Dark/Light Mode

Besok 50 Ribu Buruh Turun Ke Jalan

Andi Gani: Antar Aspirasi UU Ketenagakerjaan ke Istana

Rabu, 23 September 2026 20:03 WIB
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea saat konferensi pers di Kantor Sekretariat Bersama KBPBI, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (23/9/2026). Foto: Boy Sakti/RM
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea saat konferensi pers di Kantor Sekretariat Bersama KBPBI, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (23/9/2026). Foto: Boy Sakti/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) memastikan aksi damai besar-besaran di Jakarta, Kamis (24/9/2026) besok, digelar. Sebanyak 50 ribu buruh dari berbagai daerah disiapkan untuk mengawal penyampaian aspirasi terkait RUU Perlindungan Ketenagakerjaan.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menegaskan, aksi tersebut murni untuk menyampaikan aspirasi kaum buruh kepada Presiden Prabowo Subianto. Tidak ada agenda politik untuk menggoyang atau menjatuhkan pemerintahan.

"Aksi besar damai tetap dilaksanakan besok. Total massa hampir mencapai 50 ribu buruh," ungkap Andi Gani dalam konferensi pers di Kantor Sekretariat Bersama KBPBI, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (23/9/2026).

Massa buruh berasal dari Jawa Barat, Banten, Bekasi dan DKI Jakarta. Mereka akan bergerak menggunakan sepeda motor menuju Jakarta. Andi Gani mengatakan, titik awal massa berada di kawasan Semanggi jam 10.00 WIB.

Dari sana, rombongan akan bergerak perlahan menuju kawasan UOB, sebelum Grand Indonesia. Dia membantah informasi yang menyebut titik kumpul aksi berada di Bundaran Hotel Indonesia (HI).

"Tidak benar kalau titik kumpulnya di Bundaran HI. Banyak sekali hoaks. Titik kumpul awalnya dari Semanggi dan kami akan menunggu delegasi di depan UOB," ujarnya.

Baca juga : Kawal RUU Ketenagakerjaan, KSPSI AGN Minta DPR Dengarkan Aspirasi Buruh

Pada saat yang sama, sejumlah pimpinan konfederasi buruh akan menemui Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman di Bina Graha, sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka akan menyerahkan petisi dan aspirasi buruh untuk diteruskan kepada Presiden Prabowo.

Andi Gani menegaskan, aksi tersebut merupakan pilihan terakhir setelah buruh menempuh jalur diplomasi selama sekitar empat bulan. "Pilihan ini pilihan yang sangat-sangat terakhir buat kami," katanya.

Dirinya juga membantah kabar yang menyebut aksi tersebut berkaitan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Kami tegaskan tidak benar. Tidak ada niatan gerakan buruh ini untuk menggoyang-goyang, menjatuhkan pemerintahan yang sah," tegasnya.

Menurut Andi Gani, hubungan buruh dengan Presiden Prabowo tetap baik. Bahkan, dia menyebut Prabowo sebagai pemimpin yang selama ini membuka ruang dialog dengan buruh.

Karena itu, petisi yang akan disampaikan ke Istana disebutnya sebagai bentuk komunikasi antara buruh dengan pemerintah.

Baca juga : RUU Ketenagakerjaan, Gerindra Buka Pintu Buruh Salurkan Aspirasi

"Seperti ayah kami, ini kirim surat anak ke ayahnya. Jadi tidak ada petisi yang menyeramkan, mengancam, tidak ada," jelasnya.

Andi Gani memastikan aksi akan berlangsung singkat. Setelah delegasi menyampaikan aspirasi dan mendapatkan respons dari Istana, massa langsung dibubarkan. Andi Gani menargetkan aksi selesai sebelum pukul 13.00 WIB.

"Setelah penyampaian selesai di Istana, kami akan mengumumkan kepada puluhan ribu anggota kami, setelah itu kami pulang. Tidak ada rencana bertahan sampai sore," jelasnya.

Massa juga tidak akan masuk ke kawasan Bundaran HI. Langkah tersebut, kata Andi Gani, untuk mencegah aksi dipolitisasi dan menghindari kesan adanya perlakuan berbeda terhadap kelompok massa lainnya.

Andi Gani menyebut terdapat 11 tuntutan yang diperjuangkan KBPBI dalam pembahasan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan. Beberapa isu utama yang menjadi perhatian adalah pengupahan, outsourcing, jaminan sosial, PKWT, pekerja platform, jaminan pesangon, cuti haid dan pemagangan.

Andi Gani mengakui dalam beberapa poin sudah terdapat perkembangan positif dalam pembahasan antara buruh, pemerintah dan DPR.

Baca juga : Hadapi Disrupsi 2030, Apindo Minta UU Ketenagakerjaan Lebih Adaptif

"Kami mendapatkan informasi tadi sore sudah mulai ada beberapa perubahan yang positif, tapi tidak dapat kami umumkan di sini," ucapnya.

KBPBI berharap perkembangan tersebut menjadi jalan keluar agar regulasi ketenagakerjaan yang sedang dibahas dapat mengakomodasi kepentingan pekerja.

Andi Gani juga mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang memberikan ruang bagi buruh untuk menyampaikan aspirasi secara demokratis.

"Kami menghargai juga kerja keras dari Menaker bersama seluruh Panja Komisi IX, lalu Bapak Kapolri yang memberikan ruang demokrasi yang sangat luar biasa, asalkan aman dan damai," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.