BREAKING NEWS
 

Rayakan HUT RI Ke-81, Gedung FIB UGM Garapan Waskita Karya Diresmikan

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Kamis, 20 Agustus 2026 13:36 WIB
Gedung Siti Baroroh Baried FIB UGM di Yogyakarta yang dibangun Waskita Karya memiliki delapan lantai dan dilengkapi fasilitas akademik serta konsep green building. (Dok. Waskita)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gedung Siti Baroroh Baried Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta resmi digunakan bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Gedung yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk itu memiliki nilai proyek sekitar Rp131 miliar.

Gedung tersebut dirampungkan Waskita Karya pada awal Agustus 2026. Peresmian dilakukan Rektor UGM Prof Ova Emilia, didampingi Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko. Turut hadir jajaran pimpinan universitas, guru besar, serta sivitas akademika UGM.

Ova mengatakan keberadaan gedung baru tersebut harus diikuti dengan pemanfaatan fasilitas secara optimal. Menurutnya, kebersihan, keamanan, dan kenyamanan lingkungan juga perlu dijaga, termasuk keberadaan ruang terbuka hijau (RTH).

“RTH adalah aset bagi kelangsungan ekologi, kesehatan lingkungan, dan kualitas hidup masyarakat. Sehingga tercipta ruang akademik yang sehat dan kondusif bagi proses pembelajaran,” ujar Ova.

Rektor UGM Prof Ova Emilia didampingi Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko meresmikan Gedung Siti Baroroh Baried FIB UGMcaption. Dok. Waskita.

Paulus mengatakan Waskita Karya turut memperhatikan aspek lingkungan dalam pembangunan Gedung Siti Baroroh Baried. Hal itu terlihat dari keberadaan pepohonan yang mengelilingi gedung.

Baca juga : Waskita Karya Pastikan Sekolah Rakyat Tuban Aman, 300 Siswa Ikuti MPLS

“Area hijau tidak hanya membuat tampilan gedung lebih indah dan asri, tapi juga mendukung kualitas udara yang lebih baik sekaligus bagian dari upaya melestarikan alam. Diharapkan seluruh bagian dari Gedung C FIB UGM dapat mendorong berbagai kegiatan perkuliahan,” kata Paulus dalam keterangan resmi, Kamis (20/8/2026).

Bangunan yang berada di depan Jalan Nusantara tersebut terdiri dari delapan lantai. Gedung ini diperuntukkan sebagai Laboratorium Bahasa dan Pusat Pengembangan Riset Humaniora.

Sejumlah fasilitas melengkapi gedung tersebut, antara lain ruang pameran, auditorium, amphitheater, co-working space, perpustakaan, musala, dan ruang kelas.

Dari sisi desain, gedung mengusung konsep padepokan yang menonjolkan karakter budaya Nusantara. Konsep tersebut diwujudkan antara lain melalui penggunaan gerbang Candi Bentar Majapahit dan material bata berwarna merah sebagai penegas identitas FIB UGM.

Adsense

“Bangunan juga menggunakan konsep green building. Salah satunya dengan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di area atap,” jelas Paulus.

Baca juga : Perkuat Tata Kelola Kearsipan, Waskita Karya Serahkan Arsip Statis Ke ANRI

Menurut Paulus, fasilitas baru tersebut dapat mendukung pengembangan riset dan kegiatan akademik di bidang humaniora. Bidang yang dikembangkan mencakup sejarah, linguistik, sastra, arkeologi, antropologi, hingga kajian pariwisata.

Pembangunan gedung tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi Waskita Karya dalam mendukung pengembangan pendidikan dan keilmuan di Indonesia.

“Memasuki usia Indonesia ke-81, Waskita Karya sebagai BUMN Konstruksi yang telah berpengalaman lebih dari 65 tahun, menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa,” tutur Paulus.

Dia menilai peningkatan sarana pendidikan menjadi semakin penting menjelang bonus demografi 2045. Infrastruktur pendidikan yang memadai diharapkan dapat mendukung lahirnya sumber daya manusia berkualitas dan pemimpin masa depan.

“Menjelang bonus demografi pada 2045 mendatang, kami menyadari pentingnya peningkatan sarana dan fasilitas pendidikan di berbagai tingkatan, guna mencetak para pemimpin di masa depan,” ujarnya.

Baca juga : Waskita Karya Realty Hadirkan Brand Vasaka di Danantara Housing Expo 2026

Selain Gedung Siti Baroroh Baried, Waskita Karya sebelumnya telah menyelesaikan sejumlah proyek fasilitas pendidikan di berbagai perguruan tinggi. Di lingkungan UGM, perseroan mengerjakan pembangunan gedung pertemuan Grha Sabha Pramana (GSP) dan Gedung Inovasi dan Kreativitas (GIK).

Waskita juga terlibat dalam pembangunan Gedung Fakultas Ilmu Kesehatan dan Perpustakaan Universitas Indonesia (UI), Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Jawa Barat, serta sejumlah fasilitas pendidikan lainnya.

Proyek tersebut antara lain pembangunan Politeknik Negeri Media Kreatif di Jakarta, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Gedung Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Politeknik Negeri Malang (PNM), Gedung Kuliah Terpadu UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan Menara Pinisi Universitas Negeri Makassar (UNM).

PT Waskita Karya (Persero) Tbk merupakan BUMN yang berdiri pada 1961. Perseroan menjadi perusahaan publik pada Desember 2012 dan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham WSKT.

Dalam perkembangannya, Waskita memperluas peran di sektor konstruksi dan infrastruktur melalui sejumlah anak usaha, di antaranya PT Waskita Beton Precast Tbk, PT Waskita Toll Road, PT Waskita Karya Realty, dan PT Waskita Karya Infrastruktur.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense