Dark/Light Mode

Legislator Dorong Pemerintah Data Logam Tanah Jarang Indonesia

Senin, 16 Februari 2026 10:21 WIB
Anggota Komisi XII Fraksi PDIP Arif Riyanto Uopdana. Foto: DPR RI
Anggota Komisi XII Fraksi PDIP Arif Riyanto Uopdana. Foto: DPR RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PDIP Arif Riyanto Uopdana meminta Badan Industri Mineral (BIM) melakukan riset potensi sumber daya dan cadangan Logam Tanah Jarang (LTJ) di Indonesia, khususnya LTJ yang keterdapatannya dalam mineral ikutan timah maupun nikel.

"Logam tanah jarang itu adalah logam yang sangat strategis, mineral untuk masa depan dunia. Bahkan di Tiongkok, mereka sudah menguasai 60 persen di dunia dan Tiongkok saat ini menjadi negara dengan teknologi yang sangat canggih," ungkap Arif, dalam rapat Dengar Pendapat bersama BIM, beberapa waktu lalu.

Baca juga : Pertamina Group Boyong 35 Penghargaan Di PR Indonesia Awards 2026

Indonesia telah lama melakukan kegiatan penambangan bijih timah dan nikel, namun selama ini potensi LTJ yang terkandung dalam mineral ikutan timah dan nikel belum dilakukan pendataan secara akurat.

Sehingga, Arif meminta BIM untuk sudah harus memiliki Neraca terkait potensi sumber daya maupun cadangan Logam Tanah Jarang sebagai dasar untuk menentukan peta jalan pemanfaatan Logam Tanah Jarang di Indonesia.

Baca juga : SISKOHAT–Nusuk Percepat Layanan Haji Indonesia 2026

"Di Indonesia, keterdapatan logam tanah jarang ini sering berasosiasi dengan mineral lan seperti timah dan nikel," lanjutnya.

Logam Tanah Jarang merupakan Logam Strategis yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan industri pertahanan maupun industri teknologi tinggi.

Baca juga : Dubes Toferry Soetikno Silaturahmi Dengan Persahabatan Meksiko-Indonesia

"Bagaimana sekarang, BIM sebagai orkrestasi dalam riset logam tanah jarang ini untuk melakukan pendataan atau belum lalu membuat neraca sumber daya," pungkasnya.

Diketahui, BIM bertugas sebagai jembatan arah kebijakan, riset dan pengembangan mineral strategis yaitu Logam Tanah Jarang dan Mineral Radioaktif.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.