Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- J&T Express Buka Mini Drop Point di Terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta
- Pramono Ogah Mau Buru-buru Putuskan CFD Jakarta Digelar 2 Kali Sepekan
- Herindra Resmi Pimpin PB ESI, Targetkan Indonesia Jadi Kekuatan Esports Asia
- Liverpool Vs Spurs, Robertson Reuni ke Anfield
- Akademisi Dukung Menteri Bahlil Tahan Harga Pertalite
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (15/9/2026) pagi dibuka menguat tipis 0,01 persen ke level Rp 17.667 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp 17.669 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia mayoritas melemah terhadap dolar AS. Won Korea Selatan melemah 0,38 persen, baht Thailand turun 0,07 persen, ringgit Malaysia melemah 0,08 persen, yuan China turun 0,02 persen, yen Jepang melemah 0,27 persen, dolar Singapura turun 0,10 persen, dan rupee India melemah 0,12 persen.
Baca juga : Rupiah Dibuka Melemah Ke Rp 17.612, Pasar Deg-degan Tunggu The Fed
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya menguat 0,21 persen ke level 99,31. Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap poundsterling Inggris menguat 0,17 persen ke level Rp 23.840, terhadap dolar Australia naik 0,15 persen ke level Rp 12.605, dan terhadap euro stagnan di level Rp 19.812.
Analis pasar uang Lukman Leong mengatakan nilai tukar rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS menyusul pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara yang diperkirakan mendapat respons positif dari pasar.
Baca juga : Rupiah Pagi Ini Melemah Ke Rp 17.580 per Dolar AS
“Namun, ruang penguatan rupiah diperkirakan terbatas oleh harga minyak mentah dunia yang tetap tinggi serta sikap wait and see investor menjelang rapat FOMC pada Rabu,” jelasnya, Selasa (15/9/2026).
Dia memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp 17.600 per dolar AS hingga Rp 17.700 per dolar AS sepanjang hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya