Dark/Light Mode

Buntut Kekeringan, Warga Mulai Kekurangan Air Bersih

Minggu, 2 Agustus 2026 07:35 WIB
Warga mengantre untuk mendapatkan bantuan air bersih di Desa Cidokom, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (30/7/2026). (Foto: Putu Wahyu Rama/RM.id)
Warga mengantre untuk mendapatkan bantuan air bersih di Desa Cidokom, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (30/7/2026). (Foto: Putu Wahyu Rama/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Musim kemarau yang diperparah fenomena El Nino mulai menguras sumber-sumber air bersih di berbagai daerah. Ribuan warga kini harus mengantre bantuan air karena sumur mengering. Sementara pemerintah berpacu menyalurkan pasokan air dan menyiapkan langkah antisipasi agar krisis tidak semakin meluas. 

Di Jawa Barat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat kekeringan telah melanda 15 kabupaten/kota.

Hingga akhir Juli 2026, sebanyak 61.504 kepala keluarga (KK) atau 205.567 jiwa terdampak di 89 kecamatan dan 194 desa/kelurahan. Sedikitnya 4.013.500 liter air bersih telah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan warga. 

Kabupaten Bogor menjadi daerah dengan jumlah warga terdampak terbesar, yakni 31.160 KK atau 107.109 jiwa yang tersebar di 24 kecamatan dan 84 desa/kelurahan. Hingga kini, sebanyak 847.500 liter air bersih telah didistribusikan ke wilayah tersebut. 

Baca juga : Kasus Dugaan TPPU Febrie, LPSK Telaah Permohonan Perlindungan Saksi FYH

Sementara di Kabupaten Bekasi, kekeringan melanda 9.078 KK atau 26.995 jiwa di sembilan kecamatan dan 18 desa/kelurahan. Wilayah ini justru menerima distribusi air bersih terbanyak di Jawa Barat, mencapai 2.232.000 liter. Sedangkan di Kabupaten Tasikmalaya, sebanyak 5.054 KK atau 24.517 jiwa terdampak dengan distribusi air bersih mencapai 219.000 liter. 

Pranata Humas BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat mengatakan, wilayah yang paling terdampak tahun ini adalah Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Tasikmalaya. "Karena memang tahun ini ada El Nino yang membuat kemarau tahun ini lebih kering. Sehingga memang dampaknya kekeringan ini ke wilayah-wilayah yang punya potensi kekeringan," jelasnya. 

Krisis air bersih juga mulai dirasakan warga di Kota Depok. Sebanyak 78 KK di RW 08 Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat sumur yang mulai mengering. 

Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Tangerang, Banten. PMI Kabupaten Tangerang mencatat sedikitnya 20 desa di 10 kecamatan mengalami krisis air bersih akibat kemarau ekstrem. Di Kecamatan Panongan, ratusan warga memadati lokasi distribusi air bersih dengan membawa galon, ember, hingga tong berukuran besar. 

Baca juga : Ubaid Matraji: Kami Kecewa, Kasih Transisi Hingga 2028

Sejumlah warga mengaku telah hampir tiga bulan mengalami kesulitan air bersih karena sumur bor maupun sumur timba mengering. Selama itu mereka harus berjalan hingga satu kilometer untuk mengambil air. Sementara kebutuhan memasak dan minum dipenuhi dengan membeli air galon. 

Di Jawa Tengah, sebanyak 24 kabupaten/kota mengalami kekeringan dengan total 184.643 warga terdampak. Hal yang sama juga terjadi di Jawa Timur. Tercatat, ada 14 kabupaten yang telah menetapkan status siaga darurat kekeringan hingga tanggap darurat. 

Kekurangan air bersih juga terjadi di daerah lain di luar Pulau Jawa. Tak hanya krisi air bersih, sejumlah daerah juga rentan dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Di Ibu Kota, antisipasi terhadap dampak kekeringan juga mulai dilakukan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan melakukan operasi modifikasi cuaca. Tujuannya meningkatkan peluang hujan sekaligus mengurangi dampak cuaca ekstrem dan penurunan kualitas udara. 

Baca juga : Abdul Fikri Faqih: Putusan MK Jadi Catatan Yang Penting Bagi Kami

"Sekarang ini hampir 2-3 minggu tidak pernah ada hujan sama sekali, apalagi di atas juga beberapa tempat terjadi kekeringan," ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.