Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jika Ada Petunjuk Baru, Pencarian Dilanjutkan
Keluarga 5 Jurnalis Sudah Ikhlas, Tapi Tetap Ikhtiar
Minggu, 20 September 2026 08:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di Selat Sunda sejak Senin (7/9/2026), resmi dihentikan. Namun, jika ada petunjuk baru, pencarian bakal dilanjutkan. Keluarga pun ikhlas, tapi tetap ikhtiar.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten Al Amrad menyatakan, proses pencarian dihentikan mulai Kamis (19/9/202). Namun, pencarian ini bisa dilakukan kembali dengan syarat ada tanda-tanda keberadaan Kapal Arupadhatu I yang membawa delapan orang tersebut.
"Setelah pencarian ini kita hentikan, operasi SAR tidak berarti berhenti total sampai di sini. Apabila ada tanda-tanda, operasi akan dinyatakan dibuka kembali," kata Al Amrad, di Carita-Pandeglang, Kamis (17/9/2026).
Al Amrad menerangkan, proses pencarian dilakukan selama 10 hari. Selama pencarian, tim SAR gabungan menemukan 13 objek, di antaranya helm, life jacket, galon, hingga terpal. Namun, benda-benda ini tak kaitannya dengan Kapal Arupadhatu I.
Baca juga : Hidup Selalu Ada Risiko, Yang Penting Bekerja Untuk Rakyat
Meski operasi SAR aktif dihentikan, pemantauan terhadap perairan Selat Sunda tetap dilakukan dengan Vessel Traffic Service (VTS), Lanal, Polairud, serta kapal-kapal yang melintas.
Gubernur Banten Andra Soni juga dengan berat hati menyatakan proses pencarian dihentikan. "Namun, seluruh pihak masih akan terus melakukan pemantauan dan jika ada tanda baru, dilakukan kembali," ujarnya.
Pihak keluarga pemandu kapal Heriyanto, Sumi, menerima keputusan penghentian operasi ini. "Kami ikhlas,” ucapnya, kepada wartawan, Jumat (18/9/2026).
Namun, pihaknya tidak akan berhenti berusaha pencari Heriyanto. “Keluarga rencana akan terus ikhtiar, melakukan pencarian mandiri hingga ada kabar baik," kata Sumi.
Baca juga : BI Masih Punya Ruang Bernapas
Yayat Suryadi, anak ABK Arupadhatu I Sukarman, juga ikhlas dengan keputusan Tim SAR Gabungan menghentikan operasi pencarian. "Kalau begini, mau gimana lagi, harus ikhlas kami. Tapi, masih berharap ada keajaiban," ucapnya.
Semenetara, istri jurnalis Muhamad Bagus Khoirunnas, Desi Ratnasari, memohon agar operasi SAR diperpanjang kembali. Desi merasa masih ada beberapa titik krusial yang belum terjangkau tim SAR gabungan.
"Saya memohon proses pencarian ini dapat diperpanjang serta lebih dimaksimalkan. Kami dari pihak keluarga sangat berharap serta meyakini mereka pasti bisa ditemukan," ujarnya.
Jumat (18/9/2026), sejumlah keluarga korban menggelar tabur bunga di Selat Sunda. Memakai KN SAR Tetuka, keluarga menuju titik koordinat tempat KM Arupadatu I terakhir dilaporkan hilang kontak.
Baca juga : Muncul Ke Publik Pasca Kantornya Digeledah KPK, Nusron Hormati Proses Hukum
Didampingi Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), tabur bunga berlangsung khidmat dan haru.
Kabidhumas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, kepolisian dan Basarnas hadir dalam prosesi tabur bunga sebagai bentuk dukungan moril kepada keluarga. "Polda Banten bersama seluruh unsur terkait terus memberikan dukungan kepada keluarga korban," Maruli.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya