RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada awal perdagangan Selasa (22/9/2026) melemah 0,16 persen atau 29 poin menjadi Rp 17.876 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya sebesar Rp 17.847 per dolar AS.
Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS bervariasi. Ringgit Malaysia menguat 0,01 persen, won Korea Selatan naik 0,98 persen, sedangkan yuan China melemah 0,03 persen.
Dolar Singapura juga melemah 0,02 persen dan yen Jepang turun 0,10 persen.
Baca juga : Rupiah Kembali Melemah, Tembus Rp 17.790 Pagi Ini
Sementara itu, indeks dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama melemah 0,01 persen ke level 100,14.
Adapun rupiah terhadap sejumlah mata uang lainnya tercatat menguat. Rupiah terhadap poundsterling Inggris naik 0,40 persen menjadi Rp 23.910, terhadap dolar Australia menguat 0,36 persen menjadi Rp 12.723, dan terhadap euro naik 0,76 persen menjadi Rp 19.942.
Analis pasar uang Lukman Leong mengatakan rupiah masih berpotensi mengalami tekanan terhadap dolar AS menyusul pernyataan hawkish pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed, Goolsbee.
Baca juga : Rupiah Menguat Ke Rp17.729, Harga Minyak Jadi Sentimen
Menurut dia, pernyataan tersebut kembali meningkatkan ekspektasi bahwa suku bunga AS akan bertahan di level yang lebih tinggi.
"Rupiah diperkirakan masih tertekan terhadap dolar AS menyusul pernyataan hawkish pejabat The Fed, Goolsbee, yang kembali meningkatkan ekspektasi suku bunga AS akan bertahan lebih tinggi," kata Lukman.
Selain itu, keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan berlangsung Rabu (23/9) dan diperkirakan mempertahankan suku bunga juga dapat membatasi dukungan terhadap rupiah.
Baca juga : Rupiah Makin Loyo, Dibuka Rp 17.763 Per Dolar AS
"RDG BI besok diperkirakan mempertahankan suku bunga, sehingga dapat membatasi dukungan terhadap rupiah," ujarnya.
Lukman memproyeksikan rupiah bergerak dalam rentang Rp 17.800 hingga Rp 17.900 per dolar AS sepanjang perdagangan Selasa.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.