Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Matricardi Banggakan Dukungan Bobotoh
- Pertamina Patra Niaga, Polda, dan Pemprov Sumbar Sidak BBM Subsidi di Padang
- Makin Pintar Dengan AI, Najwa Shihab Ingatkan Kemampuan Berpikir Jangan Hilang
- Dampak Abu Krakatau, 4 Penerbangan Dialihkan ke Bandara Kertajati
- Polri Tetapkan 138 Tersangka Karhutla, 8 Korporasi Turut Diproses
Kejar Swasembada, PTPN IV PalmCo Mulai Tanam Kedelai 1000 Hektare Di Sumatera
Selasa, 1 September 2026 21:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo memulai proyek percontohan penanaman kedelai seluas 1.000 hektare di 20 titik wilayah kerja perusahaan. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan produksi kedelai nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Penanaman perdana dipusatkan di Kebun Adolina Regional 2, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Jumat pekan lalu. Kegiatan tersebut terhubung secara daring dengan manajemen regional lain yang melakukan penanaman serupa di enam provinsi.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan, program tersebut merupakan tindak lanjut penugasan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Ini merupakan tindak lanjut kita atas arahan Bapak Presiden melalui Bapak Menteri Pertanian untuk meningkatkan produksi nasional,” kata Jatmiko, dikutip Selasa (1/9/2026).
Pada tahap awal, PalmCo menyiapkan lahan percontohan seluas 1.000 hektare yang seluruhnya berada di kawasan peremajaan atau replanting sawit. Lahan tersebut dimanfaatkan untuk budidaya kedelai sebelum kembali digunakan untuk penanaman sawit.
Baca juga : Tekan Impor, PTPN IV PalmCo Mulai Pilot Project Kedelai 1.000 Hektare
“Kita optimalisasikan areal peremajaan ataupun konversi sawit selama kurang lebih enam bulan sebelum sawit kembali ditanam,” jelasnya.
Jatmiko mengatakan, penanaman kedelai tersebut menjadi proyek percontohan karena PalmCo sebelumnya belum memiliki pengalaman menanam komoditas tersebut. Hasilnya akan menjadi bahan evaluasi sebelum perusahaan menentukan pengembangan dalam skala yang lebih luas.
Indonesia disebut mengalami defisit kedelai rata-rata 2,5 juta ton per tahun dalam lima tahun terakhir. Kondisi tersebut membuat sekitar 97 persen kebutuhan kedelai nasional masih dipenuhi melalui impor.
“Karena kita belum pernah tanam kedelai sebelumnya, kita siapkan pilot project 1.000 hektare dulu,” tuturnya.
Menurut Jatmiko, pengembangan selanjutnya akan mempertimbangkan hasil proyek percontohan serta kelayakan dari sisi investasi. Jika dinilai berhasil dan layak, penanaman kedelai berpotensi diperluas.
Baca juga : Selama 2 Tahun, Kebun Sosa PTPN IV Salurkan Rp 762 Juta untuk Warga Padang Lawas
Perwakilan Direktur Jenderal Pangan Kementerian Pertanian Arief Muliawan mengapresiasi langkah PTPN Group melalui PalmCo. Menurutnya, program tersebut dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam mendukung swasembada pangan.
“Kami memberikan apresiasi kepada PTPN yang terus menunjukkan komitmennya dalam menjalankan berbagai program swasembada pangan nasional,” kata Arief.
Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN III (Persero) Rizal H. Damanik mengatakan, pengembangan kedelai membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Pemerintah, perusahaan, kelompok tani, mitra strategis, dan offtaker dinilai memiliki peran dalam memastikan keberlanjutan program.
“Jika ingin skalanya lebih besar dan persentase keberhasilannya tinggi, kerja sama banyak pihak pasti akan sangat dibutuhkan,” ujar Rizal.
Dalam proyek tersebut, PalmCo menanam varietas Grobogan yang memiliki potensi produksi hingga dua ton per hektare. Varietas tersebut memiliki siklus budidaya sekitar 85 hingga 90 hari.
Baca juga : PTPN IV PalmCo Siapkan Talenta Pemimpin Perempuan Nasional
Hasil panen dan proses budidaya akan menjadi bagian dari evaluasi untuk menentukan keberlanjutan program kedelai di lingkungan PTPN Group. Pemanfaatan lahan replanting diharapkan dapat mengoptimalkan aset perkebunan sembari menunggu penanaman kembali sawit.
Rizal berharap program tersebut tidak berhenti sebagai proyek uji coba. Menurutnya, penguatan ekosistem dan kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar budidaya kedelai dapat dikembangkan lebih luas dan berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya