RM.id Rakyat Merdeka - Konflik di Timur Tengah (Timteng) mengganggu sumber pasokan energi Indonesia. Sekitar 25 persen sumber impor BBM terdampak. Namun, Pemerintah memastikan stok BBM nasional masih aman untuk 20 hari.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman mengatakan, konflik di Timteng membuat sejumlah sumber pasokan yang selama ini menjadi andalan Indonesia terganggu. Karena itu, Pemerintah dan Pertamina mulai mencari negara lain yang memiliki kelebihan stok minyak dan produk BBM untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
“Sejak terjadinya konflik di Timur Tengah, kita kehilangan 25 persen sumber impor,” ungkap Laode dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 Kemendagri yang disiarkan secara daring, Senin (5/10/2026).
Pemerintah dan Pertamina, kata dia, kini melakukan pendekatan langsung atau hunting pasokan ke sejumlah negara yang masih memiliki stok. Strategi tersebut ditempuh karena proses pengadaan melalui mekanisme lelang yang biasanya digunakan Pertamina relatif sepi peserta.
Baca juga : Perdana Ke Rusia, Nelayan Ternate Bengong & Kaget
“Kita cari negara yang punya stok, kita beli,” katanya.
Namun, langkah tersebut berpotensi membuat biaya pengadaan BBM lebih tinggi. Pasalnya, pembelian secara langsung dilakukan dalam kondisi pasokan global yang terganggu, sehingga harga yang diperoleh bisa lebih mahal dibandingkan mekanisme pengadaan normal.
Meski kehilangan sekitar 25 persen sumber impor, Laode memastikan, stok BBM nasional masih terkendali. “Stok kita masih aman 18 sampai 20 hari,” tegasnya.
Terkait adanya antrean kendaraan di sejumlah SPBU, Laode menyatakan tidak serta-merta menunjukkan stok BBM nasional menipis. Antrean bisa saja terjadi karena adanya kendala distribusi di sejumlah wilayah.
Baca juga : Kasus Iklan BJB, KPK Telusuri Pembelian Mobil Volvo Mantan Gubernur Jabar
Salah satu kendala distribusi berkaitan dengan kondisi cuaca dan dampak El Nino. Di daerah tertentu, jalur sungai yang selama ini digunakan untuk mengangkut BBM mengalami gangguan akibat penurunan debit air.
Akibatnya, pengiriman BBM harus dialihkan menggunakan jalur darat. Pengangkutan dengan truk memiliki kapasitas lebih terbatas dibandingkan kapal, sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk mendistribusikan BBM.
Pemerintah pun terus memantau kondisi pasokan dan distribusi BBM di berbagai daerah. Langkah tersebut dilakukan agar gangguan pasokan global tidak berkembang menjadi persoalan ketersediaan BBM di dalam negeri.
Di tengah tekanan pasokan energi global, Pemerintah juga memastikan harga BBM bersubsidi tetap terjaga. Harga solar dan bensin subsidi tidak dinaikkan karena kedua jenis BBM tersebut menjadi kebutuhan penting masyarakat, termasuk nelayan dan petani.
Baca juga : Gelar Perpisahan Atase Pers Bersama Media
Pengamat Ekonomi Ibrahim Assuaibi mendukung langkah Pemerintah dan Pertamina mencari sumber pasokan alternatif dari negara-negara yang masih memiliki kelebihan stok BBM. Menurut dia, strategi tersebut penting untuk menjaga ketahanan energi nasional ketika sumber pasokan utama terganggu. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.