BREAKING NEWS
 

Perkuat Rantai Pasok EV Global

RI Adopsi Inovasi Manufaktur Toyota

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Senin, 21 September 2026 06:30 WIB
Kemenko Perekonomian pelajari inovasi Toyota di Nagoya guna perkuat industri manufaktur dan elektrifikasi Indonesia. Foto: Ekon.go.id

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia mempelajari perjalanan panjang inovasi dan penguatan budaya manufaktur Toyota Group guna mendongkrak daya saing industri otomotif nasional. Termasuk mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV).

Pentingnya penguasaan teknologi dan rantai pasok tersebut ditegaskan Sekretaris Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso saat melakukan kunjungan kerja ke Toyota Commemorative Museum of Industry and Technology (TCMIT) di Nagoya, Jepang, Jumat (18/9/2026).

“Transformasi ekonomi juga harus didukung penguasaan teknologi, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), serta penguatan rantai pasok dan orientasi ekspor,” kata Susiwijono.

Menurutnya, sektor otomotif mempunyai peran strategis karena memiliki rantai nilai yang panjang, serta terhubung erat dengan industri komponen, logistik, hingga sektor jasa pendukung.

Baca juga : DPRD DKI Minta Jumlah Anggaran BBM Dievaluasi

“Pengalaman Toyota membangun kapabilitas industri dari sektor tekstil hingga otomotif menjadi modal relevan bagi Indonesia,” katanya.

Menurutnya, pengalaman tersebut relevan bagi Indonesia untuk memperkuat industri manufaktur dan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Adsense

Selama lima dekade berkiprah di Tanah Air, Toyota Indonesia mencatat akumulasi produksi mencapai 10 juta unit kendaraan, dengan lebih dari 3 juta unit di antaranya diekspor ke 100 negara.

Nilai investasi Toyota Group telah menembus Rp 100 triliun dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) melampaui 80 persen, serta menyerap lebih dari 360.000 tenaga kerja yang terintegrasi dengan 240 pemasok tingkat pertama (tier-1) dan 520 pemasok tingkat dua dan tiga.

Baca juga : Brighton Hancurkan Arsenal

Realisasi tersebut membuktikan kedudukan Indonesia yang telah bertransformasi dari sekadar pasar menjadi basis produksi dan ekspor global. Karena itu, Pemerintah memandang penguatan ekosistem ini kian krusial menghadapi era kendaraan ramah lingkungan.

Pada April 2026, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menjalin kemitraan strategis bersama Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL) senilai Rp 1,3 triliun untuk merakit sel dan modul baterai kendaraan elektrifikasi.

Indonesia diproyeksikan mulai mengekspor baterai Toyota pada semester II-2026.

“Indonesia memiliki potensi besar menjadi bagian penting dari rantai nilai kendaraan elektrifikasi global,” ungkap Susiwijono. DIR

Baca juga : Kembali Cuan, KTM Batal Jual Tim MotoGP

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Senin, 21 September 2026 dengan judul "Perkuat Rantai Pasok EV Global RI Adopsi Inovasi Manufaktur Toyota"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense