RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto bersyukur, perekonomian Indonesia tetap berdiri tegak di tengah sengitnya perang dagang dan konflik geopolitik, yang memicu ketidakpastian global. Kondisi tersebut antara lain ditandai oleh meningkatnya harga energi, tingginya suku bunga global, tekanan pada nilai tukar, dan ketegangan geopolitik.
Prabowo juga gembira, membantu rakyat dan menjaga APBN ternyata bisa dilakukan secara bersamaan.
"Ekonomi kita pada semester pertama tahun ini, tumbuh tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Inflasi masih tetap terkendali. Permintaan domestik tetap kuat. Yang lebih penting, APBN kita bekerja optimal," kata Prabowo dalam pidato kenegaraan dalam rangka penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Baca juga : Prabowo: Banyak Siswa Sekolah Rakyat Berprestasi, Mereka Bisa Jika Difasilitasi
Prabowo memaparkan, hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara tumbuh tinggi 21,3 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini dinilai cukup signifikan. Sementara belanja negara tumbuh kuat 18,2 persen. Belanja tersebut diarahkan untuk menjaga daya beli rakyat, memperkuat pelayanan publik, dan menggerakkan ekonomi.
"Walaupun belanja negara tumbuh, defisit APBN tetap terjaga hanya 0,91 persen terhadap PDB. Ini adalah bukti bahwa keberpihakan kepada rakyat dapat berjalan bersama dengan disiplin fiskal," ujar Prabowo.
"Kita tidak memilih antara pertumbuhan dan kehati-hatian. Kita memilih kedua-duanya. Kita tidak memilih antara membantu rakyat dan menjaga APBN. Kita melakukan kedua-duanya," tegasnya.
Baca juga : Setjen MPR RI Pastikan Persiapan Sidang Tahunan 2026 Berjalan Optimal
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.