RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia terus mendorong penguatan inovasi keuangan digital dan perluasan penggunaan mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT) dalam transaksi lintas negara. Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan efisiensi sistem pembayaran, memperlancar arus perdagangan, hingga memperluas inklusi keuangan global.
Sikap tersebut disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara saat menghadiri pertemuan ketiga Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral atau 3rd Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (FMCBG) G20 di Bangkok, Thailand, Kamis (15/10/2026).
Dalam forum tersebut, delegasi Indonesia dipimpin oleh Suahasil Nazara bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti.
Suahasil menegaskan pentingnya kepastian hukum dan regulasi yang jelas untuk mendukung pertumbuhan inovasi keuangan digital dunia.
Baca juga : Tekan Polusi, Yuk Kurangi Naik Kendaraan Pribadi
“Hal itu sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku pasar dan menjadi acuan bagi pembuat kebijakan,” kata Suahasil dalam keterangan resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Sabtu (17/10/2026).
Selain itu, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memacu integrasi pembayaran lintas negara berbasis kode respons cepat atau Quick Response (QR) Code serta skema LCT.
“Penguatan kedua instrumen tersebut diharapkan dapat membuat sistem pembayaran lintas negara lebih efisien, memfasilitasi aktivitas perdagangan, serta memperdalam inklusi keuangan,” ujar Suahasil.
Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Indonesia turut mengapresiasi peran Financial Stability Board (FSB) yang konsisten mendorong modernisasi regulasi dan memetakan potensi risiko akibat perkembangan pesat inovasi keuangan digital.
Baca juga : City Menyapu Badai
Suahasil menyampaikan bahwa Indonesia menyambut baik fokus G20 pada modernisasi pasar uang dan sistem pembayaran lintas batas. Namun, dia mengingatkan adanya perbedaan kerangka regulasi, struktur pasar, hingga tingkat perkembangan sektor keuangan di antara negara-negara anggota yang perlu diperhitungkan secara cermat.
“Untuk itu, Indonesia mengusulkan pemetaan awal (stocktaking exercise) guna mengidentifikasi kondisi dan kebutuhan masing-masing negara,” ucap Suahasil.
Menurut dia, pemetaan awal tersebut bakal menjadi landasan kuat untuk menentukan prioritas bersama, sekaligus memfasilitasi kerja sama yang relevan bagi tiap negara anggota.
“Langkah itu menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi internasional dalam menghadapi perkembangan sistem keuangan yang semakin digital dan terintegrasi,” tegas Suahasil.
Baca juga : Kejuaraan Dunia Junior BWF, Garuda Muda Segel 2 Gelar Juara Dunia
Di akhir penyampaiannya, Indonesia mengapresiasi capaian sektor keuangan di bawah Presidensi G20 Amerika Serikat pada 2026.
Indonesia juga menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan kerja sama dengan Inggris yang memegang Presidensi G20 pada 2027 demi memajukan agenda ekonomi global dan efisiensi sistem pembayaran antarnegara. NOV
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Senin, 19 Oktober 2026 dengan judul "Transaksi Lintas Negara Makin Efi sien RI Andalkan QR & LCT"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.