BREAKING NEWS
 

Modal Rp 2 Juta, Nasabah PNM Mekaar Ini Kini Raup Omzet Rp 20 Juta Sehari

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Jumat, 4 September 2026 18:04 WIB
Foto: PNM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Berawal dari modal Rp 2 juta, Dermiyanti perlahan membesarkan usaha rumahan yang dirintisnya sejak 2014 hingga kini mampu memproduksi sekitar 3.000 bolu per hari.

Dari dapur sederhana di Muaro Bungo, Jambi, usahanya berkembang menjadi rumah produksi dengan 15 karyawan dan omzet mencapai Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per hari.

Perjalanan Dermiyanti menjadi gambaran bagaimana ketekunan, keberanian mencoba, serta pendampingan yang berkelanjutan dapat mengubah usaha kecil menjadi sumber penghidupan bagi banyak orang.

Dermiyanti pertama kali merintis usaha pembuatan kue pada 2014. Saat itu, kapasitas produksinya masih terbatas dan usahanya belum menunjukkan tanda-tanda akan berkembang seperti sekarang.

Empat tahun kemudian, tepatnya pada 2018, Dermiyanti bergabung sebagai nasabah PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program Mekaar.

Ia memperoleh pinjaman modal awal sebesar Rp 2 juta. Sejak saat itu, Dermiyanti terus memanfaatkan pembiayaan dan pendampingan yang diberikan secara berkelanjutan. Plafon pinjamannya pun kini berkembang hingga hampir Rp 10 juta.

Bagi Dermiyanti, pendampingan PNM tidak hanya membantu dari sisi permodalan. Pada 2024, ia difasilitasi mengikuti studi banding ke Bogor. Kesempatan tersebut memberinya wawasan baru, termasuk mengenai berbagai resep kue.

“Saat pulang ke Jambi saya coba resep hasil studi banding yang diajak sama PNM yaitu Roti Mandau Durian. Resep ini sebelumnya pernah dicoba pembuat kue lain di Muaro Bungo, tapi belum ada yang berhasil menemukan tekstur yang pas,” ujar Dermiyanti.

Baca juga : Relawan Bakti BUMN, Pupuk Kaltim Dorong Pemberdayaan Warga Nagari Kumango SumbarĀ 

Berbekal pengetahuan yang diperoleh dari Bogor, Dermiyanti terus mencoba dan menyempurnakan resep tersebut.

Upayanya akhirnya membuahkan hasil dengan lahirnya dua varian andalan, yakni Roti Mandau Durian dan Mandau Coklat. Kedua produk tersebut mendapat sambutan pasar yang baik.

Permintaan yang terus meningkat membuat rumah produksi Dermiyanti beroperasi hampir tanpa henti, mulai pagi hingga dini hari. Tim produksinya bahkan kerap lembur hingga waktu subuh.

Seiring perkembangan usaha, Dermiyanti juga mendapat fasilitasi dari PNM Mekaar untuk mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB). Legalitas tersebut semakin memperkuat langkah usahanya untuk berkembang.

“Saya juga enggak nyangka dari awal modal dua juta sekarang bisa punya 15 karyawan, yang juga menjadi nasabah Mekaar,” kisah Dermiyanti.

Kini, rumah produksi Dermiyanti mampu menghasilkan hingga 3.000 bolu setiap hari. Produk yang dibuat antara lain brownies, sarang semut, Roti Mandau Durian, Mandau Coklat, dan rainbow cake.

Adsense

Produk-produk tersebut kemudian didistribusikan ke sejumlah pasar di daerah, mulai dari Bangko, Sarolangun, hingga Tebo. Setiap bolu dijual dengan harga sekitar Rp 15.000.

Dari perputaran bisnis tersebut, Dermiyanti mampu mencatat omzet harian sekitar Rp 15 juta hingga Rp 20 juta. Capaian itu menjadi perkembangan signifikan dibandingkan modal awal yang diterimanya ketika bergabung sebagai nasabah Mekaar pada 2018.

Baca juga : Bantu UMKM Naik Kelas, BUMA Perkenalkan ZARFIX Marketplace Di Muktamar NU

Menurut Dermiyanti, perjalanan membangun usaha selama bertahun-tahun mengajarkannya untuk tidak takut mencoba dan bekerja keras.

“Dari modal awal dua juta, saya belajar bahwa keberanian untuk terus mencoba adalah kuncinya. Ilmu dan resep dari Bogor saya bawa pulang, saya coba terus sampai berhasil walau yang lain pernah gagal," tuturnya. 

“Jangan pernah takut capek dan lembur, karena dari kerja keras inilah kita bisa membuka pintu rezeki untuk keluarga dan belasan orang di sekitar kita,” imbuhnya.

Direktur Utama PT PNM Kindaris mengatakan, kisah Dermiyanti menunjukkan bahwa pembiayaan bagi pelaku usaha mikro bukan sekadar persoalan modal, tetapi juga tentang pendampingan dan kepercayaan.

“Kami tidak pernah sekadar menyalurkan modal, kami menitipkan harapan. Kisah Ibu Dermiyanti mengajarkan kami bahwa dua juta rupiah, bila dirawat dengan kepercayaan dan ketekunan, bisa tumbuh menjadi rezeki bagi belasan keluarga di sekitarnya,” ujar Kindaris.

Kindaris menambahkan, kesetiaan nasabah menjadi bagian penting dalam membangun hubungan jangka panjang antara PNM dan para pelaku usaha yang didampinginya.

“Kesetiaan seorang nasabah adalah cermin dari kepercayaan yang kami jaga bersama. Pada akhirnya, keberhasilan mereka adalah bukti paling jujur bahwa pendampingan kami telah sampai ke tempat yang tepat,” tutur Kindaris.

Kisah Dermiyanti juga menjadi relevan dalam momentum Hari Pelanggan Nasional yang diperingati setiap 4 September.

Baca juga : Tarif E-Commerce Bakal Dapat Diskon 50 Persen

Bagi PNM, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa setiap pembiayaan yang disalurkan bukan sekadar transaksi setelah dana dicairkan, melainkan awal dari perjalanan yang perlu terus didampingi.

Melalui semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, perjalanan Dermiyanti menunjukkan bagaimana usaha yang dimulai dari skala sederhana dapat berkembang menjadi sumber penghidupan bagi banyak orang.

Dari modal Rp 2 juta, usaha yang dirintis dari dapur rumahan itu kini telah tumbuh menjadi rumah produksi yang mempekerjakan 15 orang dan menjangkau pasar di sejumlah wilayah Jambi.

Perjalanan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa keberanian untuk mencoba, ketekunan, dan pendampingan yang konsisten dapat membuka jalan bagi pertumbuhan usaha dan manfaat ekonomi yang lebih luas.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense