Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Resmi Jadi WNI, Mitchell Baker Siap Perkuat Timnas Indonesia
- Bersama Danantara, BRI Kontribusikan Pajak Terbesar Dukung Pembangunan Nasional
- 3 Pemimpin Dunia Berkunjung Dalam Sepekan, Qodari: Bukti RI Makin Dipercaya
- BPJS Ketenagakerjaan Bekali Ahli Waris Jadi Wirausaha Lewat Program PEKA
- PTPP Raih Proyek Pembangunan Tower 4 ITS Surabaya Senilai Rp 151,9 Miliar
Pramono Tinjau Proyek LRT Jakarta Fase 1B, Waskita Targetkan Rampung Tepat Waktu
Selasa, 14 Juli 2026 18:24 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai, Selasa (14/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Pramono optimistis proyek senilai Rp4,1 triliun itu dapat menjadi solusi transportasi perkotaan sekaligus memperkuat konektivitas antarmoda di Ibu Kota.
Pramono didampingi Direktur Utama Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin, Direktur Teknik dan Pengembangan Jakpro Robert Sajaka, Direktur Utama PT LRT Jakarta Aditia Kesuma Negara, serta Direktur Operasi II PT Waskita Karya Paulus Budi Kartiko.
Menurut Pramono, kehadiran LRT Jakarta Fase 1B akan menjadi inspirasi atau role model dalam menyelesaikan persoalan transportasi di Jakarta.
"Semua aktivitas ini sepenuhnya dilakukan oleh anak bangsa melalui PT Waskita dan Nindya," ujar Pramono.
Ia berharap LRT Jakarta Fase 1B dapat diresmikan pada Agustus mendatang dan menjadi wajah baru transportasi publik di Jakarta.
Baca juga : Pramono Izinkan ASN DKI Jakarta Antar Anak pada Hari Pertama Sekolah
Rute Velodrome-Manggarai akan menghubungkan Jakarta Timur dengan Jakarta Pusat sekaligus memperkuat integrasi antarmoda di Stasiun Manggarai.
Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko mengatakan pembangunan proyek terus berjalan sesuai target. Salah satu pekerjaan krusial yang telah diselesaikan adalah pemasangan steel box girder di atas jalur aktif Double-Double Track (DDT) Manggarai.
"Saat ini telah diselesaikan pemasangan Steel Box Girder di atas jalur kereta api aktif Double-Double Track (DDT) Manggarai, dengan window time terbatas kurang dari tiga jam. Rangkaian pemasangan girder dilakukan tanpa mengganggu operasional KRL maupun kereta antarkota yang melintasi jalur tersebut," kata Paulus.
Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen Waskita dalam menerapkan standar Quality, Health, Safety, and Environment (QHSE), sehingga pekerjaan konstruksi tetap mengutamakan mutu, keselamatan kerja, dan perlindungan lingkungan.
Menurut Paulus, hingga saat ini proyek LRT Jakarta Fase 1B juga telah mencatatkan 7,5 juta jam kerja selamat tanpa kecelakaan (lost time injury).
Baca juga : Pramono Nggak Pede Menaikkan Tarif TransJakarta, Masih Hitung Besaran Subsidi
"Capaian ini menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan proyek yang berada di tengah padatnya lalu lintas Jakarta serta ruang kerja yang terbatas," ujarnya.
Saat ini, pekerjaan memasuki tahap pengecoran slab deck atau lantai struktural jembatan. Selanjutnya akan dilakukan pemasangan beton precast parapet dan uditch.
Waskita menargetkan pengecoran slab track selesai pada 1 Agustus 2026 sehingga dapat mendukung persiapan uji coba perjalanan kereta (train run) hingga Stasiun Manggarai.
Paulus mengungkapkan, train run sejauh 3,6 kilometer hingga Stasiun Kayu Manis telah beberapa kali dilakukan dengan hasil yang menunjukkan jalur aman untuk dioperasikan.
"Pengujian sistematis dan terstruktur terhadap semua komponen terus dilakukan, mulai dari jalur, persinyalan, kelistrikan, komunikasi, hingga integrasi operasional. Setiap meter jalur LRT Jakarta Fase 1B merupakan bagian dari tanggung jawab Waskita kepada masyarakat," katanya.
Baca juga : Pramono Siapkan LPDP Jakarta Rp 100 M, Lulusan KJMU Berpeluang Kuliah S2 dan S3
Ia menambahkan, pembangunan LRT Jakarta Fase 1B bukan hanya menjadi proyek konstruksi, tetapi juga menjadi ajang pembuktian kemampuan Waskita dalam membangun infrastruktur transportasi berstandar tinggi.
Waskita optimistis kehadiran LRT Jakarta Fase 1B akan menambah pilihan transportasi publik modern, memudahkan mobilitas masyarakat, serta mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.
Selain meningkatkan konektivitas perkotaan, proyek tersebut juga diharapkan berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon dan mendukung target Net Zero Emission (NZE) yang dicanangkan pemerintah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya