BREAKING NEWS
 

Demi Ketahanan Energi, Pertamina Buat Pusat Pengembangan Bioethanol di Lampung

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Senin, 14 September 2026 15:22 WIB
Komisaris Utama dan Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan (tengah). (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) memperkuat pengembangan bioethanol sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian dan ketahanan energi nasional. Langkah tersebut ditandai dengan peluncuran Bioethanol Development Center di Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Senin (14/9/2026).

Peluncuran fasilitas ini dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi Lampung dan PNRE bersama Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), TTI, dan RaBit.

Fasilitas tersebut disiapkan sebagai pusat pengembangan dan pengujian teknologi bioethanol dari sektor hulu hingga hilir. Pengembangannya melibatkan Kementerian Investasi/BKPM, Pemerintah Provinsi Lampung, Toyota Group, dan Universitas Lampung.

Komisaris Utama dan Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan mengatakan, Bioethanol Development Center bukan sekadar fasilitas produksi, tetapi bagian dari langkah konkret membangun sumber energi berbasis sumber daya dalam negeri.

Baca juga : Antrean BBM Subsidi Makassar Semakin Landai, 80 Persen SPBU Kondusif

“Bagi Pertamina, ini bukan sekadar pembangunan fasilitas produksi, namun ini adalah langkah nyata untuk membangun kemandirian dan ketahanan energi nasional,” ujar Iriawan.

Menurutnya, pengembangan bioethanol sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya kemandirian energi. Indonesia, kata dia, harus mampu memenuhi kebutuhan energinya sendiri agar dapat bertahan, tumbuh, dan berdaulat.

Adsense

“Negara yang sebesar kita kalau masih mau merdeka, kalau masih mau survive, bertahan hidup, mau tidak mau kita harus mandiri dan energi adalah salah satu bidang yang sangat menentukan,” kata Iriawan mengutip pesan Presiden Prabowo.

Iriawan menambahkan, fasilitas di Tegineneng akan berfungsi sebagai pilot plant sekaligus test bed untuk menguji berbagai aspek pengembangan bioethanol, mulai dari bahan baku, proses pengolahan, teknologi hingga pemanfaatan produk. Sejumlah bahan baku yang akan diuji antara lain sorgum, singkong, tebu, dan jagung.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Tambah SPBU Modular di CPI, Antrean BBM Makassar Landai

Pada tahap awal, pengembangan menggunakan sorgum yang dikembangkan dari Jepang. Selain itu, teknologi bioethanol generasi kedua (2G) mulai dikaji untuk mengonversi biomassa dan residu pertanian maupun perkebunan menjadi energi.

Fasilitas tersebut menjadi tahap awal sebelum pengembangan bioethanol masuk ke skala komersial. Jika hasil pengujian menunjukkan kelayakan teknis dan ekonomis, kapasitas produksi hingga 2 x 30.000 kiloliter per tahun berpotensi dikembangkan.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan bioethanol karena didukung beragam sumber bahan baku.

“Kami sudah melihat implementasi pengembangan bioethanol di sejumlah negara, termasuk Brasil, yang skalanya sangat besar. Indonesia memiliki potensi yang tidak kalah besar karena memiliki beragam sumber bahan baku atau feedstock, mulai dari sorgum, singkong hingga jagung,” kata Todotua.

Baca juga : Kapal Pertamina Patra Niaga Bantu Selamatkan 16 Korban KMP Virgo Transport 08

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyambut kehadiran Bioethanol Development Center sebagai peluang meningkatkan nilai ekonomi komoditas pertanian, khususnya bagi petani. Ia menilai Lampung memiliki basis pertanian yang kuat dan sorgum berpotensi menjadi komoditas baru untuk meningkatkan pendapatan petani.

“Saya melihat sorgum memiliki potensi yang sangat baik untuk meningkatkan pendapatan petani. Jika program ini berjalan dengan baik, hubungan antara pengembangan industri, inklusivitas petani, dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung akan memberikan dampak yang sangat positif,” ujar Rahmat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense