RM.id Rakyat Merdeka - Ekonom Indef sekaligus Rektor Universitas Paramadina Didik J Rachbini menilai peningkatan penanaman modal asing (PMA) dapat menjadi kunci bagi Batam, Kepulauan Riau, untuk berkembang menjadi “Dubai Kecil” di Sumatera sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Didik mengatakan, pemerintah perlu mengembangkan kebijakan ekonomi yang lebih berorientasi pada investasi dan ekspor di tengah tantangan daya beli dan konsumsi domestik yang melemah.
Menurut dia, kebijakan sosial tetap diperlukan untuk menjaga kesejahteraan masyarakat. Namun, kebijakan pertumbuhan ekonomi juga perlu diarahkan pada penciptaan aktivitas ekonomi yang produktif melalui investasi, ekspor, dan penguatan sektor usaha.
Didik mencontohkan, Vietnam yang dalam beberapa dekade terakhir mengembangkan ekonomi yang lebih berorientasi pasar dan investasi. Menurut dia, pendekatan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan ekonomi Vietnam yang tinggi.
Baca juga : BKI Berpartisipasi dalam Pengabdian Masyarakat FIA UI di Batam
Ia juga mengingatkan pengalaman Indonesia pada dekade 1980-an dan 1990-an ketika pemerintah melakukan berbagai penyesuaian struktural untuk meningkatkan daya saing, memperbaiki iklim investasi, serta mendorong ekspor.
“Indonesia pada waktu itu kemudian dijuluki ‘new Asian tiger’,” kata Didik dalam keterangannya, Selasa (29/9/2026).
Menurut dia, dinamika geopolitik di Timur Tengah saat ini juga dapat menciptakan peluang bagi Indonesia untuk menarik diversifikasi investasi global. Meskipun belum terjadi eksodus investasi dari negara-negara kawasan tersebut, ketidakpastian geopolitik dinilai dapat mendorong investor mempertimbangkan lokasi alternatif.
Dalam konteks tersebut, Didik menilai Batam memiliki sejumlah keunggulan karena berdekatan dengan Singapura, berada di jalur pelayaran internasional, serta memiliki fasilitas perdagangan dan investasi. “Batam dan sekitarnya bisa dan seharusnya dapat diposisikan sebagai alternatif investasi Asia yang aman, dekat Singapura dan murah,” ujarnya.
Baca juga : Peduli Mualaf, BAZNAS Gelar Layanan Kesehatan Gratis Di Batam
Ia menyebut, investasi di Batam pada 2025 mencapai Rp 69,3 triliun, dengan sektor digital menyumbang sekitar Rp 8,56 triliun. Pemerintah juga tengah mendorong kawasan Batam-Bintan-Karimun sebagai hub industri hijau yang berkaitan dengan kerja sama listrik bersih Indonesia-Singapura.
Didik menilai, rencana investasi Nvidia di Batam juga dapat menjadi katalis bagi pengembangan ekosistem teknologi tinggi dan pusat data. Ia menyebut rencana investasi tersebut bernilai sekitar 4,5 miliar dolar AS atau setara Rp 80,55 triliun untuk pengembangan infrastruktur pusat data kecerdasan buatan.
Menurut dia, pengembangan Nvidia DSX AI Factory di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam yang melibatkan Firmus Technologies dari Australia dan Day One dari Singapura dapat memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat data dunia.
Proyek tersebut direncanakan mulai beroperasi secara bertahap pada kuartal I 2027 hingga 2028. Didik menilai masuknya investor teknologi berskala global dapat mendorong masuknya investasi lain sekaligus menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan aktivitas ekonomi di Batam.
Baca juga : Prof Didik: Pendidikan Gratis Hingga PTN Bukan Hal Mustahil
“Selain gempita dengan kebijakan mengolah sumber daya alam, kita perlu kebijakan investasi menarik teknologi tinggi seperti Nvidia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Didik menambahkan, Batam memiliki fasilitas perdagangan bebas (FTZ) dan KEK dengan berbagai insentif investasi, antara lain pembebasan PPN, PPnBM dan bea tertentu, serta fasilitas tax holiday, investment allowance, percepatan amortisasi, dan kemudahan kepabeanan.
Ia menilai, pemerintah perlu memastikan kepastian hukum, konsistensi regulasi, serta iklim usaha yang sehat agar peluang investasi tersebut dapat diwujudkan.
“Batam bisa menjadi ‘Dubai kecil’ di Sumatera karena sudah memiliki keunggulan sejak keberadaannya, strategis secara geografis, berimpit dengan kota global Singapura, dan berada di jalur pelayaran internasional,” ujar Didik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.