BREAKING NEWS
 

Temui Gibran, IKAPEKSI Bahas Penguatan Alumni Kenshusei

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Sabtu, 29 Agustus 2026 00:52 WIB
Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Ikatan Pengusaha Kenshusei Indonesia (IKAPEKSI) melakukan audiensi dengan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di Gedung Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (28/8/2026). Pertemuan membahas potensi alumni program pemagangan di Jepang dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan perekonomian Indonesia.

Ketua Umum IKAPEKSI Pranyoto Widodo mengatakan, pengalaman pemagangan di Jepang memiliki nilai strategis yang tidak hanya terkait kesempatan bekerja di luar negeri, tetapi juga dapat menjadi modal untuk meningkatkan produktivitas, kewirausahaan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Yang kami bawa dari Jepang bukan hanya penghasilan, tetapi juga etos kerja dan pengalaman. Ketika kembali ke Indonesia, pengalaman tersebut dapat menjadi modal untuk membangun usaha, meningkatkan produktivitas dan membuka lapangan pekerjaan,” ujar Pranyoto.

Menurut dia, selama menjalani pemagangan di Jepang, para Kenshusei memperoleh pengalaman mengenai etos kerja, kedisiplinan, produktivitas, tanggung jawab, budaya keselamatan, serta pola kerja yang sistematis.

Pranyoto mengatakan, penghasilan yang diperoleh pekerja Indonesia di Jepang juga memberikan dampak langsung terhadap ketahanan ekonomi keluarga, antara lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, pendidikan anak, pembangunan rumah, tabungan, hingga modal usaha setelah kembali ke Indonesia.

Baca juga : Cek Korban Gempa NTT: Wapres Gendong Bayi, Janji Bantu Biaya Kuliah

“Alumni Kenshusei memiliki potensi menjadi jembatan antara kebutuhan sumber daya manusia Jepang dengan pembangunan ekonomi Indonesia,” katanya.

Saat ini, IKAPEKSI memiliki jejaring di berbagai daerah melalui 25 Dewan Pengurus Daerah (DPD) di Indonesia. Jaringan pengusaha alumni Kenshusei tersebut bergerak di berbagai sektor, seperti manufaktur, perdagangan, pertanian, peternakan, pendidikan, kuliner, jasa, dan bidang usaha lainnya.

Pranyoto menilai,potensi tersebut dapat dikembangkan untuk memperkuat kontribusi alumni setelah menyelesaikan program pemagangan dan kembali ke Indonesia.

Dalam audiensi tersebut, Wapres Gibran memberikan respons positif terhadap masukan dan aspirasi yang disampaikan IKAPEKSI. Wapres juga mengelaborasi sejumlah persoalan dan peluang, terutama mengenai pemanfaatan pengalaman kerja dan pemagangan di Jepang agar memberikan manfaat lebih besar bagi Indonesia.

Adsense

“Tolong ini jadi perhatian dan disampaikan ke kementerian terkait, ini penting sekali,” kata Gibran kepada stafnya.

Baca juga : Kunjungi Korban Gempa NTT, Gibran Boyong Mahasiswa UI

Gibran juga mendorong agar akses pembiayaan bagi peserta pemagangan ke Jepang dipermudah sehingga semakin banyak tenaga kerja Indonesia yang dapat terserap di dunia kerja.

IKAPEKSI menilai respons tersebut menjadi poin penting karena organisasi tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga menawarkan jejaring dan pengalaman alumni sebagai bagian dari solusi pengembangan SDM dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pranyoto menegaskan, IKAPEKSI siap menjadi mitra pemerintah dalam memperkuat ekosistem pemagangan dan penempatan tenaga kerja ke Jepang, sekaligus memastikan adanya pemberdayaan bagi alumni setelah kembali ke Tanah Air.

“Salah satu program yang dijalankan adalah SMART IKAPEKSI atau Seleksi Magang Jepang Rekrutmen Terpadu. Program tersebut telah dilaksanakan di sejumlah daerah, antara lain Grobogan, Ponorogo dan Cilacap,” ujarnya.

IKAPEKSI juga membangun komunikasi dan jejaring dengan sejumlah pihak di Indonesia maupun Jepang, termasuk Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), IM Japan, Japan Foundation, JICA, serta Kedutaan Besar Jepang.

Baca juga : Stafsus Wapres Silaturahmi Ke Jokowi, Bahas Persatuan Hingga IKN

Menurut Pranyoto, audiensi dengan Wapres menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan alumni Kenshusei, khususnya dalam menyiapkan SDM Indonesia untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja Jepang.

Selain itu, kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas, pemberdayaan alumni, pengembangan UMKM dan kewirausahaan, serta memperkuat hubungan ekonomi Indonesia-Jepang.

“Kami ingin pengalaman Kenshusei di Jepang tidak berhenti sebagai pengalaman pribadi. Kami ingin pengalaman itu kembali ke Indonesia menjadi produktivitas, menjadi usaha, menjadi lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tegas Pranyoto.

Audiensi tersebut ditutup dengan komitmen untuk menindaklanjuti berbagai masukan melalui kementerian dan lembaga terkait sesuai dengan bidang serta program yang relevan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense