Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- HUT ke-61 IKPI Hadirkan 11 Kegiatan, Jalan Sehat Jadi Magnet Ribuan Peserta
- PSSI Siapkan 254 Tiket Suporter Buat Laga Tandang Lawan Singapura
- Nazriel Tak Mau Cepat Puas, Bidik Final Bersama Persib
- Bekal Lawan Vietnam, Herdman Puji Mental Baja Timnas
- Real Madrid Buang Keunggulan, Ditahan Fiorentina 2-2
Wamen ESDM Cek Respons Pengguna Biodiesel B50 Di Tapsel Dan Pengaruhnya Ke Mesin
Minggu, 2 Agustus 2026 21:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot meninjau penerapan bahan bakar biodiesel B50 di SPBU 14.227.322, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat (31/7/2026).
Dari hasil pantauannya, pasokan BBM secara keseluruhan cukup lancar. Sementara khusus implementasi biodiesel B50, ia menekankan bahwa pemerintah akan terus memonitor penggunaan dan distribusinya. Terutama respons masyarakat sebagai pengguna.
"Kita harus mengecek bagaimana penerapannya di lapangan," ujar Yuliot dikutip dari laman ESDM, Sabtu (1/8/2026).
Baca juga : Kementerian ESDM Kebut Proyek PLTA Batang Toru
Di tengah aktivitas pengisian BBM di SPBU tersebut, Yuliot berdialog dengan sejumlah pengemudi yang setiap hari mengandalkan kendaraan sebagai sumber mata pencaharian. Masukan dari para pengguna dinilai penting untuk mengetahui dampak penggunaan B50 terhadap performa kendaraan dalam aktivitas sehari-hari.
Nainggolan misalnya. Pengemudi pikap pengangkut ikan asin berusia 47 tahun ini mengaku tidak mengalami kendala pada kendaraannya sejak menggunakan B50.
“Usai memakai B50, sama aja tidak ada masalah apa apa pada mesin kita, lancar-lancar saja,” kata Nainggolan.
Baca juga : Dewi Yustisiana Apresiasi Program Listrik Desa, Perluas Akses Energi
Pengalaman serupa disampaikan Herwin Siregar, pengemudi angkutan umum rute Medan-Sipahutar yang telah delapan tahun mengemudikan Mitsubishi L300. Menurut dia, penggunaan Biosolar, termasuk setelah penerapan B50, tidak menimbulkan persoalan pada mesin kendaraannya.
“Saya sudah lama menggunakan Biosolar untuk mobil angkutan saya Mitsubishi L300 jurusan Medan ke Sipahutar. Setiap hari saya isi 450.000 untuk perjalanan 6 jam aman di mesin, hanya ada sedikit perbedaan kalau di jalan yang menanjak,” ujarnya.
Herwin menuturkan, setiap hari ia menghabiskan sekitar Rp 450.000 untuk bahan bakar demi menempuh perjalanan sekitar enam jam. Meski merasakan sedikit perbedaan tenaga saat melintasi tanjakan, kondisi mesin kendaraan tetap berjalan normal sehingga aktivitas angkut penumpang tidak terganggu.
Baca juga : Indonesia Jadi Negara Pertama Terapkan B50
Kunjungan ke SPBU 14.227.322 menjadi bagian dari rangkaian agenda kerja Wakil Menteri ESDM di Sumatera Utara. Sebelum meninjau SPBU Sipirok, Yuliot bersama rombongan juga mengunjungi PLTA Batang Toru dan PLTP Sarulla sebagai bagian dari pemantauan sektor energi di wilayah tersebut.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya