Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Bantah Mundur, Jampidsus Fokus Tuntaskan Kasus Prioritas
- Pramono Siapkan Ring Tinju Untuk Tekan Tawuran di Jakarta
- Pemprov DKI Gelontorkan Rp 300 Miliar Pembebasan Lahan Normalisasi Kali Ciliwung
- Serba Hitam, Bupati Sukoharjo yang di-OTT Tiba di Gedung KPK
- Patrick Berg Bersinar Jadi Kunci Sukses Norwegia
Perkuat Kerja Sama Antar-Peradaban
Direktur CIVIC FAI Uhamka Ikuti Misi Kebudayaan dan Dialog Antar-Agama MUI ke China
Jumat, 10 Juli 2026 14:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Direktur Eksekutif Center for Islamic and Values in Civilization (CIVIC) Fakultas Agama Islam Uhamka yang juga Wakil Sekretaris Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (HLNKI) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Muhammad Abdullah Darraz, turut serta dalam lawatan delegasi MUI ke China. Kunjungan bertajuk "Misi Kebudayaan, Promosi Dialog Antar Agama, dan Keharmonisan Sosial" ini berlangsung di dua kota utama, yakni Guangzhou dan Shenzhen, pada 9 hingga 13 Juli 2026.
Misi strategis ini diinisiasi MUI sebagai langkah konkret untuk memperkuat diplomasi publik, membangun pemahaman lintas agama, serta mendorong kerja sama antar-peradaban di tingkat global. Pemilihan China sebagai tujuan misi ini didasarkan pada pencapaian negara tersebut yang dinilai berhasil bertransformasi menjadi bangsa dengan tingkat kemajuan peradaban yang tinggi dan harmonis.
Baca juga : Agus-Purbaya Matangkan Stimulus Kendaraan Listrik
Lebih dari itu, China memegang peran penting di kancah global sebagai salah satu inisiator ditetapkannya Hari Internasional untuk Dialog Antar-Peradaban (International Day for Dialogue among Civilizations) oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hal ini sejalan dengan visi MUI dalam mempromosikan perdamaian dunia (Islam Wasathiyah) melalui jalur dialog kemanusiaan dan kebudayaan.
Muhammad Abdullah Darraz menegaskan pentingnya kolaborasi dan dialog lintas peradaban di era modern ini untuk mengatasi berbagai tantangan global. Kata dia, misi kebudayaan ini merupakan momentum yang sangat berharga untuk membangun jembatan kesepahaman antara Indonesia dan China. "China tidak hanya berhasil membangun peradaban ekonomi dan teknologi yang sangat tinggi, tetapi juga menempatkan dirinya sebagai inisiator penting dalam Hari Internasional untuk Dialog Antar-Peradaban di tingkat global. Ini membuktikan adanya komitmen kuat terhadap keharmonisan sosial yang patut kita apresiasi dan pelajari," ujar Darraz, dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat (10/7/2026).
Baca juga : Warisan Ayatullah Khamenei dan Dialog Antar Agama di Dunia
Ia menambahkan, keterlibatan CIVIC FAI Uhamka dan Komisi HLNKI MUI Pusat dalam misi ini adalah bentuk nyata diplomasi Islam moderat yang selalu digaungkan oleh Indonesia. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar yang hidup dalam harmoni kebinekaan, Indonesia memiliki pengalaman berharga yang bisa dibagikan.
"Sebaliknya, kita juga bisa menggali inspirasi dari keberhasilan Guangzhou dan Shenzhen dalam mengelola kemajuan peradaban tanpa mengesampingkan harmoni sosial antar-komunitas agamanya. Dialog ini diharapkan melahirkan kerja sama konkret dalam bidang kebudayaan, pendidikan, dan kemanusiaan," tambahnya.
Baca juga : Karya Peradaban Islam: Dasar-Dasar Metode Ilmiah
Selama berada di Guangzhou dan Shenzhen, delegasi MUI dijadwalkan melakukan serangkaian pertemuan dengan tokoh-tokoh agama setempat, akademisi, serta komunitas Muslim di China. Rangkaian kegiatan ini meliputi diskusi panel, kunjungan ke pusat-pusat kebudayaan, serta pertukaran ide terkait pengelolaan keharmonisan sosial di tengah pesatnya modernisasi.
Misi ini diharapkan dapat mempererat hubungan bilateral people-to-people contact antara masyarakat Indonesia dan China, sekaligus meneguhkan posisi Indonesia sebagai pelopor dialog antar-agama dan peradaban di mata dunia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya