Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Tim Hukum Febrie: Jawaban Polri dan Kejagung Perkuat Praperadilan
- Rapat 4 Jam di BPKP, Hashim & Ara Bahas Pembentukan Tim Kawal Investasi Qatar
- Tahan Suku Bunga Di 5,75%, BI Fokus Jaga Stabilitas Rupiah
- Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair Digagalkan, MMB: Kado Indah HUT Kemerdekaan
- Juara Dewata Series, Igor Tolic Puji Mentalitas Skuad Persib
50 SMK Jogja Gandeng Industri, Tingkatkan Kompetensi Siswa Hadapi Dunia Kerja
Rabu, 19 Agustus 2026 13:26 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sebanyak 50 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meneken Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Kemitraan ini diarahkan untuk mendekatkan pembelajaran SMK dengan kebutuhan industri sekaligus membekali siswa menghadapi dunia kerja.
Penandatanganan PKS dilakukan dalam kegiatan Peningkatan Kapabilitas SDM Kemitraan SMK dan Penandatanganan PKS antara SMK dengan DUDI di Hotel Grand Mercure Yogyakarta, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan diinisiasi Direktorat SMK, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Acara dihadiri Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tatang Muttaqin, Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Manajemen dan Kelembagaan Didik Suhardi serta Kabid Pendidikan SMK Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Pemprov DIY Wiwik Indriyani. Sekitar 25 perwakilan dunia usaha dan industri turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Astra Daihatsu, Trakindo, serta perwakilan industri perhotelan.
Direktur SMK Kemendikdasmen Arie Wibowo Khurniawan mengatakan, kerja sama dengan industri harus memberikan manfaat nyata bagi sekolah dan siswa. Kemitraan tidak cukup hanya ditandai dengan penandatanganan dokumen, tetapi perlu diterjemahkan dalam berbagai kegiatan yang mempertemukan pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan industri.
"Tujuannya satu, yaitu menghasilkan kemitraan yang berdampak dan bermanfaat bagi SMK, mulai dari penyelarasan kurikulum, peningkatan kompetensi guru dan siswa, sertifikasi, serta praktik kerja lapangan yang terprogram dan sistematis," kata Arie.
Menurut Arie, penandatanganan PKS tersebut merupakan bagian dari delapan program kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri yang tengah diinisiasi Direktorat SMK sesuai arahan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus.
Baca juga : HUT ke-81 RI, Mendikdasmen Ajak Rawat Indonesia dengan Gotong Royong
Salah satu langkah yang disiapkan adalah membangun database mitra strategis DUDI. Mitra industri yang bekerja sama dengan Kemendikdasmen akan dihimpun dalam database tersebut, kemudian dipasangkan dengan spektrum keahlian serta klasifikasi bidang usaha.
Dengan pemetaan itu, kemitraan diharapkan lebih tepat sasaran. Industri dapat menemukan sekolah yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhannya, sementara SMK mendapatkan mitra yang relevan untuk mengembangkan pembelajaran dan kompetensi siswa.
Arie juga ingin pola praktik kerja lapangan (PKL) siswa berubah menjadi lebih terarah. Industri nantinya diharapkan tidak hanya menerima siswa untuk menjalani PKL, tetapi ikut menentukan proyek yang harus dikerjakan selama berada di tempat kerja.
"Industri akan menetapkan proyek-proyek yang harus diselesaikan oleh anak-anak kita selama PKL, sehingga PKL itu punya arah dan memberikan dampak," ujarnya.
Dengan pola tersebut, pengalaman siswa selama PKL tidak berhenti pada mengenal lingkungan kerja. Siswa dapat belajar menyelesaikan pekerjaan dan persoalan yang benar-benar dihadapi industri sesuai bidang keahliannya.
Penguatan kemitraan juga diarahkan pada kebekerjaan lulusan. Direktorat SMK tengah membangun sistem kebekerjaan luar negeri agar lulusan SMK memiliki peluang memasuki pasar kerja internasional.
Baca juga : Kemendikdasmen Kirim 50 Tenda Darurat Tangani Dampak Gempa Flores
Arie mengungkapkan, pihaknya bersama Dinas Pendidikan Provinsi Yogyakarta akan menginisiasi program untuk memberangkatkan sekitar 1.500 siswa SMK ke luar negeri pada Oktober mendatang.
Ia mengatakan, setiap lulusan SMK harus memiliki tujuan kebekerjaan yang jelas. Peluang tersebut tidak hanya diarahkan ke pasar kerja dalam negeri, tetapi juga luar negeri.
"Ini merupakan mandat dari Bapak Presiden dan kita harus bisa mengukur setiap lulusan sekolah dengan tujuan kebekerjaan, termasuk peluang bekerja di luar negeri," katanya.
Arie menilai keterlibatan industri dalam pendidikan SMK menjadi hal penting karena sekolah kejuruan memang disiapkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.
"Karena SMK itu lahir dari industri, maka pengelolaan SMK tidak sama dengan pengelolaan SD, SMP dan SMA. Pengelolaan SMK harus benar-benar menjadi replika industri," tegasnya.
Karena itu, Direktorat SMK juga mendorong agar hubungan sekolah dan industri menjadi kemitraan yang saling memberikan manfaat. Salah satu gagasan yang disiapkan adalah mengusulkan skema tax deduction kepada Kementerian Keuangan bagi industri yang bermitra dengan SMK.
Baca juga : Wamen Fajar: Kebijakan Pendidikan Prabowo Mulai Dirasakan Hingga Ujung Negeri
"Sehingga industri yang bermitra dengan SMK juga mendapatkan manfaat," cetusnya.
Selain memperkuat hubungan dengan industri, Direktorat SMK terus menyelaraskan keahlian yang diajarkan di sekolah dengan standar yang digunakan industri dan dunia kerja. Arie mengatakan, pihaknya telah meluncurkan standar dunia untuk bidang tertentu yang dapat diakses melalui laman Direktorat SMK.
Penguatan sertifikasi kompetensi juga menjadi bagian dari program tersebut. Arie menyebut masih ada Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang izinnya sudah tidak berlaku sehingga perlu diperkuat kembali. Bersamaan dengan itu, skema sertifikasi okupasi akan diperkuat dengan melibatkan industri.
Kemitraan juga akan diperluas untuk SMK di luar Jawa yang masih kekurangan mitra industri. Penguatan jejaring DUDI diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman kerja, sertifikasi dan peluang kebekerjaan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya