RM.id Rakyat Merdeka - PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA), anak usaha PT Arsari Tambang, menjalin kemitraan strategis dengan Singapore Asahi Chemical & Solder Industries Pte. Ltd. (Asahi Solder).
Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat hilirisasi industri timah Indonesia. Kemitraan keduanya ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di pabrik STANIA, Batam, Kepulauan Riau, Jumat (11/9/2026).
Kerja sama ini mencakup pengembangan produk solder bernilai tambah, penguatan teknologi dan kualitas, serta perluasan akses pasar.
Direktur Utama PT Arsari Tambang sekaligus Wakil Presiden Direktur Arsari Group, Aryo P. S. Djojohadikusumo mengatakan, kerja sama ini merupakan bagian dari upaya membangun rantai nilai industri yang menghubungkan sumber daya alam dengan manufaktur dan teknologi.
Baca juga : Perpres 79 Diteken Prabowo, PT Timah Sambut Positif
“Kerja sama hari ini bukan hanya tentang pengembangan produk solder, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun rantai nilai yang menghubungkan sumber daya alam, material bernilai tambah, manufaktur, hingga teknologi masa depan,” kata Aryo.
STANIA merupakan bagian dari ekosistem hilirisasi timah PT Arsari Tambang. Pabrik perusahaan di Batam diresmikan pada Juli 2025 dengan kapasitas awal 2.000 ton per tahun dan saat ini memproduksi solder bar.
Menurut Aryo, pengembangan industri teknologi dan kecerdasan buatan (AI) membutuhkan dukungan rantai pasok dan industri manufaktur di dalam negeri.
Karena itu, timah Indonesia perlu terus didorong agar tidak berhenti sebagai komoditas mentah.
Baca juga : Danantara Housing Expo 2026, Timah Properti Perkuat Akses Hunian Berkualitas
“Kami ingin melihat timah Indonesia terus bergerak naik dalam rantai nilai dari komoditas menjadi material bernilai tambah, kemudian terhubung dengan industri electronic manufacturing dan pada akhirnya mendukung ekosistem teknologi dan AI yang sedang dibangun di Indonesia,” ujar Aryo.
Dalam kerja sama tersebut, STANIA dan Asahi Solder akan mengeksplorasi pengembangan produk, teknologi, kualitas, dan pasar. Salah satu produk yang akan dikembangkan adalah solder dengan nilai tambah lebih tinggi, termasuk solder paste.
Pemilik sekaligus Managing Director Singapore Asahi Chemical & Solder Industries Pte. Ltd. Vincent Kho mengatakan, Asahi Solder siap menggabungkan pengalaman dan teknologi perusahaan dengan kemampuan manufaktur STANIA di Indonesia.
“Kami menyambut baik terjalinnya kemitraan strategis dengan STANIA. Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan industri hilir timah,” ujar Vincent.
Baca juga : Prabowo: Profit PT Timah Naik 9 Kali Lipat Setelah 1.000 Tambang Ilegal Ditutup
Dia berharap kolaborasi tersebut dapat menghasilkan produk bernilai tambah lebih tinggi sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri elektronik global.
Selain pengembangan produk dan teknologi, STANIA juga mengembangkan fasilitas dengan memperhatikan aspek keberlanjutan, termasuk efisiensi energi, pengurangan emisi, dan pengelolaan lingkungan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.