Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bahlil: PLTS 100 GWp Hemat Subsidi Rp 73,9 T Dan Buka 5,52 Juta Lapangan Kerja
Selasa, 25 Agustus 2026 17:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) berpotensi memberikan manfaat ekonomi, termasuk menghemat anggaran subsidi energi hingga Rp 73,9 triliun per tahun. Selain itu, program tersebut diperkirakan mampu menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja baru.
Hal itu disampaikan Bahlil saat melaporkan program tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto dalam acara peluncuran Program PLTS 100 GWp di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).
"Total investasinya Bapak Presiden dari 100 Gigawatt adalah kurang lebih sekitar 73 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp 1.140 triliun lebih. Dari total ini, bisa kita melakukan efisiensi terhadap subsidi setiap tahun Rp 73,9 triliun dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan kurang lebih sekitar 5,52 juta lapangan kerja," ujar Bahlil.
Menurut dia, setelah program tersebut masuk dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027, Pemerintah langsung melakukan percepatan pembangunan untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional.
Program itu sekaligus diarahkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil.
Baca juga : PLTS 100 GWp Dikebut, Prabowo Targetkan RI Tak Lagi Impor Minyak dan LPG
Pada tahap awal, Pemerintah melakukan groundbreaking proyek PLTS dengan kapasitas total 5,3 GWp. Khusus di Bali, kapasitas yang dibangun mencapai 1.000 megawatt (MW) dan dilengkapi dengan baterai penyimpanan energi.
Bahlil mengatakan pembangunan PLTS 100 GWp juga berpotensi memberikan manfaat dalam pengurangan emisi karbon.
"Kalau ini mampu kita implementasikan semuanya, penurunan emisi sebesar 140 juta ton CO2 per tahun dengan nilai ekonomi karbon sebesar Rp6,31 triliun," katanya.
Ia menargetkan program PLTS 100 GWp dapat dilaksanakan secara masif dan selesai dalam waktu tiga tahun.
Bahlil menjelaskan biaya pembangkitan listrik dari PLTS yang diluncurkan saat ini berkisar 5-6 sen dolar AS per kilowatt hour (kWh). Namun, biaya tersebut belum memperhitungkan kebutuhan baterai penyimpanan energi.
Baca juga : Bahlil Lempar Guyonan ke Koster: Kelola Negara Jangan Lihat Warna
"Biayanya baterainya itu ditambah lagi. Baterainya tergantung mau empat jam, mau 24 jam, itu harganya akan mengikuti lama daripada pemakaian baterai itu," ujarnya.
Selain memperkuat bauran energi nasional, Pemerintah akan memanfaatkan program PLTS 100 GWp untuk memperluas akses listrik ke desa-desa yang selama ini belum terjangkau jaringan listrik.
Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk membangun PLTS berkapasitas 1 MW di setiap desa.
Bahlil mencontohkan proyek PLTS 1 MW per desa telah dijalankan Pertamina di salah satu kabupaten di Sumatra. Wilayah yang sebelumnya belum memiliki akses listrik tersebut kini disebut telah mampu mengembangkan fasilitas penyimpanan energi untuk mendukung kegiatan masyarakat, termasuk sektor perikanan.
"Daerah-daerah desa-desa yang selama ini belum ada listrik, kita akan penetrasi dengan program 100 Gigawatt dan listrik masuk desa agar semuanya bisa ada listriknya," tegasnya.
Baca juga : IBSW Apresiasi Langkah Konkret Presiden Prabowo Atasi Karhutla
Di sisi lain, Pemerintah juga mendorong konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM) ke pembangkit berbasis energi terbarukan.
Salah satu proyek konversi tersebut dilakukan PLN di Bangka Belitung dengan mengembangkan pembangkit yang memanfaatkan bauran energi angin dan tenaga surya.
Bahlil menyebutkan, Indonesia saat ini masih memiliki sekitar 12,6 GW kapasitas pembangkit listrik yang menggunakan BBM.
"Jadi kalau ini (konversi PLTD ke PLTS) mampu kita lakukan, maka penurunan terhadap impor BBM kita khususnya solar akan turun dan semuanya akan memakai energi nasional," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya