Dark/Light Mode

Bendungan Keureuto Jaga Pasokan Air Aceh Saat Musim Kemarau

Senin, 3 Agustus 2026 19:58 WIB
Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara menjadi andalan Kementerian PU untuk menjaga pasokan air, mendukung irigasi, dan memperkuat ketahanan pangan saat musim kemarau. Dok. PU
Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara menjadi andalan Kementerian PU untuk menjaga pasokan air, mendukung irigasi, dan memperkuat ketahanan pangan saat musim kemarau. Dok. PU

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengoptimalkan pemanfaatan Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara sebagai upaya menjaga ketersediaan air selama musim kemarau dan menghadapi dampak fenomena El Nino. Bendungan yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 10 Juli 2026 itu menjadi salah satu infrastruktur strategis untuk mendukung ketahanan air dan pangan di Provinsi Aceh.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pengelolaan sumber daya air harus mampu menjamin ketersediaan air bagi masyarakat maupun sektor pertanian agar dampak kekeringan dapat diminimalkan.

"Kementerian PU terus mengoptimalkan operasi bendungan dan infrastruktur sumber daya air agar kebutuhan air baku, irigasi, dan pengendalian banjir tetap terjaga. Dengan pengelolaan yang optimal, kami memastikan pasokan air bagi masyarakat tetap aman dan berkelanjutan," kata Dody dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).

Baca juga : Tinjau Sekolah Rakyat Mamuju, Menteri Dody Targetkan Rampung Akhir Agustus

Bendungan Keureuto merupakan salah satu bendungan terbesar di Aceh dengan kapasitas tampung mencapai 215,94 juta meter kubik dan luas genangan sekitar 896,39 hektare.

Keberadaan bendungan tersebut mampu mengairi daerah irigasi seluas 14.695 hektare melalui jaringan irigasi sepanjang 75,94 kilometer. Infrastruktur itu juga meningkatkan indeks pertanaman dari 200 persen menjadi 300 persen, sehingga petani dapat menanam padi hingga tiga kali dalam setahun.

Dengan dukungan irigasi yang lebih andal, rata-rata produktivitas padi di kawasan tersebut mencapai 5,5 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare.

Baca juga : Menembus Pegunungan Papua, Kementerian PU Kebut Jalan Mamberamo–Elelim

Selain mendukung sektor pertanian, Bendungan Keureuto dirancang sebagai bendungan multiguna yang menyediakan air baku sebesar 0,65 meter kubik per detik dan membantu mengurangi risiko banjir di wilayah hilir seluas sekitar 627 hektare.

Bendungan ini juga memiliki potensi pengembangan energi baru terbarukan hingga 185,62 megawatt (MW) melalui kombinasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung.

Kementerian PU berharap Bendungan Keureuto tidak hanya menjamin pasokan air bagi masyarakat selama musim kemarau, tetapi juga menjadi penggerak peningkatan produksi pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta menjadi solusi jangka panjang dalam menghadapi ancaman kekeringan akibat perubahan iklim dan fenomena El Nino.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.