BREAKING NEWS
 

Saham BUMN Dinilai Berpeluang Topang Pemulihan IHSG

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Kamis, 22 Oktober 2026 18:43 WIB
Ilustrasi. Foto: RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai berpeluang menopang pemulihan pasar modal Indonesia. Fundamental perusahaan yang dinilai masih kuat dan valuasi yang terkoreksi menjadi pertimbangan bagi investor jangka panjang.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis (22/10/2026) dengan menguat 59,54 poin atau 1,12 persen ke level 5.387,91.

Pengamat pasar modal Nefo Handojo menilai, koreksi tajam pasar saham Indonesia belakangan ini tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental emiten. Menurutnya, penurunan harga justru membuat valuasi sejumlah saham, termasuk saham BUMN, semakin menarik.

“Secara umum valuasi saham memang murah dan begitu juga dengan saham-saham BUMN, jadi penurunan lebih karena faktor di luar fundamental saham di BEI yang menurut pandangan saya lebih wajar dengan indeks di atas 7.000,” kata Nefo di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Baca juga : CIMB Group Bantah Rumor Privatisasi Saham CIMB Niaga

Nefo menyebut ketidakpastian terkait keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) masih membayangi pergerakan pasar saham domestik. Karena itu, ia berharap regulator segera melakukan pembenahan untuk menjawab berbagai perhatian penyedia indeks global tersebut.

Meski demikian, Nefo menilai fundamental perusahaan yang tetap terjaga dapat membatasi tekanan terhadap IHSG. Ia juga melihat peluang masuknya investor yang mempertimbangkan valuasi dan prospek bisnis jangka panjang.

“Jadi selama fundamental perusahaan masih mendukung penurunan indeks akan terbatas, soal MSCI hanya akan berpengaruh untuk fund tertentu dan banyak fund di luar yang akan tetap membeli saham dengan valuasi menarik tanpa harus ikut aturan MSCI,” ujarnya.

Adsense

Pandangan serupa disampaikan Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani. Ia menilai koreksi harga saham perusahaan Indonesia, termasuk BUMN, membuka peluang investasi dengan orientasi jangka panjang.

Baca juga : Pandu Sjahrir: Usulan MSCI Belum Final, Fundamental Emiten RI Tetap Kuat

“Kami melihat justru ini momen, kalau kita lihat valuasi dari perusahaan-perusahaan kita, termasuk BUMN itu valuasinya sangat boleh dikatakan rendah pada saat ini karena terjadinya koreksi, justru kami melihatnya ini sebagai suatu opportunity ke depannya,” ujar Rosan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers bersama Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Rosan secara khusus menyoroti sektor perbankan yang dinilai memiliki fundamental kuat. Kondisi tersebut membuat valuasi sejumlah perusahaan perbankan menarik bagi investor yang ingin berinvestasi dalam jangka panjang.

“Danantara selalu melihat investasi itu sebagai long term investment bukan sebagai investor in and out,” tegasnya.

Baca juga : IHSG Melemah Ke Level 5.247,97 Pada Awal Perdagangan

Menurut Rosan, fluktuasi harga saham merupakan bagian dari dinamika pasar. Koreksi perlu dicermati dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk faktor teknikal, rumor pasar, dan sentimen nonfundamental.

Karena itu, penurunan harga saham tidak serta-merta menunjukkan memburuknya kinerja perusahaan. Fundamental bisnis tetap menjadi pertimbangan utama dalam menentukan keputusan investasi.

Danantara pun melihat koreksi pasar sebagai peluang untuk memperkuat investasi pada perusahaan-perusahaan Indonesia. Pendekatan tersebut sejalan dengan strategi investasi jangka panjang yang diusung lembaga tersebut.

“Kita pegangannya fundamental. Jadi harus tetap melihat ini sebuah opportunity dan kami yakini kami dari Danantara siap masuk. Ini momen yang sangat baik untuk kita berinvestasi ke saham-saham yang ada di Indonesia,” pungkas Rosan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense