BREAKING NEWS
 

SBI Perkuat Efisiensi Air Hadapi Musim Kemarau

Reporter & Editor :
MUHAMAD FIKY
Jumat, 18 September 2026 13:41 WIB
Proses pengelolaan air melalui efisiensi penggunaan, pemanfaatan kembali air, sumber air alternatif serta penerapan teknologi milik PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. Foto: SBI

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) memperkuat pengelolaan sumber daya air melalui efisiensi penggunaan, pemanfaatan kembali air, penggunaan sumber air alternatif, serta penerapan teknologi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan air di tengah perubahan pola iklim dan musim kemarau.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Hingga 2025, SBI berhasil memangkas pengambilan air baku sebesar 45 persen dibandingkan baseline 2019. Capaian tersebut melampaui target pengurangan 10 persen yang ditetapkan dalam target keberlanjutan 2030.

Direktur Operasi SBI Edi Sarwono mengatakan, perubahan pola iklim membuat industri perlu semakin adaptif dalam mengelola sumber daya air.

"Air merupakan sumber daya vital bagi kehidupan, termasuk kegiatan ekonomi dan industri. Karena itu, kami terus berupaya menurunkan penggunaan air permukaan dengan memanfaatkan sumber air alternatif seperti pemanenan air hujan, penggunaan recycled water, serta penggunaan teknologi yang membantu mengoptimalkan distribusi air ke fasilitas produksi agar lebih efisien," ujar Edi dalam keterangannya, Jumat (18/9/2026).

Baca juga : Waspada, Kebakaran Dan Penyakit Mengintai Warga

Berdasarkan laporan keberlanjutan 2025, total pengambilan air baku SBI turun dari 2.252 megaliter pada 2024 menjadi 2.132 megaliter pada 2025.

Pengambilan air permukaan tercatat turun sekitar 18 persen, dari 841 megaliter menjadi 688 megaliter. Penggunaan air tanah juga berkurang 11 persen, dari 487 megaliter menjadi 432 megaliter.

Adsense

Di sisi lain, volume air hujan yang ditampung meningkat sekitar 9 persen, dari 676 megaliter pada 2024 menjadi 734 megaliter pada 2025.

SBI juga meningkatkan pemanfaatan recycled water. Pada 2025, empat pabrik semen SBI menggunakan 563 megaliter recycled water dari proses produksi. Jumlah tersebut setara 31,7 persen dari total pengambilan air dan meningkat 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga : Cegah Karhutla Sepanjang Tahun, Pakar: Penanganan Jangan Menunggu Musim Kemarau

Di Pabrik Cilacap, Jawa Tengah, air hujan yang tertampung di settling pond dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan produksi. Upaya tersebut berhasil menurunkan penggunaan air baku sebesar 37 persen pada 2025 dibandingkan baseline 2019.

Sementara itu, Pabrik Narogong, Jawa Barat, menerapkan teknologi Programmable Logic Control (PLC) dan Internet of Things (IoT) melalui River Pump Management.

Penerapan teknologi tersebut membantu mengurangi konsumsi air tawar dari sungai sebesar 82 megaliter sepanjang 2025.

Di Pabrik Lhoknga, Aceh, pemanfaatan air hujan melalui fasilitas penampungan juga dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap air sungai. Pada 2025, penggunaan air baku dari sungai berhasil ditekan hingga 100 persen.

Baca juga : Pram Gelar Apel Siaga & Siapkan 29 Tangki Air

Edi mengatakan, berbagai upaya tersebut merupakan bagian dari strategi SBI dalam menjaga ketahanan sumber daya air. Strategi dilakukan melalui efisiensi penggunaan, pemanfaatan kembali air, serta penggunaan sumber air alternatif.

"Ketahanan menghadapi perubahan iklim dibangun dari keputusan yang kita ambil hari ini. Setiap upaya untuk menggunakan kembali air, memanfaatkan sumber alternatif, dan mengurangi kehilangan air membantu menjaga ketersediaannya bagi operasi, lingkungan, maupun masyarakat," tutup Edi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense