Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Bangun 29 Bendungan, Waskita Karya Perkuat Ketahanan Pangan Dan Ekonomi Daerah
- Terima Ancaman Bom, SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel Disisir Densus 88
- TikTok Perkuat Transparansi dan Literasi Konten Buatan AI
- PGN Sebut Jaringan Gas Sumatera Makin Kuat, Investor Diajak Lihat Langsung
- Disebut sebagai Sahabat, Kapolri Panggil Jaksa Agung Kakak Asuh
Waskita Karya Garap Tiga Sekolah Rakyat Di Papua Senilai Rp1,07 Triliun
Selasa, 7 Juli 2026 15:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Waskita Karya (Persero) Tbk kembali dipercaya pemerintah membangun tiga kawasan Sekolah Rakyat (SR) di Provinsi Papua dengan total nilai kontrak Rp1,07 triliun. Proyek tersebut diharapkan memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di kawasan Indonesia Timur.
Pembangunan akan dilaksanakan melalui Kerja Sama Operasi (KSO) Waskita–Adhi–PAB di Kabupaten Jayapura, Kabupaten Sarmi, dan Kabupaten Biak Numfor. Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 5,5 bulan sehingga fasilitas pendidikan dapat mulai digunakan pada Januari 2027.
Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk dukungan perseroan terhadap agenda pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Baca juga : Belgia Kubur Mimpi Amerika Serikat Di Piala Dunia 2026
"Pembangunan Sekolah Rakyat di Papua bukan sekadar menghadirkan infrastruktur pendidikan, tetapi menjadi investasi jangka panjang untuk membangun generasi unggul Indonesia. Kepercayaan yang diberikan Kementerian Pekerjaan Umum kepada Waskita merupakan amanah yang kami jawab melalui kualitas pelaksanaan, inovasi konstruksi, serta kolaborasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan," ujar Ermy dalam keterangan resmi, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, proyek di wilayah paling timur Indonesia tersebut memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam aspek logistik. Karena itu, Waskita telah menyiapkan strategi mobilisasi material, peralatan, dan sumber daya secara terintegrasi melalui Pelabuhan Jayapura, Pelabuhan Sarmi, dan Pelabuhan Biak agar pekerjaan berjalan sesuai target.
Lingkup pekerjaan mencakup pembangunan ruang kelas untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama putra dan putri, gedung serbaguna, rumah susun guru, rumah ibadah, kantin, lapangan, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya. Seluruh fasilitas tersebut dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu.
Baca juga : Tinjau Sekolah Rakyat Di Medan, AHY: Pendidikan Gratis Putus Rantai Kemiskinan
Ermy menegaskan, Waskita memandang pembangunan infrastruktur sosial sebagai bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Kehadiran Sekolah Rakyat di Papua diharapkan tidak hanya meningkatkan akses pendidikan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
"Proyek ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja, menggerakkan rantai pasok daerah, sekaligus menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar," katanya.
Kepercayaan menggarap proyek Sekolah Rakyat di Papua semakin memperkuat rekam jejak Waskita sebagai BUMN konstruksi yang telah berkontribusi membangun berbagai proyek strategis nasional selama lebih dari 65 tahun.
Baca juga : Aktivis 98 Kawal MBG Dan Sekolah Rakyat Demi Keadilan Sosial
Dengan pengalaman menangani proyek di berbagai wilayah, termasuk daerah dengan tantangan geografis yang tinggi, Waskita optimistis mampu menyelesaikan pembangunan sesuai target, baik dari sisi mutu, waktu, maupun biaya.
Perseroan juga menegaskan akan terus mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, keselamatan kerja, inovasi, dan keberlanjutan dalam setiap proyek. Waskita meyakini pembangunan infrastruktur tidak hanya menghasilkan aset fisik, tetapi juga menjadi fondasi peningkatan kualitas hidup masyarakat serta daya saing bangsa di masa depan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya