BREAKING NEWS
 

140 Mahasiswa Adu Inovasi Tambang Di Innovation Harvest, Ini 3 Ide Terbaik

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Rabu, 26 Agustus 2026 19:40 WIB
Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara (BBPMB) tekMIRA dan Society of Renewable Energy (SRE) Indonesia menyelenggarakan babak final Innovation Harvest: Good Mining Practice Case Competition 2026 secara daring.

Kompetisi yang merupakan bagian dari rangkaian ESDM Goes to Campus 2026 Subsektor Minerba itu diikuti lebih dari 140 pendaftar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Innovation Harvest 2026 mengusung tema "Building Future Mining Generation through Good Mining Practice" dan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan inovatif serta aplikatif dalam menjawab berbagai tantangan pertambangan mineral dan batubara, khususnya di Kalimantan Selatan.

Kompetisi tersebut mengangkat tiga tema utama, yakni optimalisasi penerapan Good Mining Practice di area operasi tambang, strategi pengelolaan lingkungan dan reklamasi pascatambang, serta penguatan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) berbasis kebutuhan masyarakat.

Setelah melalui tahapan seleksi proposal, enam tim terbaik melaju ke babak final, yakni Tim Komando dari Politeknik Negeri Balikpapan, Tirta Banua dari UPN "Veteran" Yogyakarta, Adiba Legalium dari Universitas Muria Kudus, Miners 24 dari Universitas Tanjungpura, Asal Juri Bahagia dari Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta, serta CIRCL dari Universitas Padjadjaran.

Keenam finalis menghadirkan gagasan dari berbagai perspektif penerapan Good Mining Practice, mulai dari keselamatan dan efisiensi operasi pertambangan, pengelolaan lingkungan dan pascatambang, hingga pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.

Baca juga : Bahlil: PLTS 100 GWp Hemat Subsidi Rp 73,9 T Dan Buka 5,52 Juta Lapangan Kerja

Pada babak final, setiap tim mempresentasikan solusi, strategi implementasi, dan potensi keberlanjutan gagasannya di hadapan dewan juri.

Penilaian dilakukan oleh tiga dewan juri, yakni Dr. Agus Wahyudi, S.Si., M.T., Penyelidik Bumi Ahli Muda BBPMB tekMIRA; Dr. Ronny P. Tambunan, S.Pi., M.S., Operations Specialist PT Adaro Indonesia; serta Ir. Karina Shella Putri, S.T., M.T., Dosen Teknik Pertambangan Universitas Lambung Mangkurat.

Agus Wahyudi mengatakan kualitas gagasan yang disampaikan keenam finalis membuat dewan juri menghadapi tantangan dalam menentukan pemenang.

"Kami cukup kesulitan dalam penilaian karena seluruh tim memiliki gagasan yang cemerlang. Kami berharap ide-ide ini tidak berhenti di kompetisi, tetapi dapat terus diperjuangkan hingga tahap implementasi," ujarnya.

Adsense

Sementara itu, Ronny P. Tambunan menilai kemampuan peserta dalam memahami persoalan dan mempertahankan solusi melalui presentasi serta sesi tanya jawab menjadi salah satu faktor pembeda dalam proses penilaian.

Karina Shella Putri berharap gagasan yang dikembangkan para peserta dapat menjadi pengalaman berharga sekaligus memberikan kontribusi terhadap kemajuan tata kelola pertambangan yang lebih maju dan berkelanjutan di Indonesia.

Baca juga : Bahlil Lempar Guyonan ke Koster: Kelola Negara Jangan Lihat Warna

Koordinator Kehumasan dan Informasi Publik Ditjen Minerba Anggita Miftah Hairani mengatakan Innovation Harvest diharapkan tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa mengenai tantangan sektor pertambangan.

"Melalui Innovation Harvest, kami berharap ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk belajar, memahami tantangan di sektor pertambangan, dan menghadirkan gagasan baru yang dapat dikembangkan ke depan," katanya.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Tim Komando dari Politeknik Negeri Balikpapan ditetapkan sebagai Juara 1 Innovation Harvest 2026 melalui gagasan "SIGAP TAMBANG: Sistem Prediksi dan Kendali Otomatis Berbasis AI-IoT untuk Mitigasi Risiko Longsor Highwall Tambang Batubara Terbuka".

Juara 2 diraih Miners 24 dari Universitas Tanjungpura melalui gagasan "CARBON-HAUL: Sistem Deteksi dan Prioritas Perawatan Haul Road Berbasis AI-GIS untuk Efisiensi BBM dan Reduksi Emisi Karbon".

Sementara itu, Juara 3 diraih CIRCL dari Universitas Padjadjaran melalui gagasan "Pemberdayaan Kelompok Kompos Berbasis Ekonomi Sirkular untuk Mendukung Kemandirian Masyarakat Lingkar Tambang di Kalimantan Selatan".

Rangkaian Innovation Harvest 2026 selanjutnya berlanjut pada Puncak ESDM Goes to Campus 2026 Subsektor Minerba yang akan digelar pada 31 Agustus 2026 di Lecture Theater Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan.

Baca juga : Subsidi Energi 2027 Bengkak Jadi 272 T

Pada kegiatan tersebut, para pemenang Innovation Harvest 2026 akan menerima penghargaan sekaligus berkesempatan kembali mempresentasikan gagasan terbaik mereka di hadapan peserta ESDM Goes to Campus.

Melalui rangkaian Innovation Harvest dan ESDM Goes to Campus 2026, Ditjen Minerba, BBPMB tekMIRA, dan SRE Indonesia mendorong keterlibatan generasi muda untuk memahami prinsip Good Mining Practice serta menghadirkan perspektif baru dalam mendukung pengelolaan sektor mineral dan batubara yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya menjawab tantangan teknis pertambangan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense