BREAKING NEWS
 

Astra Daihatsu Dan Hotel Accor Buka Jalan Lulusan SMK Ke Dunia Kerja

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Rabu, 19 Agustus 2026 15:15 WIB
Head of General Affairs Division PT Astra Daihatsu Motor Ferry Nugroho menyampaikan testimoni dalam kegiatan kemitraan SMK dan industri di Yogyakarta, Rabu (19/8/2026). Foto: BAMBANG TRISMAWAN/RM.ID

RM.id  Rakyat Merdeka - Kemitraan antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan dunia industri mulai membuka jalan lebih lebar bagi lulusan untuk memasuki dunia kerja. Pengalaman PT Astra Daihatsu Motor dan jaringan hotel Accor menunjukkan, pembinaan yang dilakukan sejak siswa masih di bangku sekolah dapat mempercepat kesiapan mereka menjadi tenaga kerja.

Hal tersebut disampaikan Head of General Affairs Division PT Astra Daihatsu Motor Ferry Nugroho dan Cluster General Manager Grand Mercure & Ibis Yogyakarta Adisucipto Pupung Sutisna dalam kegiatan Peningkatan Kapabilitas SDM Kemitraan SMK dan Dunia Usaha Dunia Industri di Hotel Grand Mercure, Yogyakarta, Rabu (19/8/2026).

Ferry mengatakan, Astra Daihatsu Motor memiliki program pembinaan SMK yaitu Pintar Bersama Daihatsu. Program tersebut berfokus pada peningkatan kompetensi siswa sekaligus pengenalan budaya industri. Program tersebut saat ini menjangkau sekitar 445 SMK di Indonesia, dengan sekitar 28 sekolah mendapat pembinaan secara intensif.

Menurut dia, pembinaan dilakukan tidak hanya melalui peningkatan kompetensi teknis, tetapi juga dengan mengenalkan budaya dan kebiasaan kerja di industri kepada siswa.

“Kami juga berupaya menghadirkan suasana industri ke sekolah, sehingga siswa tidak merasa asing dan bisa lebih familiar dengan suasana kerja di industri,” ujar Ferry.

Upaya tersebut dinilai penting karena Astra Daihatsu Motor juga membuka peluang rekrutmen bagi lulusan SMK. Namun, persaingan dalam rekrutmen terbuka cukup ketat.

Baca juga : Dirjen Tatang Ingin Anak SMK Jadi Karyawan Sebelum Lulus

Ferry mencontohkan, ketika perusahaan membuka rekrutmen secara umum, peluang pelamar untuk lolos bisa hanya sekitar satu dari 100 orang.

Karena itu, perusahaan memperkuat pembinaan bersama sekolah. Materi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan industri, termasuk kompetensi teknis dan budaya kerja.

“Dengan program pembinaan kami, proses pelatihan tersebut bisa dilakukan di sekolah. Ketika mereka direkrut, mereka bisa lebih cepat langsung terjun ke pekerjaan,” katanya.

Menurut Ferry, tanpa pembinaan sejak sekolah, pekerja baru biasanya masih membutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk mempersiapkan diri sebelum dapat menjalankan pekerjaan secara optimal. Melalui pembinaan bersama sekolah, proses adaptasi tersebut diharapkan dapat dipercepat.

Adsense

Astra Daihatsu Motor juga memiliki lima level pembinaan yang dapat diikuti SMK. Setiap sekolah memiliki kondisi dan kesiapan berbeda, sehingga proses peningkatan level dilakukan secara bertahap.

Ferry menegaskan, keberhasilan kemitraan tidak cukup diukur dari jumlah kerja sama yang ditandatangani. Yang lebih penting adalah bagaimana kerja sama tersebut meningkatkan kemampuan sekolah dan siswa menghadapi kebutuhan dunia industri.

Baca juga : 50 SMK Jogja Gandeng Industri, Tingkatkan Kompetensi Siswa Hadapi Dunia Kerja

Training Berujung Rekrutmen

Pengalaman serupa terjadi di sektor perhotelan. Cluster General Manager Grand Mercure & Ibis Yogyakarta Adisucipto Pupung Sutisna mengatakan, industri perhotelan terbuka memberikan kesempatan kepada siswa SMK untuk menjalani training sekaligus mengenal dunia kerja secara langsung.

Pupung mengatakan, jaringan Accor International memiliki sekitar 162 hotel di Indonesia. Di Yogyakarta, terdapat enam hotel dalam jaringan tersebut.

Menurut dia, program training menjadi pintu masuk bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja.

“Kami sangat terbuka untuk menerima dan memberikan kesempatan kepada adik-adik SMK, khususnya untuk mengikuti training di hotel. Ini merupakan peluang yang sangat bagus bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman sekaligus mengenal dunia kerja secara langsung,” ujarnya.

Pupung bahkan menyebut sejumlah peserta training yang pernah dibinanya kemudian diangkat menjadi karyawan. Mereka memulai dari daily worker, kemudian berkembang menjadi karyawan setelah menunjukkan kemampuan dan keterampilan yang baik.

Baca juga : Kemendikdasmen Borong 4 Penghargaan Di Media Relations Awards SPS 2026

“Dari anak-anak training itu, saya langsung angkat mereka untuk menjadi karyawan. Dari mulai daily worker, kemudian kemampuan dan skill mereka luar biasa,” katanya.

Program training juga dapat berlangsung selama enam bulan hingga satu tahun. Masa tersebut dimanfaatkan untuk membekali sekaligus melihat kesiapan siswa sebelum masuk ke dunia kerja.

Pupung menilai, kesempatan bagi siswa SMK untuk memperoleh training dan pengalaman kerja saat ini semakin terbuka. Karena itu, kerja sama antara sekolah dan industri perlu terus diperkuat.

“Kami sangat bersinergi dengan sekolah-sekolah pariwisata dan perhotelan untuk terus membina mereka sehingga akan sangat siap bekerja,” ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense