BREAKING NEWS
 

Komoditas Peternakan Kepri Suplai Singapura

Writer : Dedi Arman
Editor : UJANG SUNDA
Rabu, 14 Oktober 2026 21:34 WIB
Ayam hidup dari Bintan, Kepri, diekspor ke Singapura. (Foto: japfacomfeed.co.id)

Kedekatan geografis menjadikan Kepulauan Riau (Kepri) bagian penting dalam jaringan pasokan pangan Singapura sejak abad ke-19, ketika gambir, lada, kelapa, dan hasil laut dari wilayah ini dipasarkan ke negara tetangga tersebut. Hubungan itu berlanjut melalui pasokan babi hidup dari Pulau Bulan, Batam, yang berlangsung selama puluhan tahun hingga terhenti pada 2023 akibat wabah African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika. Ketika kepastian pembukaan kembali impor babi belum terlihat, muncul perkembangan lain melalui pengiriman ayam hidup dari Bintan. 

Singapura Memilih Impor Pangan

Singapura merupakan negara dengan keterbatasan lahan untuk mengembangkan pertanian dan peternakan berskala besar. Impor menjadi salah satu penopang utama pemenuhan kebutuhan pangan penduduknya. Kebijakan ini tidak semata-mata disebabkan oleh keterbatasan alam, tetapi juga berkaitan dengan pilihan pembangunan yang mengutamakan industrialisasi dan modernisasi perkotaan.

Menurut Chou (2014), pada 1984 Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew menunjuk Goh Keng Swee untuk memimpin Departemen Produksi Primer. Goh mendorong pengurangan kegiatan peternakan dan pertanian tertentu di dalam negeri, terutama kegiatan yang menimbulkan persoalan lingkungan dan pencemaran air. Peternakan babi, misalnya, menghasilkan limbah yang membutuhkan pengelolaan khusus. Dalam pembangunan Singapura, kegiatan yang dianggap tidak efisien atau tidak sesuai dengan lingkungan perkotaan semakin sulit dipertahankan.

Pilihan tersebut membuka peluang ekonomi bagi negara-negara tetangga. Singapura tetap membutuhkan pangan, tetapi sebagian kegiatan produksinya dapat dilakukan di wilayah lain yang memiliki lahan lebih luas dan biaya produksi yang kompetitif. Indonesia dan Malaysia menjadi bagian dari jaringan pemasok tersebut. Bagi Kepulauan Riau, kedekatan geografis merupakan keuntungan tersendiri karena memungkinkan pengiriman komoditas peternakan ke Singapura melalui jalur laut yang relatif dekat.

Baca juga : Harga Ayam & Telur Naik, Mentan Tunjuk Hidung Mafia

Pulau Bulan dan Bisnis Babi Bernilai Triliunan

Salah satu contoh paling nyata adalah peternakan babi di Pulau Bulan, Kota Batam. Melalui PT Culindo Perkasa, pasokan babi hidup dari pulau ini mulai dikirim ke Singapura pada Agustus 1987. Pengelolaan usaha tersebut kemudian diteruskan oleh PT Indo Tirta Suaka, anak usaha PT Culindo. Selama puluhan tahun, peternakan ini berkembang menjadi bagian penting dari rantai pasokan pangan Singapura. Pulau Bulan memiliki populasi babi sekitar 250 ribu ekor. Sebelum ekspor dihentikan pada 2023, pengiriman ke Singapura mencapai sekitar 900 ekor per hari.

Besarnya volume perdagangan itu menunjukkan bahwa peternakan babi Pulau Bulan bukan sekadar usaha peternakan lokal. Kegiatan tersebut menghubungkan lahan produksi di Batam dengan pasar pangan internasional. Di belakangnya terdapat aktivitas pembibitan, pemeliharaan ternak, penyediaan pakan, tenaga kerja, transportasi laut, hingga proses pemeriksaan kesehatan hewan. Nilai omzet pengiriman babi tersebut diperkirakan mencapai Rp 3,5 miliar per hari. Jika dihitung berdasarkan 26 hari pengiriman dalam sebulan, nilainya mencapai Rp91 miliar per bulan atau sekitar Rp1,092 triliun per tahun. Angka ini menggambarkan besarnya skala ekonomi yang terkait dengan perdagangan babi Pulau Bulan. (Arman, 2023).

Namun, ketergantungan pada satu pasar juga menyimpan risiko. Ketika Singapura menghentikan impor babi dari Pulau Bulan pada 2023 menyusul wabah African Swine Fever (ASF), kegiatan perdagangan yang telah berlangsung puluhan tahun itu menghadapi gangguan besar. Penyakit tersebut menjadi persoalan serius bagi industri peternakan karena dapat menyebar dengan cepat dan menyebabkan kematian babi.

Penghentian ekspor memperlihatkan bahwa keberhasilan usaha peternakan tidak hanya ditentukan oleh kapasitas produksi dan permintaan pasar. Status kesehatan hewan, persyaratan karantina, dan keputusan otoritas negara pengimpor turut menentukan keberlanjutan perdagangan. Sampai ada kepastian mengenai pembukaan kembali akses pasar, masa depan ekspor babi Pulau Bulan masih menjadi persoalan penting bagi pelaku usaha dan perekonomian daerah.

Baca juga : Inflasi September 3,28 Persen, Tito: Waspadai Daging dan Telur Ayam Ras

Dari Babi ke Ayam Bintan

Saat perdagangan babi menghadapi hambatan, komoditas peternakan lain dari Kepri menunjukkan peluang berbeda. Kabupaten Bintan memiliki potensi untuk memasok ayam hidup ke Singapura. Perdagangan ini memperlihatkan bahwa hubungan ekonomi Kepri dengan negara tetangga tidak hanya bertumpu pada satu jenis komoditas.

Pada 2023, ekspor ayam hidup ke Singapura mulai direalisasikan kembali melalui kerja sama perusahaan peternakan dan pemerintah. Salah satu pengiriman yang tercatat kemudian dilakukan oleh PT Indojaya Agrinusa pada 6 Oktober 2025. Berdasarkan informasi Pemerintah Kabupaten Bintan, pengiriman tersebut mencapai 28.512 ekor ayam, setara sekitar 57 ton, dengan nilai SGD141.000 atau sekitar Rp1,8 miliar. Ayam tersebut berasal dari peternakan di Kabupaten Bintan dan dikirim melalui Pelabuhan Sri Payung, Tanjungpinang. (https://ditjenpkh.pertanian.go.id/7 Oktober 2025). 

Pengiriman ini menjadi gambaran konkret bahwa wilayah Kepri masih memiliki peluang untuk mengambil bagian dalam pasar pangan Singapura. Meski volume dan nilai pengiriman ayam tersebut tidak dapat langsung dibandingkan dengan keseluruhan perdagangan babi Pulau Bulan selama masa kejayaannya, keduanya memperlihatkan hubungan yang sama: kegiatan peternakan di Kepri terhubung dengan kebutuhan pangan di seberang perbatasan.

Perbedaan keduanya juga penting diperhatikan. Perdagangan babi Pulau Bulan telah berkembang selama puluhan tahun sebelum menghadapi penghentian akibat persoalan kesehatan hewan. Sementara itu, ekspor ayam Bintan perlu membangun kesinambungan pasokan, menjaga standar kesehatan dan mutu produk, serta memastikan kelancaran distribusi. Pengiriman yang berhasil merupakan langkah awal, tetapi keberlanjutan ekspor akan ditentukan oleh kemampuan memenuhi kebutuhan pasar secara konsisten.

Baca juga : Karhutla Ancam F1 Singapura

Peluang di Balik Perubahan

Kisah babi Pulau Bulan dan ayam Bintan memperlihatkan bahwa kedekatan geografis Kepri dengan Singapura dapat menjadi modal ekonomi yang besar. Namun, jarak yang dekat saja tidak cukup. Perdagangan lintas batas membutuhkan kepastian regulasi, pengawasan kesehatan hewan, infrastruktur transportasi, dan hubungan dagang yang terjaga.

Bagi Pemerintah Daerah, pengalaman Pulau Bulan dapat menjadi pelajaran penting tentang perlunya mengantisipasi risiko dalam industri yang bergantung pada satu pasar ekspor. Penguatan sistem biosekuriti, pengawasan penyakit, dan koordinasi dengan otoritas negara tujuan perlu menjadi bagian dari pengembangan peternakan. Pada saat yang sama, peluang ekspor ayam dari Bintan perlu didukung agar tidak berhenti pada pengiriman sesekali, tetapi berkembang menjadi kegiatan perdagangan yang berkelanjutan.

Kepri juga perlu melihat peluang ini secara lebih luas. Selain babi dan ayam, pengembangan komoditas pangan lain yang sesuai dengan kondisi wilayah dapat memperkuat posisi daerah dalam jaringan pasokan Singapura. Upaya tersebut tentu harus memperhitungkan daya dukung lingkungan, ketersediaan lahan, kebutuhan masyarakat setempat, dan manfaat ekonomi yang benar-benar tinggal di daerah. Tantangannya adalah bagaimana mengubah peluang tersebut menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang stabil, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kepulauan Riau.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense