Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perkuat Penyuluh Pertanian, Amran-Tito Terbitkan Surat Edaran Bersama
- Kemenekraf Dorong Daya Saing Produk Lokal Lewat Workshop Sinergi Desain
- ILeague Kecam Kekerasan Terhadap Persib U-18 di Rest Area Batang
- Persib Kecam Penyerangan Rombongan EPA U18
- Man United Vs Atletico Madrid, Waspada Tren Positif Tuan Rumah
Jangan Sampai Tembus 3,5 Persen
Inflasi September 3,28 Persen, Tito: Waspadai Daging dan Telur Ayam Ras
Senin, 12 Oktober 2026 13:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian mengingatkan Pemerintah Pusat dan Daerah untuk mewaspadai kenaikan inflasi, yang saat ini sudah mencapai threshold tertinggi yang ditargetkan pemerintah. Inflasi September 2026 berada di angka 3,28 persen, naik dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 3,19 persen.
Threshold inflasi adalah ambang batas tingkat inflasi yang dianggap masih dapat ditoleransi atau menjadi batas tertentu dalam kebijakan ekonomi. Ambang batas aman inflasi Indonesia ada di kisaran 1,5 hingga 3,5 persen.
"Ini sudah mendekati ke titik yang penting bagi kita, yaitu threshold tertinggi yang ditarget pemerintah adalah 3,5 persen. Kita harus berusaha keras, pusat dan daerah, agar jangan sampai di atas 3,5," tegas Tito dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Jakarta, Senin (12/10/2026).
Baca juga : Pangan Jangan Panggung
Menurutnya, jika inflasi melampaui angka 3,5 persen, masyarakat kelas bawah akan sangat terdampak oleh kenaikan harga, terutama desil 1 dan desil 2.
Kelompok 20 persen penduduk dengan tingkat pendapatan terendah, yang mayoritas berpendapatan harian, dapat menjadi sangat terpengaruh oleh kenaikan harga beberapa ribu rupiah.
"Kalau kelas menengah mungkin belum terasa," ujar Tito.
Waspadai Daging dan Telur Ayam Ras
Baca juga : Stok Beras Aman, BBM Cukup Untuk 20 Hari
Secara bulanan atau month to month, inflasi bergerak naik dari angka 0,21 persen pada Agustus 2026 menjadi 0,30 persen pada September 2026. Inflasi pada periode ini paling banyak disumbang oleh Sektor Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan angka 0,88 persen. Penyumbang utamanya adalah aneka cabe, daging ayam ras, beras, dan telur ayam ras.
"Ini penyumbang yang perlu diwaspadai, jangan sampai menembus angka threshold 3,5 persen," jelas Tito.
"Cabe kita nggak begitu khawatir karena bukan komoditas utama. Tapi kalau sudah daging ayam ras, telur ayam ras, dan beras, itu harus kita waspadai betul," tandasnya.
Baca juga : BULOG Gelar Tasyakuran Capaian Pengadaan Beras 4,11 Juta Ton
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya