RM.id Rakyat Merdeka - Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) mengedukasi sedikitnya 5.000 peserta Jambore Nasional (Jamnas) XII 2026 mengenai pengembangan energi terbarukan dan implementasi program mandatori biodiesel hingga B50 di Indonesia.
Edukasi tersebut berlangsung di Balai Sahabat Biodiesel, Zona Teknologi Energi Terbarukan, Kampung Teknologi Seni Budaya (TSB), Buperta Cibubur, Jakarta Timur, pada 15-20 Agustus 2026.
“Dalam kegiatan ini, Aprobi memperkenalkan pemanfaatan energi terbarukan atau bahan bakar nabati, di mana saat ini Indonesia telah mengimplementasikan program mandatori biodiesel hingga B50,” ujar Wakil Ketua Umum Aprobi Catra de Thouars dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026).
Catra mengatakan, promosi biodiesel dan kelapa sawit telah menjadi agenda rutin Aprobi dalam kegiatan kepramukaan nasional. Aprobi sebelumnya berpartisipasi dalam Jambore Nasional X 2016 dan Raimuna Nasional XI 2017 serta terus mengikuti kegiatan kepramukaan nasional berikutnya.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan melibatkan Pramuka Kwarda DKI Jakarta sebagai tutor. Aprobi juga menggandeng sejumlah asosiasi sawit, antara lain Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan Asosiasi Produsen Oleokimia Indonesia (APOLIN).
Baca juga : Didukung BPDP, APKASINDO Kaltara Perkuat Koperasi Sawit Rakyat
Menurut Catra, terdapat empat pesan utama yang disampaikan kepada generasi muda dalam kegiatan tersebut. Pertama, menjelaskan program mandatori biodiesel hingga B50 sebagai capaian Indonesia dalam pemanfaatan bahan bakar nabati berbasis minyak sawit.
Kedua, peserta diperkenalkan dengan peran kelapa sawit sebagai bahan baku utama biodiesel di Indonesia. Ketiga, mereka diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan produk sawit dalam kehidupan sehari-hari selama 24 jam, sehingga sawit tidak hanya dipandang sebagai bahan baku minyak goreng.
“Manfaat sawit sangat besar dalam kehidupan kita sehari-hari. Sawit juga merupakan aset sumber daya alam penyumbang devisa terbesar bagi negara kita sehingga harus kita banggakan dan jaga dari berbagai informasi negatif,” katanya.
Pesan keempat berkaitan dengan kontribusi kelapa sawit terhadap perekonomian dan devisa negara. Menurut Catra, posisi strategis komoditas tersebut perlu dipahami generasi muda agar mereka memiliki pengetahuan yang lebih utuh mengenai industri sawit nasional.
Ia menilai, Pramuka memiliki peran penting sebagai agen literasi sawit untuk membantu masyarakat memahami pemanfaatan kelapa sawit, khususnya dalam pengembangan energi terbarukan melalui program biodiesel.
Baca juga : Indonesia Berpeluang Jadi Raja Biogas Sawit Dunia
Salah seorang peserta, Ahmad Ramasaputra dari Pramuka Penggalang Kwarcab Indragiri Hilir, Kwarda Riau, mengaku antusias mengikuti sosialisasi energi terbarukan dan sawit yang digelar Aprobi.
Ia mengatakan, dirinya sebelumnya telah mengenal manfaat kelapa sawit bagi kesejahteraan masyarakat di daerahnya. Namun, melalui kegiatan tersebut, ia semakin memahami bahwa sawit dapat diolah menjadi berbagai produk, termasuk bahan bakar.
“Jadi penggunaan sawit ini tidak hanya untuk minyak goreng, melainkan sangat dibutuhkan untuk bahan bakar kendaraan masyarakat melalui biodiesel sawit,” ujarnya.
Peserta lainnya, Artan Afrizal Zahran dari Pramuka Kwarcab Nganjuk, Kwarda Jawa Timur mengatakan, kelapa sawit memiliki peran besar dalam menghasilkan produk bernilai tambah tinggi. Menurut dia, informasi tersebut penting disampaikan kepada generasi muda untuk mengimbangi informasi negatif mengenai kelapa sawit.
Jambore Nasional XII 2026 secara resmi dibuka pada 14 Agustus 2026 oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Budi Waseso bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir. Ajang lima tahunan tersebut diikuti sekitar 25.000 peserta Pramuka Penggalang berusia 11-15 tahun dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Pramuka berkebutuhan khusus dan kontingen dari luar negeri.
Baca juga : BPDP Dorong Transformasi Sawit Berkelanjutan Lewat Borneo Forum 2026
Selama pelaksanaan kegiatan, sedikitnya 5.000 peserta secara bergiliran dijadwalkan mengikuti sesi edukasi interaktif di stan Aprobi. Setiap sesi berlangsung selama 90 menit dan diikuti sekitar 250 peserta.
Dalam sesi tersebut, Aprobi memberikan pemahaman mengenai bahan bakar nabati serta perkembangan program mandatori biodiesel di Indonesia yang telah mencapai B50. Peserta juga mendapat penjelasan bahwa minyak kelapa sawit merupakan bahan baku utama dalam produksi biodiesel nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.