RM.id Rakyat Merdeka - General Manager Zona 13 Regional 4 Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, Ir. Andry, meraih tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI. Penghargaan tersebut diberikan atas inovasi pengurangan emisi dan pemberdayaan petani melalui teknologi ramah lingkungan.
Penghargaan diserahkan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Satyalancana Wira Karya merupakan tanda kehormatan negara bagi warga negara yang memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan negara. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas peran Andry dalam mengembangkan inovasi yang mengintegrasikan keandalan operasi, kelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
Salah satu inovasi yang dikembangkan Zona 13 adalah ACCU (Algae Carbon Capture Utilization). Teknologi ini memanfaatkan mikroalga untuk menangkap dan memanfaatkan karbon dioksida di fasilitas CPP Donggi.
Inovasi tersebut mendukung upaya pengurangan emisi gas rumah kaca sekaligus meningkatkan efisiensi energi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan mewujudkan operasi hulu minyak dan gas bumi yang berkelanjutan.
Baca juga : Kilang Balikpapan Sudah 99 Persen, Stok BBM Nasional Dipastikan Aman
Selain ACCU, Zona 13 mengembangkan pupuk organik Bioferdom. Pupuk ini dihasilkan melalui pengolahan biosulfur slurry, produk samping kegiatan operasi, menjadi bahan yang bermanfaat bagi pertanian.
Pengembangan Bioferdom melibatkan petani di Desa Kayowa, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Melalui Sekolah Lapang Bioferdom, petani mendapatkan pengetahuan dan praktik pertanian yang lebih produktif serta ramah lingkungan.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengucapkan selamat kepada para penerima tanda kehormatan. Ia berharap penghargaan tersebut menjadi pemantik semangat untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi sektor energi nasional.
“Atas nama pemerintah, saya mengucapkan selamat kepada seluruh penerima tanda kehormatan. Penghargaan ini adalah bentuk pengakuan negara atas dedikasi dan kontribusi nyata saudara-saudara bagi sektor energi nasional,” ujar Bahlil.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dan badan usaha milik negara (BUMN) energi dalam menjaga ketahanan energi. Inovasi di lapangan diharapkan mendukung kedaulatan energi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Baca juga : Tina Talisa Kunjungi PLTP Kamojang, Bahas Risiko Dan Manfaat Panas Bumi
Andry menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya. Ia menegaskan, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pekerja Zona 13, SKK Migas, pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pemerintah desa, mitra, petani, dan masyarakat Banggai.
“Penghargaan ini adalah amanah sekaligus kebanggaan bagi kami semua. Saya memaknainya bukan sebagai pencapaian pribadi, melainkan buah dari kerja keras dan kekompakan seluruh perwira Zona 13,” kata Andry.
Menurutnya, ACCU dan Bioferdom lahir dari keyakinan bahwa kegiatan operasi energi dapat berjalan selaras dengan alam dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami percaya ketahanan energi dan ketahanan pangan bisa berjalan beriringan. Melalui ACCU, kami berupaya menekan emisi dan meningkatkan efisiensi energi di fasilitas operasi. Melalui Pupuk Bioferdom dan Sekolah Lapang, apa yang semula merupakan produk samping operasi kini menjadi pupuk yang menyuburkan lahan petani di Kayowa,” ujarnya.
Andry menambahkan, manfaat inovasi tersebut tidak hanya diukur dari sisi operasional. Pemberdayaan petani dan peningkatan produktivitas pertanian juga menjadi bagian penting dari keberhasilan program.
Baca juga : Pemerintah Dan Pertamina Perkuat RDMP Balikpapan, Progres Capai 99 Persen
“Ketika petani tersenyum karena panennya membaik, di situlah kebahagiaan kami sebagai insan energi,” tuturnya.
Ia mengatakan, semangat “Zona 13 Bahagia” menjadi landasan bagi seluruh pekerja untuk bekerja dengan aman, terus berinovasi, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Pekerja yang bahagia akan bekerja dengan selamat, berinovasi dengan sepenuh hati, dan menghadirkan manfaat bagi sekitarnya. Itulah semangat Zona 13 Bahagia: bahagia dalam bekerja, bahagia dalam berbagi, dan bahagia ketika masyarakat ikut tumbuh bersama kita,” kata Andry.
Penghargaan tersebut menegaskan kontribusi insan Pertamina di wilayah Indonesia Timur dalam mendukung ketahanan energi nasional. Melalui inovasi rendah emisi dan pemberdayaan masyarakat, Zona 13 berkomitmen memperkuat operasi yang aman dan andal sekaligus mendukung prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
PT Pertamina EP Cepu (PEPC) berperan sebagai konsolidator Regional 4 Indonesia Timur di bawah Subholding Upstream Pertamina. Regional ini mengoordinasikan wilayah kerja Zona 11, Zona 12, Zona 13, dan Zona 14 yang tersebar di Jawa Timur, Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Papua, mencakup aset lepas pantai maupun darat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.