Dark/Light Mode

HUT Jakarta Ke-499, Waskita Ungkap Jejak Karya Yang Membentuk Wajah Ibu Kota

Selasa, 23 Juni 2026 11:13 WIB
HALTE IKONIK: Suasana Halte Transjakarta Bundaran HI/Tosari di Jakarta. Halte hasil revitalisasi Waskita Karya ini menjadi ikon transportasi publik modern sekaligus ruang publik baru bagi warga Ibu Kota. Foto: Waskita Karya.
HALTE IKONIK: Suasana Halte Transjakarta Bundaran HI/Tosari di Jakarta. Halte hasil revitalisasi Waskita Karya ini menjadi ikon transportasi publik modern sekaligus ruang publik baru bagi warga Ibu Kota. Foto: Waskita Karya.

RM.id  Rakyat Merdeka - Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta, PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengungkap jejak kontribusinya dalam pembangunan berbagai infrastruktur yang membentuk wajah Ibu Kota. Selama lebih dari lima dekade, perusahaan pelat merah tersebut terlibat dalam pembangunan sarana transportasi, gedung ikonik, fasilitas kesehatan, hingga ruang publik yang kini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jakarta.

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan, Jakarta merupakan pusat pemerintahan, bisnis, dan perekonomian nasional yang terus bertransformasi menuju kota global yang modern dan berkelanjutan. Karena itu, Waskita merasa terhormat dapat menjadi bagian dari perjalanan pembangunan kota tersebut.

“Jakarta bukan hanya pusat pemerintahan dan bisnis, tetapi juga episentrum pertumbuhan ekonomi nasional yang terus bergerak dan bertransformasi. Maka Waskita Karya merasa terhormat dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang pembangunan Jakarta melalui berbagai karya infrastruktur yang mendukung mobilitas, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat,” ujar Ermy dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026).

Saat ini, Waskita tengah merampungkan Proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai senilai Rp4,1 triliun milik PT Jakarta Propertindo (Perseroda). Proyek tersebut akan menghubungkan Jakarta Timur dan Jakarta Pusat sekaligus memperkuat integrasi antarmoda di Stasiun Manggarai yang merupakan simpul transportasi terbesar di Indonesia.

Menurut Ermy, kehadiran jalur tersebut diharapkan mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik, mengurangi kemacetan, meningkatkan produktivitas, serta mendukung target penurunan emisi karbon di kawasan metropolitan.

Baca juga : Pram & Rano Kompak Pakai Baju Adat Betawi

Ia menegaskan pembangunan infrastruktur tidak hanya menghadirkan konektivitas fisik, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Karena itu, Waskita berkomitmen menghadirkan infrastruktur berkualitas yang mampu memperkuat daya saing Jakarta sebagai kota global.

Jejak pembangunan Waskita di Jakarta telah dimulai sejak 1973. Selama lebih dari 50 tahun, perusahaan membangun berbagai infrastruktur yang kini menjadi bagian penting dari aktivitas masyarakat sehari-hari.

Salah satu karya yang kini menjadi ikon baru ruang publik Jakarta adalah Halte Transjakarta Tosari di kawasan Bundaran HI. Dengan desain menyerupai kapal pesiar, halte tersebut tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi modern, tetapi juga menjadi destinasi favorit warga untuk menikmati panorama pusat kota.

“Halte Tosari menunjukkan bahwa infrastruktur saat ini tidak hanya harus fungsional, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat,” kata Ermy.

Selain itu, Waskita juga merevitalisasi sejumlah halte strategis seperti Dukuh Atas 1 dan Cikoko yang terintegrasi dengan jaringan LRT Jabodebek. Kehadiran fasilitas ramah disabilitas, area komersial, dan ruang publik yang lebih nyaman menjadi bagian dari upaya menciptakan sistem transportasi yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca juga : HUT ke-47, Bintaro Jaya Berikan Promo DP 0 Persen untuk Rumah Idaman

Kontribusi Waskita dalam meningkatkan konektivitas Jakarta juga terlihat melalui pembangunan Stasiun BNI City yang menjadi salah satu gerbang utama perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Tak hanya di sektor transportasi, Waskita juga membangun sejumlah landmark yang membentuk cakrawala Jakarta. Di antaranya Wisma 46 yang menjulang setinggi 262 meter dan hingga kini menjadi salah satu gedung paling ikonik di Indonesia.

Perseroan juga membangun Plaza Mandiri yang kini bertransformasi menjadi Wisma Danantara Indonesia, kantor Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia).

“Kami bangga karena berbagai karya yang dibangun Waskita tidak hanya menjadi aset fisik, tetapi juga terus dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik, dan agenda strategis pemerintah,” ujar Ermy.

Jejak pembangunan Waskita juga hadir di Kompleks Bank Indonesia melalui pembangunan sejumlah menara dan fasilitas pendukung yang masih digunakan hingga saat ini.

Baca juga : Pramono Resmikan Jembatan Ancol-JIS dan Gratiskan Transportasi Umum

Selain itu, perusahaan turut membangun berbagai fasilitas publik seperti Senayan City, Kota Kasablanka, Perpustakaan Nasional, Masjid Istiqlal, Terowongan Silaturahmi, hotel, rumah ibadah, hingga pusat perbelanjaan.

Dalam sektor kesehatan, Waskita berkontribusi dalam pembangunan dan pengembangan sejumlah rumah sakit strategis, antara lain RSUP Fatmawati, RSCM, RSUD Pasar Minggu, serta RS Darurat Covid-19 Kemayoran yang berperan penting selama pandemi.

Saat ini, Waskita juga tengah menyelesaikan pembangunan Kantor Kedutaan Besar India di Jakarta Selatan yang diharapkan semakin memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat diplomasi internasional.

“Selama lebih dari setengah abad, Waskita bertumbuh bersama Jakarta. Kami tidak hanya membangun gedung dan infrastruktur, tetapi juga ikut membangun konektivitas, produktivitas, dan masa depan kota yang menjadi pusat aktivitas ekonomi Indonesia. Komitmen itu akan terus kami lanjutkan untuk mendukung Jakarta menuju usia 500 tahun dan seterusnya,” tutup Ermy.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.