BREAKING NEWS
 

Angkutan Perkebunan & Petikemas Melonjak

Distribusi Barang KAI Kian Diminati Industri

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Senin, 14 September 2026 06:40 WIB
Ilustrasi, kereta angkutan logistik. (Foto: Dok. KAI)

 Sebelumnya 
Menurutnya, peningkatan penggunaan kereta api untuk angkutan barang dapat membantu efisiensi biaya distribusi.

Pasalnya, kereta mampu membawa barang dalam jumlah besar dalam satu perjalanan, dengan penggunaan energi yang lebih rendah dibandingkan moda angkutan jalan raya untuk kapasitas angkut yang setara.

Berdasarkan Laporan Logistik Indonesia 2024 Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), biaya logistik menjadi salah satu faktor penting dalam memacu daya saing ekonomi nasional.

“Distribusi yang lebih efisien membantu pelaku usaha menjaga struktur biaya, meningkatkan kepastian pasokan, serta mendukung daya saing produk di pasar,” tegas Anne.

Baca juga : Datangkan Sastrawan Negaranya Ke Peluncuran Residensi Rimbaud

Anne memastikan KAI terus mengevaluasi layanan angkutan barang untuk menjawab kebutuhan pelanggan industri.

“Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas layanan angkutan barang dengan menghadirkan solusi logistik terintegrasi, sekaligus mendukung ekosistem logistik nasional yang lebih kompetitif,” sambungnya.

Pengamat transportasi dari Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Djoko Setijowarno mengatakan, angkutan barang KAI berjalan dengan skema Business to Business (B2B), yakni melalui kerja sama dengan perusahaan yang membutuhkan layanan distribusi.

Selama ini, layanan tersebut mencakup pengangkutan peti kemas, kelapa sawit dan berbagai komoditas lainnya. Djoko melihat, angkutan barang KAI lebih banyak berkembang di wilayah Sumatera.

Baca juga : BRICS Sepakat Kerja Sama Gunakan Mata Uang Lokal

“Di sana (Sumatera) serapan pasarnya lebih tinggi. Artinya ada industrinya dan tak jarang terkoneksi dengan pelabuhan,” kata Djoko kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Djoko menilai, layanan tersebut turut berdampak positif terhadap kinerja perusahaan. Namun, angkutan barang berbasis rel masih menghadapi tantangan dari sisi infrastruktur, kapasitas lintas, ekonomi hingga dinamika pasar logistik.

Ia mengingatkan, ketergantungan terhadap komoditas tertentu akan membuat angkutan barang sensitif terhadap perubahan industri.

“Artinya, sangat penting adanya kepastian serapan pasar,” kata dia.

Baca juga : DKI Jakarta Bebas Kabel Semrawut 5 Tahun Lagi

Menurut Djoko, tantangan tersebut perlu dijawab melalui pendekatan hulu-hilir. Langkahnya antara lain meningkatkan investasi infrastruktur seperti mitigasi bencana dan jalur ganda, memberikan insentif tarif dengan skema B2B yang lebih fleksibel, serta membangun konektivitas langsung ke kawasan industri.

Ia optimistis, penguatan konektivitas first-last mile dan ketahanan terhadap faktor alam dapat mendorong perkeretaapian menjadi tulang punggung logistik regional.

“Dan juga tangguh dalam menghadapi dinamika pasar di masa depan, sehingga layanan angkutan logistik bisa menjadi mesin pertumbuhan untuk kinerja perusahaan,” tukasnya. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense