RM.id Rakyat Merdeka - Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada Agustus lalu tak hanya menyisakan kehilangan tempat tinggal.
Sejumlah warga juga kehilangan alat kerja dan ruang usaha yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarga.
Di tengah proses pemulihan, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama BRI Insurance (BRINS) kembali memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak melalui program Madani Tanggap Desa Adat Sade.
Bantuan kali ini diarahkan untuk membantu warga kembali menjalankan aktivitas ekonomi.
“Yang paling berat bukan hanya kehilangan tempat tinggal atau tempat berjualan. Kami kehilangan tempat untuk bekerja. Padahal dari menenun dan menjual kain inilah kebutuhan keluarga sehari-hari dipenuhi,” cerita salah satu korban di Desa Sade, Heppy Susanti.
Heppy merupakan nasabah PNM Mekaar yang telah bergabung selama lima tahun. Ia sempat merasa kehilangan harapan setelah rumahnya hangus terbakar.
Namun, dukungan yang diberikan PNM sejak awal hingga tahap pemulihan membuatnya kembali memiliki semangat untuk memulai usaha.
Baca juga : Blangkon Jawa Bertahan di Tengah Zaman Bersama PNM Mekaar
“Saya terharu saat PNM datang dua hari setelah kebakaran dan langsung kasih bantuan. Sekarang PNM datang kembali dengan bantuan yang lebih bermakna. Terima kasih karena sudah merangkul kami sejak awal sampai sekarang,” ujar Heppy.
Pada tahap awal pemulihan, PNM telah menyalurkan peralatan dapur dan kebutuhan keluarga. Dukungan kemudian dilanjutkan dengan pemberian alat tenun, mesin jahit industrial, serta gawangan untuk mendukung kegiatan produksi masyarakat.
Pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga dan anak-anak juga diberikan untuk memastikan pemulihan tidak hanya menyentuh sisi ekonomi, tetapi juga kondisi keluarga.
Bagi para perajin, alat tenun dan mesin jahit mungkin terlihat sederhana. Namun, di tengah puing-puing akibat kebakaran, peralatan tersebut menjadi kesempatan bagi warga untuk kembali bekerja.
“Alat tenun ini sangat berarti bagi kami. Mudah-mudahan setelah ini kami bisa mulai menenun lagi, punya penghasilan lagi, dan perlahan mengembalikan kehidupan seperti sebelumnya. Bantuan dari asuransi juga sudah saya terima dan sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tambah Heppy.
Di Desa Sade sendiri terdapat 56 nasabah binaan PNM Mekaar yang selama ini mengandalkan usaha tenun, kerajinan, hingga penjualan kain khas Sade sebagai sumber penghasilan keluarga.
Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan, pemulihan tidak cukup hanya dengan membantu memenuhi kebutuhan sesaat. Menurut dia, masyarakat juga perlu kembali memiliki akses untuk membangun sumber penghidupan.
Baca juga : Olah Sabut Kelapa, Nasabah PNM Mekaar Berdayakan Warga Pesisir
Selain pendampingan dari PNM, perlindungan dari BRINS turut menjadi bagian dari proses pemulihan nasabah melalui pembayaran klaim asuransi.
Dukungan tersebut membantu nasabah memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus menata kembali aktivitas usaha setelah kebakaran.
“PNM berharap bantuan ini menjadi langkah awal agar ibu-ibu di Desa Adat Sade dapat kembali menjalankan usahanya. Ketika alat kerja kembali tersedia, harapan untuk menghidupkan kembali ekonomi keluarga juga ikut tumbuh. Dan dalam kesempatan ini kami menggandeng BRI Insurance untuk menyalakan harapan itu,” ujar Kindaris.
Sade bukan sekadar destinasi wisata. Desa adat yang dikenal dengan rumah tradisional dan kerajinan tenunnya tersebut merupakan ruang hidup bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun menjaga tradisi sekaligus menggantungkan perekonomian dari aktivitas pariwisata dan kerajinan.
Karena itu, menghidupkan kembali Sade juga berarti membantu memastikan tradisi tetap memiliki ruang untuk tumbuh.
Ketika seorang ibu kembali menenun, yang dipulihkan bukan hanya pendapatan keluarga, tetapi juga keterampilan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
PNM turut menyiapkan pendampingan lanjutan bagi para nasabah melalui berbagai program pemberdayaan.
Baca juga : Antisipasi Kebakaran, Wali Kota Jaktim Minta Pengelola Gedung Cek Lahan Kosong
Program tersebut meliputi penguatan usaha melalui klasterisasi, pengembangan Ruang Pintar untuk pendidikan anak-anak, hingga membuka akses pasar yang lebih luas agar produk warga tidak berhenti di pasar lokal.
“Ini bagian dari misi pemberdayaan PNM, membuka akses dan kesempatan agar nasabah mampu untuk kembali berdiri setelah bencana, mengembangkan usaha, dan melihat pasar yang lebih luas,” tutup Kindaris.
Di antara rumah-rumah yang masih menyisakan jejak musibah, suara alat tenun mungkin belum terdengar seperti sebelumnya.
Namun, bagi warga Sade, kesempatan untuk kembali menenun menjadi tanda bahwa kehidupan perlahan dapat dimulai kembali.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.