BREAKING NEWS
 

Tampil Konsisten, Teh PalmCo Borong 14 Penghargaan Di NTC 2026

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Kamis, 24 September 2026 12:15 WIB
PTPN IV PalmCo meraih 14 penghargaan dalam National Tea Competition 2026 melalui empat pabrik pengolahan teh di berbagai daerah.

RM.id  Rakyat Merdeka - Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo kembali mencatatkan prestasi di industri teh nasional. Pada ajang The 4th National Tea Competition (NTC) 2026, produk teh PalmCo berhasil meraih 14 penghargaan dari berbagai kategori.

Penghargaan tersebut diserahkan pada puncak acara NTC 2026 yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Ajang yang diselenggarakan Asosiasi Teh Indonesia (ATI) ini diikuti puluhan produsen teh dari berbagai daerah di Indonesia.

Belasan penghargaan tersebut diraih melalui empat pabrik pengolahan teh milik PalmCo, yakni Kebun Tobasari, Kebun Bah Butong, Kebun Kayu Aro, dan Kebun Danau Kembar.

Pada kategori pengolahan teh hitam Orthodox, Pabrik Tobasari berhasil meraih Juara 1 kategori Broken Pekoe (BP). Tobasari juga meraih Juara 2 kategori Pekoe Fannings (PF), serta Juara 3 masing-masing untuk kategori Broken Orange Pekoe Fannings (BOPF) dan DUST.

Sementara itu, Pabrik Bah Butong meraih Juara 2 untuk kategori BP, Broken Orange Pekoe (BOP), dan BOPF. Pabrik tersebut juga meraih Juara 3 kategori PF.

Baca juga : Kawal Transformasi, PTPN III Perkuat Kerja Sama Dengan Kejaksaan RI

Pabrik Danau Kembar turut mencatatkan prestasi dengan meraih Juara 3 kategori BP.

Untuk sistem pengolahan teh hitam Crushing, Tearing, and Curling (CTC), Pabrik Kayu Aro tampil sebagai Juara 1 kategori Fanning. Kayu Aro juga meraih Juara 2 kategori PD dan BP1, serta Juara 3 kategori PF 1 dan D1.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan, rangkaian penghargaan tersebut menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam menjaga standar mutu teh dari hulu hingga hilir.

“Capaian di NTC 2026 ini bukan sekadar tentang memenangkan kompetisi, melainkan wujud dari konsistensi kami untuk terus memproduksi teh berkualitas grade satu. Transformasi yang berjalan di internal perusahaan memastikan bahwa standar operasional, mulai dari proses pemetikan pucuk daun, proses pengolahan, sortasi hingga tahap pengepakan, dilakukan secara presisi untuk memenuhi ekspektasi pasar, baik domestik maupun ekspor,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulisnya.

Adsense

Menurut Jatmiko, penghargaan tersebut juga menjadi tolok ukur kualitas produk teh perusahaan. Terlebih, penjurian dilakukan oleh para pakar teh yang memiliki sertifikasi internasional.

Baca juga : PTPN IV PalmCo Donorkan 1.082 Kantong Darah untuk Masyarakat

Hal ini, kata dia, menunjukkan produk teh PTPN IV PalmCo memiliki daya saing dari sisi kualitas, termasuk untuk pasar global.

Tantangan Cuaca

Prestasi tersebut diraih di tengah tantangan yang dihadapi industri teh nasional, mulai dari fluktuasi harga komoditas hingga kondisi cuaca yang tidak menentu.

Direktur Operasional PTPN IV PalmCo Rediman Silalahi mengatakan, kondisi di lapangan cukup dinamis. Produsen teh nasional harus menghadapi tekanan dari perubahan harga komoditas serta anomali cuaca, termasuk kemarau panjang atau El Nino.

“Kondisi di lapangan saat ini cukup dinamis. Produsen teh di Indonesia tengah berhadapan dengan masalah fluktuasi harga komoditas dan anomali cuaca berupa kemarau panjang atau El Nino. Faktor iklim ini sangat krusial karena secara langsung berdampak pada penurunan total kapasitas produksi teh secara nasional,” jelas Rediman.

Baca juga : PTPN IV PalmCo Andalkan GeoPalm Dashboard untuk Deteksi Dini-Penanganan Karhutla

Menghadapi kondisi tersebut, PalmCo melakukan sejumlah langkah mitigasi agronomi untuk menjaga tingkat produksi sekaligus mempertahankan kualitas daun teh.

Rediman menilai penghargaan yang diraih empat pabrik PalmCo menjadi indikasi bahwa langkah perbaikan tata kelola dan intervensi agronomi yang dilakukan perusahaan berjalan sesuai arah yang ditetapkan.

“Di tengah tantangan El Nino, penghargaan yang diraih pabrik-pabrik kami membuktikan bahwa intervensi agronomi dan perbaikan tata kelola yang kami lakukan berada di jalur yang tepat (on the track). Tantangan cuaca tidak menyurutkan komitmen kami dalam menghadirkan secangkir teh terbaik bagi konsumen,” tutup Rediman.

NTC 2026 melibatkan 74 sampel teh unggulan dari 32 perusahaan. Seluruh sampel dinilai secara buta (blind testing) oleh dewan juri.

Ajang yang diselenggarakan ATI tersebut digelar sebagai bagian dari upaya menjaga mutu sekaligus memperkuat citra teh Indonesia di pasar dunia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense