tak hanya menegaskan kapabilitas Pertamina Drilling, tetapi juga membuka optimisme bahwa masih ada potensi energi besar.
“Dengan dukungan sumber daya PDSI, kami berharap reservoir baru ini memperkuat kontribusi Pertamina terhadap target produksi migas nasional,” ujar Avep Disasmita dalam keterangan tertulis perusahaan, Senin (8/9/2025).
Di tempat terpisah, keandalan teknologi pengeboran dalam negeri juga terbukti. Rig PDSI #43.3/AB1500-E, andalan Pertamina Drilling, sukses menuntaskan pengeboran sumur eksplorasi Sembakung Deep-01 (SBKD-01) milik Pertamina Hulu Indonesia Zona 10 dan PT Pertamina EP Tarakan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
Pengeboran mencapai kedalaman lebih dari 2.100 meter dan berhasil menemukan potensi cadangan gas baru.
Rig berkapasitas 1.500 horse power (HP) ini menggunakan sistem kendali digital (cyber rig) yang dirancang menembus hingga lebih dari 3.000 meter, termasuk formasi batuan keras di kedalaman ekstrem.
Baca juga : KPK Tetapkan Staf Ahli Mensos Tersangka Kasus Penyaluran Bansos
Keunggulan teknis inilah yang menjadi kunci keberhasilan dalam menjangkau target formasi Meliat dan Naintupo sandstone, lapisan yang selama ini sulit ditembus.
“Rig PDSI 1500 HP pada sumur ini telah menunjukkan performa yang bagus. Kami mampu mencapai target kedalaman dengan akurasi dan catatan keselamatan kerja yang baik,” kata Avep Disasmita, Selasa (19/8/2025).
Avep berharap, capaian ini juga dapat mendorong Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lain berani menjajaki eksplorasi di kedalaman lebih ekstrem.
“Dengan dukungan teknologi rig modern milik PDSI, sumber daya manusia berpengalaman, dan komitmen penuh terhadap keselamatan kerja, Pertamina Drilling siap selalu menjadi mitra strategis dalam menjaga ketahanan energi,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya