BREAKING NEWS
 

Uhamka Dan Smartin Luncurkan Klub Investasi, Mahasiswa Bisa Belajar Trading

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Kamis, 15 Oktober 2026 20:55 WIB
Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Smartin Advisor Sistem (SAS) berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) meluncurkan Smartin Investment Club untuk meningkatkan literasi keuangan dan membangun budaya investasi di kalangan mahasiswa.

Klub investasi tersebut diresmikan dalam kegiatan diskusi bertajuk Digital Literacy to Financial Resilience: Membangun Generasi Kritis di Tengah Ekonomi Investasi Digital di Kampus A Limau Uhamka, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Smartin Investment Club akan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempelajari investasi saham, aset kripto, dan kontrak berjangka atau futures. Kegiatan klub juga mencakup kompetisi trading, pelatihan public speaking, serta pemasaran digital atau digital marketing.

Chief Business Officer (CBO) Dupoin Group International Philip Chan mengatakan literasi keuangan dan investasi penting untuk membekali generasi muda agar lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan finansial.

"Kita beri kesempatan mahasiswa untuk mempraktikkan pengetahuan di klub investasi sebelum mereka terjun ke dunia kerja. Jadi, saya mengimbau mahasiswa terus belajar investasi dan dijadikan kebiasaan," ujar Philip.

Menurut dia, klub investasi tersebut juga diharapkan dapat melahirkan talenta baru untuk memenuhi kebutuhan industri keuangan, mulai dari perusahaan pialang berjangka, aset kripto, perbankan, hingga asuransi.

Philip mengatakan Dupoin mendukung inisiatif Smartin dalam memperluas edukasi keuangan di lingkungan perguruan tinggi. Ke depan, Dupoin dan Smartin berencana membentuk klub investasi serupa di sejumlah universitas.

Baca juga : Investasi Makin Canggih, Teknologi Digital Bantu Tekan Risiko Investor

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Uhamka Tellys Corliana mengatakan kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan praktis di luar ruang kelas, terutama dalam memahami perkembangan teknologi digital dan risiko investasi.

"Teknologi digital itu ibarat senjata bermata dua, yakni bisa bermanfaat, tapi kalau salah, menjadi sumber kesesatan. Selama ini, investasi digital banyak yang menggiurkan, seolah-olah bisa menjadi cara untuk cepat kaya. Padahal, ini harus dikritisi," ujarnya.

Ia berharap edukasi yang digelar Smartin dapat melengkapi pembelajaran literasi digital yang telah diberikan di Uhamka. Mahasiswa juga dapat menerapkan pengetahuan tersebut melalui kegiatan di klub investasi.

Berdasarkan survei terhadap mahasiswa Uhamka yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, sebanyak 45 persen responden belum memiliki instrumen investasi, sedangkan 15 persen telah berinvestasi dan 40 persen lainnya berencana untuk mulai berinvestasi.

Survei itu juga menunjukkan sebanyak 75 persen responden menilai klub investasi diperlukan, sementara lima persen menganggap tidak perlu dan 20 persen lainnya belum mengetahui kebutuhan terhadap fasilitas tersebut.

Adapun mahasiswa yang belum melakukan trading atau investasi digital menyebut sejumlah kendala, yakni belum mengetahui peluang yang tersedia sebesar 60 persen, keterbatasan modal 35 persen, dan pertimbangan bahwa trading tidak halal sebesar lima persen.

Adsense

Sementara itu, di antara responden yang telah berinvestasi pada saham, futures, maupun aset digital, sebanyak 50 persen memanfaatkan teknologi untuk membantu memitigasi risiko.

Baca juga : Direktur CIVIC FAI Uhamka Ikuti Misi Kebudayaan dan Dialog Antar-Agama MUI ke China

President Director Smartin Odang Supriatna mengatakan kegiatan literasi tersebut mempertemukan akademisi, pelaku industri, analis, serta praktisi media sosial untuk memberikan pemahaman mengenai peluang dan kebutuhan kompetensi di sektor keuangan.

Menurut dia, industri perdagangan berjangka komoditas (PBK) tidak hanya menawarkan peluang sebagai trader, tetapi juga membuka kebutuhan tenaga profesional di bidang analisis pasar, pembuatan konten, pemasaran digital, dan konsultasi.

Ia mengatakan peserta juga perlu memahami bahwa untuk berkarier di industri PBK, diperlukan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang memadai. Smartin membuka kesempatan bagi peserta untuk mempelajari kompetensi tersebut.

Market Expert sekaligus Chief Financial Analyst Dupoin Futures Geraldo Kovit mengatakan literasi keuangan dan digital perlu diikuti kemampuan berpikir kritis agar generasi muda dapat memahami peluang sekaligus risiko investasi.

Menurut dia, akses terhadap teknologi dan berbagai instrumen keuangan perlu disertai kemampuan mengambil keputusan secara bijak dan bertanggung jawab agar mahasiswa tidak mudah terjebak investasi ilegal maupun keputusan impulsif.

Chief Investor Relation Dupoin Futures Dhiraj Kelly Salwani mengingatkan mahasiswa untuk membangun kebiasaan mengelola keuangan sebelum mulai berinvestasi.

Ia menyarankan investor pemula membangun dana darurat sebelum mengejar imbal hasil, memilih instrumen sesuai tujuan keuangan, serta memeriksa legalitas produk dan broker, risiko, biaya, dan bukti transaksi sebelum menempatkan dana.

Baca juga : Ikuti Berbagai Tes Kemampuan Akademik, Bamsoet Dorong Peningkatan Kompetensi Dosen

"Intinya lindungi dulu modalmu, jangan langsung ingin cepat kaya," kata Dhiraj.

Product Marketing Supervisor Bittime Fini Charista juga menekankan pentingnya memahami karakteristik aset sebelum memutuskan berinvestasi, terutama di tengah berkembangnya pilihan aset digital, seperti Bitcoin, Ethereum, dan tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA).

Ia mengatakan setiap aset memiliki fungsi, tingkat likuiditas, volatilitas, dan risiko yang berbeda. Karena itu, investor perlu memahami cara kerja aset serta memastikan platform yang digunakan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Menurut Fini, keputusan investasi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada kenaikan harga atau popularitas suatu aset. Investor juga perlu mempertimbangkan risiko yang sanggup ditanggung dan menghindari keputusan yang hanya mengikuti rekomendasi pihak lain.

Wakil Dekan FISIP Uhamka sekaligus Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Farida Hariyanto menambahkan bahwa pemahaman mengenai manajemen risiko merupakan bagian penting dari literasi investasi.

Ia mengingatkan mahasiswa agar menggunakan dana yang tidak diperuntukkan bagi kebutuhan pokok ketika berinvestasi, sehingga potensi kerugian tidak mengganggu kebutuhan sehari-hari maupun keuangan keluarga.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense