Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Minyak Sawit Merah Dinilai Berpotensi Tingkatkan Gizi dan Ekonomi Desa
Kamis, 13 Agustus 2026 11:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Minyak sawit merah dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru di daerah.
Kandungan pro-vitamin A, vitamin E, dan squalene membuat produk hilir kelapa sawit tersebut dinilai dapat dikembangkan lebih luas untuk mendukung kesehatan masyarakat.
Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi Pertanian IPB University Prof. Endang Prangdimurti mengatakan, minyak sawit merah memiliki kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Di antaranya tokoferol, tokotrienol, dan karotenoid dalam jumlah tinggi.
Menurut Endang, minyak sawit merah juga mengandung tiga elemen penting bagi kesehatan manusia, yakni pro-vitamin A, vitamin E, dan squalene.
Jika dioptimalkan, minyak sawit merah dinilai berpotensi menjadi salah satu solusi untuk membantu mengatasi persoalan stunting di Indonesia.
“Jadi, memang minyak sawit merah ini memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi,” kata Endang di Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Ia menjelaskan, pro-vitamin A berperan dalam mengatur gen untuk hormon pertumbuhan, menjaga sistem imun tubuh, serta membantu mencegah infeksi pencernaan.
Baca juga : K3 Pekerja Dinilai Jadi Kunci Produktivitas dan Daya Saing Industri Sawit
Sementara itu, squalene berfungsi dalam pembentukan kolesterol baik yang menjadi salah satu faktor penting bagi perkembangan otak.
Endang mendorong agar minyak sawit merah dikembangkan dalam bentuk suplemen, seperti kapsul atau sirup.
Menurutnya, bentuk tersebut dapat menjadi salah satu pilihan untuk meningkatkan pemanfaatan minyak sawit merah sebagai produk yang memiliki berbagai manfaat kesehatan.
“Penyajian produk minyak sawit merah bisa seperti minyak ikan. Jadi, minyak sawit merah dikonsumsi oleh manusia untuk suplemen,” jelasnya.
Ia menyebut manfaat kesehatan minyak sawit merah antara lain berpotensi mencegah dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular serta gangguan kognitif seperti Alzheimer dan Parkinson.
Endang berharap, pengembangan minyak sawit merah dalam bentuk suplemen dapat meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap produk tersebut.
Ia juga mendorong peningkatan konsumsi agar manfaat kesehatan dari minyak sawit merah dapat dirasakan lebih luas.
Baca juga : BPDP Tampilkan Program Unggulan dan UMKM Perkebunan di SGE
Selama ini, pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus mendorong inovasi dan pengembangan produk hilir kelapa sawit yang memiliki nilai tambah melalui program penelitian dan pengembangan perkebunan kelapa sawit.
Salah satu produk hilir yang dinilai memiliki potensi besar adalah minyak sawit merah.
“Semoga dengan berbagai penyempurnaan, produk minyak sawit merah bisa lebih diterima oleh masyarakat,” harapnya.
Berpotensi Jadi Penggerak Ekonomi Desa
Ketua Asosiasi Kader Sosio Ekonomi Strategis (AKSES), Suroto, mendorong agar produk minyak sawit merah dapat didistribusikan melalui jaringan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sehingga menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Ia menilai, minyak sawit merah memiliki banyak manfaat bagi kesehatan sekaligus berpotensi dikembangkan sebagai produk unggulan daerah.
Suroto mengatakan, pembentukan ekosistem industri minyak sawit merah dapat menciptakan kantong-kantong ekonomi baru di desa, khususnya di sekitar perkebunan dan pabrik kelapa sawit.
Ia meyakini, produksi minyak sawit merah dalam skala industri rumahan atau home industry dapat mendorong pemerataan ekonomi di berbagai daerah.
Baca juga : BPDP Dan RPN Perkuat SDM UMKM Untuk Hilirisasi Sawit
“Produk-produk unggulan seperti minyak sawit merah kita harapkan akan muncul dari industri-industri rumah tangga di berbagai daerah. KDMP diharapkan bisa menjadi jaringan bisnis dan ruang promosi bagi produk-produk unggulan tersebut,” harapnya.
Menurut Suroto, potensi minyak sawit merah perlu dioptimalkan agar memberikan dampak positif tidak hanya bagi kesehatan, tetapi juga bagi perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat.
Dari sisi ekonomi, pengembangan minyak sawit merah sebagai produk hilir kelapa sawit dapat mendorong penciptaan lapangan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Produk hilir tersebut juga dinilai dapat berkontribusi terhadap stabilitas harga tandan buah segar (TBS) koperasi petani serta meningkatkan daya saing industri sawit nasional.
“Hilirisasi sawit dalam bentuk produk minyak sawit merah tentu akan memberi nilai tambah baik secara ekonomi dan sosial. Dampak-dampak positif tersebut akan dirasakan langsung masyarakat di desa-desa,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya